loading...
Para pejabat AS akui meremehkan drone Iran adalah kesalahan taktis besar Amerika. Foto/via Iran International
WASHINGTON - Beberapa bulan sebelum konflik dengan Iran meningkat, Ukraina menawarkan Washington teknologi yang telah teruji di medan perang untuk melawan drone Teheran. Proposal tersebut ditolak, sebuah keputusan yang kini disebut oleh beberapa pejabat AS sebagai "kesalahan taktis" besar.
Hampir tujuh bulan sebelum drone Iran mulai menguji pertahanan AS di Timur Tengah, para pejabat Ukraina mencoba memperingatkan Washington dan menawarkan solusi.
Baca Juga: 3 Taktik Iran untuk Kalahkan AS dan Israel, Salah Satunya Perang Panjang Ala Vietnam
Kyiv bahkan menyiapkan presentasi PowerPoint terperinci yang menguraikan bagaimana teknologi yang telah teruji di medan perang dapat membantu AS menembak jatuh drone serang buatan Iran dan melindungi pasukan Amerika dan sekutu dalam potensi konflik regional.
Namun proposal tersebut diabaikan oleh pemerintahan Donald Trump.
Sekarang, karena drone Shahed Iran semakin menantang pertahanan udara AS, Washington diam-diam membalikkan arah dan menghubungi Ukraina untuk meminta bantuan.
Mengapa Drone Shahed Menjadi Masalah
Dalam pengarahan tertutup di Capitol Hill pekan lalu, para pejabat pemerintahan Trump mengatakan kepada para anggota Parlemen bahwa drone serang Shahed Iran menimbulkan tantangan operasional yang serius dan bahwa sistem pertahanan udara AS mungkin tidak dapat mencegat semuanya, menurut laporan CNN.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine juga mengakui dalam pengarahan tersebut bahwa drone Iran telah menjadi masalah yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Drone tersebut sangat sulit dicegat karena terbang rendah dan lambat, yang merupakan karakteristik yang memungkinkan mereka untuk lolos dari sistem pertahanan udara tradisional lebih mudah daripada rudal balistik.
Beberapa pejabat AS sekarang melihat keputusan Washington untuk menolak proposal Ukraina sebelumnya sebagai kesalahan taktis yang mahal.
Menolak tawaran Kyiv termasuk di antara kesalahan taktis paling signifikan sejak Amerika Serikat mulai membombardir Iran pada 28 Februari, kata dua pejabat AS kepada Axios.
Drone Shahed Iran Membunuh 7 Tentara AS?
Drone Shahed Iran yang murah telah dikaitkan dengan kematian tujuh anggota militer AS dan memaksa AS dan sekutu regionalnya untuk menghabiskan jutaan dolar untuk mencegatnya.

















































