loading...
Bani Nadhir adalah Kelompok Yahudi yang hidup berdampingan dengan kaum Muslimin berdasarkan kesepakatan atau perjanjian di Madinah. Namun, kemudian mereka melanggar perjanjian dan berkhianat berujung pengusiran kelompok Yahudi itu dari Madinah. Foto ilus
Siapa sebenarnya Bani Nadhir yang kisahnya diabadikan dalam Surat Al Hasyr ?Apa yang telah diperbuatnya sehingga diabadikan dalam Al Quran? Simak ulasannya berikut ini.
Bani Nadhir adalah kelompok Yahudi yang sebelumnya hidup berdampingan dengan kaum Muslimin berdasarkan kesepakatan/perjanjian, tetapi kemudian terlibat dalam pelanggaran perjanjian hingga berujung pada pengusiran dari Madinah. Peristiwa Bani Nadhir terjadi pada tahun 4 Hijriyah. Dalam sejumlah literatur sejarah, peristiwa ini dikaitkan dengan turunnya Surat Al-Hasyr yang secara khusus mengabadikan kisah pengusiran mereka.
Surat Al-Hasyr tidak hanya menceritakan pengusiran Bani Nadhir. Di dalamnya juga dijelaskan mengenai orang-orang munafik , hukum fa'i, keutamaan kaum Muhajirin dan Anshar, serta sejumlah pelajaran bagi orang-orang beriman.
Di bagian akhir, surat tersebut mengingatkan manusia agar bertakwa dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat. Surat Al-Hasyr kemudian ditutup dengan penyebutan sejumlah nama dan sifat Allah SWT. Karena erat kaitannya dengan peristiwa Bani Nadhir, Ibnu Abbas RA menyebut surat tersebut sebagai Surat An-Nadhir.
Mulai Berani Berkhianat
Setelah Bani Qainuqa' diusir dari Madinah dan Ka'ab bin Asyraf terbunuh, Bani Nadhir disebut mengambil sikap lebih berhati-hati. Namun, kondisi berubah setelah kaum Muslimin mengalami kekalahan dalam Perang Uhud. Bani Nadhir mulai berani menunjukkan permusuhan kepada Rasulullah SAW.
Baca juga: Kisah Pengusiran Bani Nadhir, Diabadikan dalam Surat Al-Hasyr Surat yang Turun di Bulan Rabiul Akhir
Dalam sejumlah riwayat, mereka disebut menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi dengan orang-orang munafik dan kaum musyrikin Makkah. Rasulullah SAW sebenarnya telah mengetahui sikap tersebut. Namun, beliau tetap berusaha menahan diri dan tidak serta-merta mengambil tindakan.
Ketegangan kemudian semakin meningkat setelah peristiwa Raji' dan Bi'ru Ma'unah yang menyebabkan banyak sahabat Rasulullah terbunuh. Puncak persoalan terjadi ketika Bani Nadhir merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah.
Rasulullah Hendak Dibunuh dengan Batu Besar
Suatu ketika, Rasulullah bersama sejumlah sahabat mendatangi Bani Nadhir untuk meminta bantuan pembayaran diyat atas dua orang Bani Kilab yang terbunuh oleh Amr bin Umayyah adh-Dhamri. Rasulullah datang bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib dan beberapa sahabat lainnya.
Saat Rasulullah berada di tempat Bani Nadhir, sebagian dari mereka justru merencanakan pembunuhan. Mereka menyiapkan sebuah batu besar untuk dijatuhkan ke arah Rasulullah. Namun, rencana tersebut tidak pernah terlaksana.
Allah SWT memberikan perlindungan kepada Rasul-Nya. Jibril menyampaikan informasi mengenai rencana tersebut sehingga Rasulullah segera meninggalkan tempat itu. Para sahabat kemudian menyusul beliau menuju Madinah.
Setelah mengetahui rencana pembunuhan tersebut, Rasulullah mengutus Muhammad bin Maslamah untuk menyampaikan keputusan kepada Bani Nadhir agar mereka meninggalkan Madinah. Mereka diberi waktu untuk keluar dari Madinah. Jika tetap bertahan setelah batas waktu tersebut, mereka akan menghadapi tindakan tegas.
Ada yang Janjikan Bantuan
Bani Nadhir kemudian bersiap meninggalkan Madinah. Namun, rencana tersebut berubah setelah Abdullah bin Ubay bin Salul, salah seorang tokoh munafik, mengirimkan pesan kepada mereka.













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7233750/original/063355400_1780018368-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600625/original/041656800_1779437299-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6919264/original/006846600_1779689758-1.jpg)