Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti melakukan pertemuan dengan Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, sekaligus Anggota Majelis Nasional (MNA) di di Gedung Bilawal, Karachi, Pakistan pada Sabtu (10/1/2026). Pertemuan tersebut merupakan rangkaian tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8-9 Desember tahun lalu.
Disebutkan, pertemuan itu membahas sejumlah isu penting dan strategis, bidang sosial-ekonomi, termasuk kerja sama perdagangan antarkedua negara.
Ditambahkan, pertemuan ditujukan untuk memperkuat dan memperluas kerja sama bilateral antara Indonesia dan Pakistan, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan iklim, kesejahteraan sosial, pembangunan berkelanjutan, serta penguatan hubungan antar masyarakat (people-to-people ties).
Kedatangan Wamendag Roro disambut dengan hangat oleh Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto. Dia menyinggung adanya keterkaitan leluhur antara Wakil Menteri dengan Pakistan membuat pertemuan tersebut lebih bermakna dan memudahkan dalam keterlibatan bilateral kedua negara.
Wamendag Roro mendorong kerja sama lanjutan untuk memperluas perjanjian perdagangan melalui peningkatan status IP-PTA menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2027.
"Saya harap peningkatan kerja sama dari IP-PTA menuju CEPA akan memberikan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha serta membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Pakistan," kata Wamendag Roro dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Dia pun menyampaikan apresiasi atas sambutan yang hangat oleh Pemerintah Pakistan. Ia turut menegaskan, hubungan Indonesia-Pakistan telah terjalin erat dan terus berkembang di atas nilai persahabatan, solidaritas, serta komitmen bersama terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
"Indonesia dan Pakistan memiliki banyak kesamaan nilai, khususnya dalam memperjuangkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat kedua negara," ujarnya.
Selanjutnya, pertemuan turut membahas mengenai perubahan cuaca iklim yang ekstrem belakangan ini yang menjadi tantangan global bersama. Wamendag Roro menyampaikan ketertarikannya untuk dapat mempelajari pengalaman dari Provinsi Sindh dalam pembangunan perumahan yang tangguh iklim dalam skala besar, khususnya pascabanjir 2022. Ia menilai kebijakan kepemilikan rumah atas nama perempuan kepala keluarga sebagai langkah progresif yang sejalan dengan agenda pemberdayaan perempuan.
"Saya melihat apa yang dilakukan Provinsi Sindh ini sangat inspiratif. Membangun hunian yang tangguh terhadap iklim sekaligus memastikan kepemilikan rumah atas nama perempuan adalah langkah nyata dari pemerintah terhadap perempuan," katanya.
Di sisi lain,Wamendag Roro menyoroti peluang penguatan kerja sama ekonomi, termasuk di sektor produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta pengembangan rantai nilai dan ketahanan pangan.
"Kami melihat adanya potensi besar untuk memperluas kolaborasi ekonomi kedua negara, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga investasi dan penguatan rantai nilai yang mendukung ketahanan pangan jangka panjang," jelasnya.
Pada pertemuan ini kedua negara sepakat untuk terus memperkuat hubungan bilateral melalui dialog berkelanjutan dan kerja sama konkret, khususnya di bidang perdagangan, pembangunan berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.
Simpati Atas Bencana Sumatra & Puji Program MBG Prabowo
Sementara, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto menyampaikan ungkapan duka cita dan simpati atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 3 provinsi di Sumatra pada akhir November 2025 lalu. Ia turut simpati kepada keluarga yang terdampak serta mendoakan kesembuhan bagi seluruh korban yang terdampak.
Wamendag Roro juga mengutip pernyataan Ibu Negara Pakistan yang memuji sikap tegas dan konsisten dari Presiden Prabowo Subianto dalam membela Gaza, khususnya dukungan Indonesia terhadap hak-hak rakyat Palestina.
Merespons hal itu, Wamendag Roro menyampaikan, Indonesia sejalan dengan arahan Presiden Prabowo terhadap sikap konsisten Indonesia dalam mendukung hak rakyat Palestina. Serta pentingnya dukungan internasional bagi rekonstruksi Gaza dan perlindungan terhadap warga sipil.
Terakhir, pertemuan tersebut menyoroti pertukaran tingkat tinggi terbaru yang terjadi antara kedua negara pada Desember tahun lalu. Ibu Negara Pakistan menyambut baik atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan dan turut mengapresiasi program MBG sebagai kesejahteraan sosial yang berfokus pada pemenuhan gizi bagi perempuan dan anak.
Ibu Negara Pakistan mencatat bahwa Pakistan turut mengejar tujuan serupa melalui program unggulan seperti Benazir Income Support Programme.
(dce/dce)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
2
















































