Sudah Hijrah, Haruskah Putus Pertemanan? Ini Panduan Islam

2 hours ago 1

loading...

Seseorang perlu lebih selektif agar lingkungan pergaulannya tidak justru menghambat proses hijrah, namun bukan berati memutus pertemanan yang sudah terjalin. Foto ilustrasi/ist

Hijrah sering kali dipahami sebagai titik balik seseorang untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Namun, setelah memutuskan berhijrah, tantangan berikutnya justru bisa datang dari lingkungan pertemanan .

Teman lama, kebiasaan nongkrong, hingga pergaulan di media sosial terkadang menjadi ujian bagi seseorang yang sedang berusaha istiqamah. Lantas, apakah Islam memerintahkan seseorang untuk memutus pertemanan setelah hijrah?

Hakikat hijrah dalam kehidupan seorang Muslim adalah meninggalkan segala sesuatu yang dibenci Allah menuju perkara yang dicintai-Nya. Ketika seseorang menyadari bahwa kehidupan masa lalunya menjauhkan diri dari rida Allah, kemudian bertekad memperbaiki diri, tentu ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan, termasuk dalam memilih lingkungan pergaulan.

Ustadz Fadly Gugul S.Ag, anggota Dewan Konsultasi Bimbingan Islam sekaligus dai alumni STDI Imam Syafi'i Jember, menjelaskan bahwa hijrah tidak berarti seseorang harus memutus seluruh hubungan dengan orang-orang dari masa lalunya.

Menurutnya, hubungan dengan keluarga dan kerabat tetap harus dijaga. Sementara untuk pertemanan di luar keluarga, seseorang perlu lebih selektif agar lingkungan pergaulannya tidak justru menghambat proses hijrah.

Baca juga: Keutamaan Hijrah di Jalan Allah, Tinggalkan Lingkungan Penuh Maksiat dan Raih Pahala Besar

1. Tetap Jaga Hubungan dengan Keluarga

Jika orang-orang yang dimaksud merupakan keluarga dan kerabat, hubungan tersebut masuk dalam kategori silaturahmi. Menjaga silaturahmi merupakan bagian dari ibadah dan tidak semestinya ditinggalkan hanya karena seseorang sedang berusaha memperbaiki diri.

Bahkan, rasa tidak nyaman ketika berusaha menjalankan ibadah di tengah keluarga yang belum memiliki kebiasaan serupa dapat menjadi ujian tersendiri.

Karena itu, orang yang sedang berhijrah dianjurkan tetap menjaga hubungan dengan keluarga sambil berusaha menciptakan suasana yang lebih baik.

Misalnya, pembicaraan yang kurang bermanfaat dapat dialihkan kepada hal-hal positif. Dalam kesempatan tertentu, seseorang juga dapat mengusulkan kegiatan pengajian, mengundang ustaz untuk memberikan kajian, atau datang membawa hadiah yang disertai buku-buku keagamaan.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |