Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Donald Trump mengalihkan kerja sama kecerdasan buatan (AI) untuk kebutuhan militer dari Anthropic ke OpenAI. Langkah ini diambil setelah Anthropic ditetapkan sebagai "Risiko Rantai Pasok terhadap Keamanan Nasional" oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Keputusan tersebut membuat seluruh vendor dan kontraktor Departemen Pertahanan AS wajib menyatakan tidak menggunakan model AI milik Anthropic. Trump bahkan memerintahkan seluruh lembaga federal untuk segera menghentikan penggunaan teknologi perusahaan tersebut.
CEO OpenAI Sam Altman pun mengumumkan tercapainya kesepakatan dengan Departemen Pertahanan.
"Malam ini, kami mencapai kesepakatan dengan Departemen Perang (Department of War/DoW) untuk mengerahkan model kami di jaringan rahasia mereka," tulis Altman di platform X, dikutip dari CNBC International, Senin (2/3/2026).
"Dalam seluruh interaksi kami, DoW menunjukkan penghormatan yang mendalam terhadap aspek keselamatan dan keinginan untuk bermitra demi mencapai hasil terbaik, imbuhnya.
Altman mengatakan dalam memo kepada karyawan bahwa OpenAI memiliki "garis merah" yang sama dengan Anthropic. Dalam unggahannya, ia menyatakan kerja sama itu tetap dibatasi oleh prinsip keselamatan yang ketat.
"Dua prinsip keselamatan terpenting kami adalah larangan terhadap pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom," tulis Altman.
Ia menambahkan bahwa pemerintah menyetujui prinsip tersebut dan memasukkannya dalam perjanjian resmi.
Sebelumnya, Anthropic merupakan perusahaan AI pertama yang mengoperasikan modelnya di jaringan rahasia militer AS. Namun negosiasi lanjutan kontrak gagal setelah perusahaan itu meminta jaminan bahwa teknologinya tidak digunakan untuk senjata otonom penuh maupun pengawasan massal warga Amerika.
Sementara Departemen Pertahanan AS meminta Anthropic menyetujui penggunaan model untuk seluruh kasus penggunaan yang sah secara hukum oleh militer.
Anthropic dalam pernyataannya menyebut pihaknya "sangat sedih" atas keputusan Pentagon melabeli perusahaan itu sebagai risiko rantai pasok. Perusahaan menyatakan akan menggugat penetapan tersebut di pengadilan.
AS Masih Pakai AI Anthropic Buat Serang Iran
Terpisah, laporan Wall Street Journal menyebut tool AI Anthropic masih digunakan dalam perang melawan Iran, hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan untuk berhenti menggunakannya.
Komando Pusat AS di Timteng menggunakan perangkat Anthropic untuk penilaian intelijen, identifikasi target, dan simulasi skenario pertempuran, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal, dikutip dari NDTV.
Claude AI buatan Anthropic juga dilaporkan digunakan dalam operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Langkah besar Trump terhadap Anthropic terjadi pada Jumat (27/2) ketika CEO perusahaan tersebut, Dario Amodei, menolak tuntutan Pentagon untuk mengizinkan militer menggunakan teknologi AI-nya tanpa batasan.
Ia memerintahkan sebagian besar lembaga untuk segera menghentikan penggunaan AI Anthropic, tetapi memberi Pentagon waktu enam bulan untuk secara bertahap menghapus teknologi yang sudah tertanam dalam platform militer.
"Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya, dan tidak akan berbisnis dengan mereka lagi!" kata Trump dalam sebuah unggahan di media sosial, menyebut keputusan Anthropic sebagai "kesalahan yang sangat fatal."
Ia juga menyebut mereka yang bekerja di Anthropic sebagai "orang-orang gila sayap kiri" dan mengatakan "keegoisan mereka membahayakan nyawa warga AS dan keamanan nasional".
Menurut pemimpin Partai Republik, Anthropic melakukan kesalahan dengan mencoba menekan Pentagon.
Anthropic berencana untuk menantang keputusan pemerintahan Trump yang menyebutnya sebagai "risiko rantai pasokan" di pengadilan. Perlawanan Anthropic menjadikannya salah satu dari sedikit perusahaan yang secara langsung melakukannya pada masa jabatan kedua Presiden AS.
Dalam sebuah pernyataan, Anthropic mengatakan "tidak ada intimidasi atau hukuman apa pun dari DoD" yang akan mengubah posisi mereka mengenai pengawasan domestik massal atau senjata otonom sepenuhnya.
"Kami akan menantang penetapan risiko rantai pasokan apa pun di pengadilan," katanya.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
1
















































