Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) mencatatkan kinerja produksi yang solid sepanjang kuartal I-2026 dengan total output mencapai 2,14 juta ton. Produksi tersebut berasal dari tiga produk utama, yakni urea, NPK, dan amonia, yang menopang peran perusahaan dalam menjaga pasokan pupuk nasional.
Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan sebagai bagian dari anak perusahaan (holding) Pupuk Indonesia, dalam memenuhi kebutuhan pupuk nasional.
"Kinerja Pupuk Kaltim, sebagai bagian dari Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim memiliki tanggung jawab besar Dalam pemenuhan pasokan pupuk nasional. Dari capaian kinerja kuartal I-2026. Pupuk Kaltim mampu mencatatkan kinerja produksi yang solid. Dengan total produksi totalnya sekitae 2,14 juta ton ya. Jadi kita ada 3 produk utama: urea, NPK dan amonia," kata Anggono dalam Silaturahmi Media di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Anggono merinci, urea menjadi kontributor terbesar pada produksi Pupuk Kaltim, dengan produksi mencapai 1.164.435 ton (33,65%). Disusul amonia sebesar 874.644 ton (31,91%) dan NPK sebanyak 104.318 ton (32,49%).
Selain produksi, aspek distribusi juga menjadi perhatian. Pupuk Kaltim memastikan stok pupuk dalam kondisi aman dan siap dikirim ke berbagai wilayah, terutama untuk memenuhi kebutuhan pupuk subsidi.
Per 27 April 2026, ia menyampaikan, stok pupuk urea dan NPK yang siap kirim tercatat mencapai 618.393 ton. Angka ini mencerminkan kesiapan distribusi perusahaan untuk menjaga kelancaran pasokan di lapangan.
"Kami juga memastikan kesiapan stok dalam kondisi aman dan siap disalurkan melalui jaringan distribusi ke berbagai wilayah Indonesia. Terutamanya dengan stok urea subsidi. Ini totalnya gabungan antara urea dan NPK, produk subsidi 618.393 ton per 27 April 2026. Ini stok yang aman," ungkapnya.
Anggono mengatakan, level stok tersebut sudah melampaui batas minimum (service stock), yakni 131% untuk urea dan 196% untuk NPK. Dengan kondisi ini, perusahaan memastikan pasokan pupuk bagi petani tetap terjaga dan aman.
"Service stok kita jadi sekitar 131% untuk urea. Di atas dari service stok. Dan untuk NPK 196%. Artinya dengan stok yang melebihi dari service stok kita bisa menjamin pasokan untuk petani aman," pungkas dia.
Foto: Sekretaris Perusahaan PT. Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya dalam acara Silaturahmi Media di Jakarta, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
(dce)
Addsource on Google

2 hours ago
2

















































