Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring perkembangan teknologi, muncul pertanyaan terkait relevansi smartphone di masa mendatang. Beberapa bos raksasa teknologi sudah mengindikasikan potensi 'kiamat' HP di masa depan.
Misalnya CEO Meta Mark Zuckerberg yang beberapa saat lalu mengatakan bahwa dominasi HP akan pelan-pelan terganti oleh smartglasses atau kacamata pintar. Selain itu, CEO SpaceX Elon Musk pernah menyebut soal teknologi chip yang ia kembangkan melalui startup Neuralink.
Ada netizen yang pernah bertanya di X apakah antarmuka Neuralink nantinya mampu membuat manusia bisa mengontrol HP hanya lewat pikiran. Musk menjawab singkat, "di masa depan tak ada lagi HP, hanya Neuralink".
Jony Ive, orang di balik desain iPhone dan MacBook, beberapa saat lalu juga menjalin kemitraan dengan OpenAI. Digadang-gadang startup miliknya dan OpenAI tengah mengembangkan perangkat baru berbasis AI yang fungsinya akan menyerupai HP dalam banyak hal.
Smartglasses menjadi salah satu perangkat yang marak dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Google, Apple, dan Meta, sudah mencoba mempopularitaskan smartglass, tetapi memang belum ada yang berhasil membuat manusia meninggalkan HP.
Raksasa Fesyen Mewah Mau Bikin Pengganti HP
Terbaru, Kering yang menaungi Gucci, dilaporkan berencana meluncurkan smartglasses dengan kolaborasi bersama Google pada tahun depan. CEO Luca de Meo mengatakan kepada Reuters bahwa perangkat tersebut kemungkinan akan menandai pertama kali merek fesyen kawakan memasuki sektor perangkat teknologi berbasis AI.
Perangkat itu berpotensi bersaing dengan EssilorLuxottica yang memproduksi smartglasses Ray Ban melalui kemitraan dengan Meta.
Google tak segera merespons permintaan komentar dari Reuters.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi de Meo yang lebih luas untuk meningkatkan divisi kacamata dan perhiasan Kering, yang selama ini hanya menyumbang sebagian kecil dari pendapatan keseluruhan grup.
Hal ini juga akan membantu melindungi raksasa fesyen premium tersebut dari pergeseran selera mode yang telah menghantam merek bintang Gucci.
De Meo sebelumnya pada Rabu (15/4) mengatakan bahwa ia bertujuan untuk meningkatkan margin laba operasi Kering lebih dari dua kali lipat untuk mengembalikan grup tersebut ke liga yang sama dengan pemain besar di industri barang mewah lainnya dan merevitalisasi Gucci setelah bertahun-tahun mengalami penurunan penjualan.
Ia mengatakan kepada Reuters bahwa merek Italia tersebut perlu kembali ke produk-produk klasiknya yang paling mudah dikenali.
"Saya pikir selama 105 tahun sejarah Gucci, mereka pada dasarnya telah menetapkan beberapa kode estetika yang langsung dapat dikenali. Dan terkadang kita tidak menggunakannya dan terkadang kita menyalahgunakannya," katanya kepada Reuters.
De Meo juga menyinggung soal dampak konflik di Timur Tengah yang telah merusak penjualan barang mewah di kawasan tersebut. Ia menggarisbawahi perlunya perusahaan besar untuk beradaptasi dengan dunia yang lebih terfragmentasi dan meningkatkan cara mereka menjual produk di pasar yang berbeda.
"Saya benar-benar percaya bahwa kita perlu menyesuaikan model kita dalam banyak dimensi dengan dunia multipolar. Ini permainan yang berbeda," katanya kepada Reuters.
"Jadi seluruh gagasan tentang merek mewah yang memaksakan konsep yang sama persis di mana-mana, dari Australia hingga Alaska, mungkin tidak relevan dalam beberapa dekade mendatang," ia menambahkan.
(fab/fab)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































