loading...
Kapal selam Khabarovsk yang dirancang Rusia untuk membawa 6 torpedo nuklir Poseidon muncul di Laut Putih, siap mengintai negara-negara NATO. Foto/The Telegraph
MOSKOW - Tidak ada seremoni khusus ketika kapal selam terbaru Rusia meninggalkan pelabuhan untuk pertama kalinya pekan lalu.
Namun, ketika kapal yang dikenal sebagai Khabarovsk itu meninggalkan kota pelabuhan Severodvinsk untuk menjalani uji coba di Laut Putih, kapal tersebut diawasi ketat oleh para analis—dan tidak diragukan lagi juga oleh badan-badan intelijen asing.
Kapal selam berbobot 10.000 ton yang memiliki desain ramping itu dibuat khusus untuk membawa hingga enam "senjata kiamat" terbaru rezim Vladimir Putin, torpedo nuklir Poseidon.
Baca Juga: AS Bicara Kemungkinan Perang Nuklir, Sebut Rusia dan China Lawan Setara
Menurut laporan media Rusia, senjata otonom tersebut ditenagai reaktor nuklirnya sendiri. Poseidon dapat diluncurkan di laut sebelum bergerak secara senyap menuju target dan meledakkan hulu ledaknya di bawah air, menghasilkan ledakan dahsyat dan berpotensi memicu tsunami besar di garis pantai musuh.
Senjata tersebut diperkirakan memiliki jangkauan lebih dari 6.000 mil atau sekitar 9.600 kilometer, yang berarti dapat berada di laut dalam waktu sangat lama. Poseidon juga dilaporkan mampu menyelam hingga kedalaman 3.280 kaki atau sekitar 1.000 meter.
Dalam beberapa hari terakhir, para propagandis Moskow mendesak Putin menggunakan Poseidon untuk menyerang Inggris sebagai balasan atas keputusan London memasok drone kepada Ukraina yang digunakan untuk menyerang jauh ke wilayah Rusia.
“Beri waktu tiga hari kepada Inggris untuk belajar bernapas di bawah air, kemudian hantam mereka dengan Poseidon,” kata Vladimir Solovyov, presenter televisi pemerintah Rusia yang dijuluki Barat sebagai corong Kremlin.
Pernyataan bernada mengamuk tersebut muncul bersamaan dengan uji coba Khabarovsk dan kemudian diikuti pernyataan bernada mengancam dari Kedutaan Besar Rusia di London. Menurut kedutaan, semakin banyak bantuan yang diberikan London kepada Kyiv, semakin tinggi harga yang harus dibayarnya.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham meremehkan peringatan tersebut dan menegaskan bahwa Inggris bukanlah “teman yang hanya muncul saat cuaca baik”.
Meskipun Poseidon tampak sebagai senjata berbahaya dan kredibel, para pakar mengatakan kecil kemungkinan Moskow benar-benar menggunakannya dalam serangan.
“Anda harus bertanya, sebenarnya kepada siapa Rusia menyampaikan semua pernyataan ini?” kata Dr Richard Connolly, pakar kebijakan pertahanan Rusia sekaligus associate fellow di lembaga kajian militer Royal United Services Institute (RUSI).
“Poseidon adalah apa yang bisa disebut sebagai kemampuan khusus atau terbatas. Mereka tidak memproduksinya dalam jumlah besar dan senjata ini dirancang untuk skenario yang paling buruk," paparnya.
“Jika mereka melakukan apa yang diusulkan para presenter televisi Rusia tersebut, mereka akan menghadapi pembalasan dari kekuatan penangkal nuklir Trident milik Inggris," imbuh Connolly, seperti dikutip dari The Telegraph, Senin (24/8/2026). “Jadi, mereka tidak akan melakukannya karena mereka tahu akan membayar mahal.”
Apa Tujuan "Senjata Kiamat" Bawah Laut Putin?
Asal-usul Poseidon dapat ditelusuri hingga 1950-an, ketika para ilmuwan militer Uni Soviet mencari cara-cara baru untuk menghindari sistem pertahanan Amerika Serikat.
Senjata itu dirancang untuk membawa bom hidrogen ke lokasi di lepas pantai Amerika Serikat (AS), kemudian meledakkannya dan menciptakan tsunami yang dapat menghancurkan seluruh kota atau pangkalan Angkatan Laut.
Para perencana militer Soviet akhirnya menolak gagasan tersebut karena dianggap tidak praktis. Para petinggi militer meragukan mereka bahkan bisa mendekati pantai AS dengan cukup dekat untuk menggunakannya.





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571042/original/028163100_1777571796-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_00.47.21.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640990/original/043525100_1778245879-haj5.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4476891/original/020351400_1687414010-Banner_Infografis_Badal_Haji_dan_Cara_Dapatkan_Asuransi_Jemaah_Haji.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600625/original/041656800_1779437299-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6919264/original/006846600_1779689758-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7233750/original/063355400_1780018368-1.jpg)


