Video: AmCham Ungkap Tantangan Perdagangan RI-AS di Tengah Perang

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- CNBC Indonesia menyelenggarakan Food Summit 2026 "Indonesia Food Safety Urgency: Towards a New Policy Framework" yang ditujukan untuk mendorong pemahaman bersama, memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan, serta merumuskan rekomendasi strategis dalam penguatan sistem keamanan dan mutu pangan nasional.

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga, Bara Krishna Hasibuan dalam Food Summit 2026 menyampaikan langkah pemerintah memastikan keamanan stok dan harga pangan di tengah gejolak global.

Pemerintah mendorong produksi pangan utama dengan target pada 2027 dapat mencapai swasembada 4 komoditas yakni beras, garam, gula dan jagung. Menghadapi tegangan global ini, pemerintah mewaspadai dampak perang terhadap komoditas pangan impor seperti gandum dan kedelai terkait rantai pasok dunia.

Selain impor bahan pangan langsung, pemerintah juga mencermati bahan baku pupuk yang terimbas gejolak perang utamanya fosfat, sulfur dan kalium sehingga tengah diupayakan bahan pengganti yang bisa diproduksi dalam negeri.

Dari sisi produksi pupuk nasional di tengah perang Timur Tengah, Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo mengatakan produksi Pupuk Indonesia saat ini sebesar 14,8 juta ton untuk mendukung produksi pangan dalam negeri yakni Urea dan NPK.

Dimana untuk Pupuk Urea bahan baku berasal dari gas alam yang berasal dari dalam negeri dengan target produksi 7,8 juta ton sementara kebutuhan hanya 6,3 juta ton sehingga sisanya bisa di ekspor ke Australia. Namun dari Pupuk NPK, bahan baku khusus Sulfur mengandalkan Negeri Teluk maka akan diganti dengan asam sulfat dari Freeport dan Aman Mineral.

Dari American Chamber Of Commerce in Indonesia, Managing Director AmCham Indonesia, Donna Priadi mengungkapkan dampak gejolak geopolitik dan ekonomi global terhadap perdagangan RI-AS karena mengganggu terkait logistik dan rantai pasok global.

Pengusaha Indonesia menghadapi tantangan dan gangguan pasokan bahan baku terkait biaya logistik dan perizinan sehingga diharapkan dukungan pemerintah terkait kepastian regulasi dan mendukung iklim investasi.

Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga, Bara Krishna Hasibuan serta Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia (Persero), Dwi Satriyo Annurogo dan Managing Director AmCham Indonesia, Donna Priadi dalam Food Summit 2026, CNBC Indonesia(Senin, 20/04/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |