Usai Terima Ancaman Iran, Trump Cari Dukungan dari Israel

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington pada Rabu mendatang untuk membahas pembicaraan Amerika dengan Iran. Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan, setelah Menteri Luar Negeri Iran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS di kawasan.

Kantor Netanyahu menegaskan bahwa seluruh negosiasi harus mencakup pembatasan rudal balistik Iran dan penghentian dukungan terhadap poros Iran. Pernyataan itu merujuk pada dukungan Teheran terhadap kelompok militan seperti Hizbullah di Lebanon dan Hamas di wilayah Palestina.

Trump dan Netanyahu terakhir kali bertemu pada Desember lalu dalam konteks kerja sama strategis kedua negara. Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait rencana pertemuan tersebut.

Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sebelumnya menggelar pembicaraan tidak langsung di Oman pada Jumat lalu. Namun, pertemuan itu dinilai kembali ke titik awal terkait pendekatan dalam membahas program nuklir Iran.

Trump menyebut pembicaraan tersebut sebagai "sangat baik" dan mengatakan putaran lanjutan akan digelar pada awal pekan depan. Delegasi AS dalam pembicaraan itu diwakili oleh utusan khusus Timur Tengah Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

Trump juga berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa Iran mencapai kesepakatan nuklir. Ancaman itu disertai dengan pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln dan sejumlah kapal perang lain ke kawasan.

Negara-negara Arab Teluk khawatir potensi serangan dapat memicu perang regional yang lebih luas. Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh ingatan akan perang Israel-Iran selama 12 hari pada Juni lalu.

Untuk pertama kalinya dalam negosiasi dengan Iran, Amerika Serikat melibatkan panglima militer tertinggi di Timur Tengah. Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Angkatan Laut Brad Cooper, turut hadir dan kemudian mengunjungi USS Abraham Lincoln bersama Witkoff dan Kushner.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pembicaraan nuklir harus berlangsung dalam suasana tenang tanpa ancaman. Ia menambahkan para diplomat telah kembali ke ibu kota masing-masing, menandakan putaran negosiasi ini telah berakhir.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera pada Sabtu, Araghchi menyatakan bahwa jika AS menyerang Iran, negaranya tidak memiliki kemampuan menyerang wilayah AS secara langsung. Karena itu, Iran akan membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di kawasan.

Araghchi juga menyebut terdapat ketidakpercayaan yang sangat dalam akibat pengalaman negosiasi sebelumnya. Ia merujuk pada pemboman fasilitas nuklir Iran oleh AS dalam perang Israel-Iran tahun lalu.

Lebih lanjut, Araghchi menegaskan isu rudal dan pertahanan sama sekali tidak dapat dinegosiasikan. Menurutnya, hal tersebut tidak akan dibahas sekarang maupun di masa depan.

Teheran selama ini menegaskan bahwa pembicaraan hanya akan difokuskan pada program nuklir. Namun, Al Jazeera melaporkan adanya proposal dari diplomat Mesir, Turki, dan Qatar kepada Iran.

Dalam proposal tersebut, Iran diminta menghentikan pengayaan uranium selama tiga tahun dan mengirim uranium yang sangat diperkaya ke luar negeri. Iran juga diminta berjanji tidak memulai penggunaan rudal balistik.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa pembicaraan perlu mencakup seluruh isu tersebut. Pernyataan itu sejalan dengan sikap Israel yang menilai Iran tengah mengejar senjata nuklir.

Israel, sebagai sekutu dekat AS, menginginkan program nuklir Iran dihentikan sepenuhnya. Selain itu, Israel juga menuntut penghentian program rudal balistik Iran serta dukungan Teheran terhadap kelompok militan di kawasan.

Dalam forum di Qatar, Araghchi menuding Israel sebagai pihak yang mendestabilisasi kawasan. Ia menuduh Israel melanggar kedaulatan negara lain, melakukan pembunuhan pejabat, serta memperluas operasi militernya.

Araghchi juga mengkritik perlakuan Israel terhadap warga Palestina. Ia menyerukan sanksi komprehensif dan terarah terhadap Israel, termasuk embargo senjata segera.

(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |