Trump Gelap Mata, Ogah Negosiasi-Perang Kelar jika Pemimpin Iran Habis

6 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak tertarik membuka jalur negosiasi dengan Iran di tengah konflik yang terus memanas. Ia bahkan menyebut perang dapat berakhir hanya jika Iran tidak lagi memiliki kekuatan militer yang berfungsi maupun kepemimpinan yang tersisa.

Menurutnya, kampanye serangan udara yang sedang berlangsung bisa saja membuat proses diplomasi tidak lagi relevan jika struktur militer dan kepemimpinan Iran runtuh.

"Pada suatu titik, saya rasa mungkin tidak akan ada siapa pun yang tersisa untuk mengatakan 'Kami menyerah,'" kata Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, sebagaimana dilansir Reuters.

Adapun perang antara Israel dan Iran yang didukung Amerika Serikat kini telah memasuki pekan kedua. Kedua pihak kembali saling melancarkan serangan pada Sabtu, memperluas ketegangan yang semakin mengguncang kawasan Timur Tengah.

Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan serangan AS dan Israel telah menewaskan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran dan melukai ribuan lainnya.

Media pemerintah Iran juga melaporkan ledakan besar terdengar di sejumlah wilayah Teheran. Israel mengatakan serangannya menargetkan situs rudal serta pusat komando militer Iran.

Serangan balasan Iran sendiri telah menewaskan 10 orang di Israel.

Selain itu, sedikitnya enam personel militer Amerika Serikat juga dilaporkan tewas dalam konflik tersebut. Jenazah mereka tiba di sebuah pangkalan Angkatan Udara di Delaware pada Sabtu.

Sementara itu, di Eropa, sebuah ledakan terjadi di Kedutaan Besar AS di Oslo pada Minggu (8/3/2026) dini hari. Polisi Norwegia mengatakan insiden tersebut menyebabkan kerusakan ringan namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Saksi mata yang berbicara kepada harian Norwegia Verdens Gang mengatakan asap terlihat mengepul dari area sekitar kompleks kedutaan.

Penyebab ledakan serta pihak yang bertanggung jawab belum diketahui. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |