Video: Lemhanas Dorong Perkuat Komunikasi Publik Sektor Pertambangan

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Tenaga Ahli Profesional Sumber Kekayaan Alam LEMHANAS, Edi Permadi menyebutkan gejolak geopolitik Timur Tengah hingga perang Rusia vs Ukraina yang belum berakhir telah memberi dampak bagi industri pertambangan RI.

Ketidakpastian geopolitik telah mengerek harga sejumlah komoditas energi termasuk batu bara, sehingga perbaikan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) batu bara 2026 diharapkan dapat menjadi pendorong investasi dan pendapatan sektor batu bara.

Dari sektor nikel, Kenaikan harga BBM hingga harga asam sulfat dikhawatirkan dapat mengerek lonjakan biaya produksi utamanya pada proyek smelter nikel berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL). Sementara sektor timah dan tembaga dinilai masih sangat baik menghadapi gejolak geopolitik dunia.

Lemhanas mendorong transformasi dan efisiensi sektor tambang dalam menghadapi gejolak pasar global. Selain itu didorong perbaikan komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat terhadap dinamika global dan nasional di sektor pertambangan yang dapat dilakukan oleh Kemenko Perekonomian dan Danantara.

Sementara terkait wacana pemerintah menerapkan skema production sharing contract (PSC) pada sektor migas ke minerba, Lemhanas menilai wacana ini masih dalam tahap awal mengingat bisnis model migas dan minerba sangat berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan upaya jangka panjang untuk menarik investor melakukan eksplorasi guna menjaga produksi dalam negeri.

Seperti apa Lemhanas melihat tantangan dan upaya meningkatkan pendapatan sektor minerba? Selengkapnya simak dialog Shafinaz Nachiar dengan Tenaga Ahli Profesional Sumber Kekayaan Alam LEMHANAS, Edi Permadi dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Senin, 18/05/2026)


Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |