Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran

2 hours ago 2

loading...

Matah Ati, istri Pangeran Sambernyawa yang menjadi Panglima Pasukan Khusus Wanita yang disebut Pasukan Estri dari Pura Mangkunegara hasil pencitraan Artificial Intelligence (AI). Foto/Ilustrasi/Instagram @ainusantara

KESUNYIAN kawasan hutan di pesisir selatan Desa Selogiri, Wonogiri, Jawa Tengah mendadak tercerabut. Bunyi desing peluru dan ledakan mesiu tiba-tiba memekakkan telinga. Butiran peluru melesat dan pedang terhunus siap menebas setiap lawan.

Anak panah juga melesat kencang lepas dari tali busur. Pertempuran sengit dengan pasukan Belanda itu akhirnya dimenangkan Pasukan Estri Puro Mangkunegaran yang dipimpin Matah Ati.

Baca juga: Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir

Kala itu, pasukan kolonial Belanda babak belur dan kocar kacir usai dihancurkan melalui serangan penuh heroik dari pasukan khusus Mangkunegaran yang beranggotakan para wanita. Pasukan Khusus Wanita yang disebut Pasukan Estri dari Pura Mangkunegara tersebut, dipimpin seorang panglima wanita bernama Matah Ati.

Dikisahkan dari laman puromangkunegaran, pertempuran sengit di kawasan hutan perbukitan Desa Selogiri, yang dilakoni Pasukan Estri di bawah kepemimpinan Matah Ati tersebut, terjadi pada awal tahun 1700-an. Mereka berbaur dengan pasukan Pangeran Sambernyawa, bergerilya melawan kolonial Belanda.

Pasukan Estri tersebut, terdiri dari prajurit caping, prajurit gandewa, dan prajurit senapan. Pasukan estri yang membaur dengan pasukan Pangeran Sambernyawa, menggunakan formasi setengah lingkaran mengepung pasukan Belanda.

Baca juga: Kisah Pangeran Sambernyawa, Pendiri Mangkunegaran yang Sepak Terjangnya Ditakuti Belanda

Korban berjatuhan, darah membasahi kawasan hutan di perbukitan Selogiri. Perang besar itu, berakhir dengan kemenangan dari pasukan estri yang bergabung dengan pasukan gerilya Pangeran Sambernyawa.

Kehebatan pasukan estri Mangkunegaran, tak lepas dari peran Pangeran Sambernyawa yang membentuknya. Pengaren Sambernyawa mewarisi Sultan Agung, dalam membentuk pasukan khusus wanita tersebut.

Pasukan khusus wanita tersebut dibentuk dari para perempuan desa yang dilatih keprajuritan oleh Pangeran Sambernyawa. Pasukan khusus wanita ini, memiliki panglima seorang wanita yang sangat tangguh dan pemberani, bernama Matah Ati.

Matah Ati adalah istri Pangeran Sambernyawa. Dalam perjuangan melawan kolonial Belanda, Matah Ati begitu setia menemani Pangeran Sambernyawa di tengah medan perang yang begitu mematikan. Matah Ati dikenang sebagai panglima pasukan estri yang sangat tangguh, dan pemberani.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |