loading...
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah mulai menerima arus jemaah dari Bandara King Abdulaziz Jeddah. Foto/SindoNews
MAKKAH - Memasuki fase kedatangan gelombang kedua, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah mulai menerima arus jemaah dari Bandara King Abdulaziz Jeddah pada sore hingga malam hari. Skema penerimaan yang dinamis telah disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan jemaah haji di area hotel pemondokan.
Jadwal kedatangan di Sektor 3 mencatat pendaratan tiga kelompok terbang (kloter) secara beruntun dengan ritme yang cukup padat. Ketiga kloter tersebut meliputi embarkasi Batam (BTH 15) pada pukul 17.50, Surabaya (SUB 57) pada pukul 19.00, dan Makassar (UPG 11) pada pukul 23.00 Waktu Arab Saudi.
Khusus untuk kloter BTH 15, rombongan pembuka ini membawa sebanyak 445 jemaah haji yang menempuh jalur penerbangan langsung dari Tanah Air. Mereka diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi agar bisa langsung mengambil miqat saat menuju Makkah.
Baca juga: 15 Kloter Mendarat di Hari Pertama Gelombang II, Jemaah Haji LOP 12 Lombok Jadi Kloter Perdana
Guna mengurai kepadatan pergerakan yang nyaris bersamaan, Sektor 3 telah menyusun strategi penyambutan dengan memecah kekuatan personel. Terdapat pembagian Tim A, Tim B, dan Tim C yang disebar dan ditempatkan secara proporsional di setiap titik lobi hotel.
"Untuk penerimaan, kebetulan kita memang sudah mempersiapkan tiga tim yang sudah membagi masing-masing tugas untuk menyebar di setiap spot hotel," ujar Kepala Sektor 3 Daker Makkah, Eneng Kusnani, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH), Jumat (8/5/2026).
Lihat video: Jemaah Haji Gelombang II Berdatangan di Bandara Jeddah, Dubes Ingatkan Cuaca Panas
Selain mengurus kecepatan pembagian akomodasi, prioritas utama petugas adalah mengamankan prosesi umrah wajib bagi jemaah yang baru tiba. Hal ini menjadi titik kritis khususnya bagi jemaah kategori lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti) yang sangat rentan jika dilepas sendirian di Masjidilharam.
Otoritas Sektor 3 secara bijak menjadwalkan pelaksanaan umrah wajib khusus lansia pada pukul 22.00 waktu setempat ketika cuaca lebih bersahabat. Pendampingan tersebut akan dikawal langsung oleh petugas layanan lansia dan disabilitas (Landis) agar ibadah terlaksana sempurna.
"Ada Tim Lansia yang siap mendampingi untuk jam 10 malam, apalagi untuk jemaah yang risti tentu kita ada semacam pendorongan khusus," jelas Eneng.
Langkah preventif kesehatan juga dikunci dengan penerapan larangan tegas pelaksanaan agenda city tour atau wisata kota bagi seluruh rombongan kloter. Kebijakan ini diberlakukan secara masif untuk memaksa jemaah menabung stamina fisik sebelum menghadapi rangkaian puncak wukuf di Arafah.
Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) dikerahkan untuk memonitor pergerakan keluar-masuk di setiap pintu hotel Sektor 3. Koordinasi surat edaran larangan juga telah didistribusikan melalui grup digital yang menghubungkan seluruh ketua kloter demi memastikan kepatuhan di lapangan.
Skala kedatangan ini akan terus bertambah masif seiring pergerakan armada penerbangan dari Indonesia. Berdasarkan data pemantauan real-time pada laman resmi dashboard.haji.go.id, angka kedatangan jemaah haji di Arab Saudi secara kumulatif kini telah melampaui 104 ribu jemaah dan akan terus bergerak dinamis.
(cip)


















































