Jakarta, CNBC Indonesia - Kue kering dan minuman manis hampir selalu hadir dalam perayaan Lebaran. Meski lezat dan menggoda, konsumsi berlebihan berpotensi memicu kenaikan berat badan secara signifikan.
Pakar gizi dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, mengingatkan bahwa kedua jenis hidangan tersebut mengandung gula dalam jumlah tinggi. Kandungan ini menyumbang kalori besar, namun tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama.
"Kalorinya tinggi, tapi tidak mengenyangkan. Ini membuat orang cenderung makan lebih banyak dan berulang kali. Kalau tidak dikendalikan, berat badan bisa naik drastis," kata Lailatul dalam keterangan tertulis dikutip Senin (23/3/2026).
Dirinya menjelaskan, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan berkisar empat hingga lima sendok makan atau setara 50 gram. Jika konsumsi melebihi batas konsumsi gula harian, risiko gangguan kesehatan pun meningkat.
"Kalau asupan gula berlebihan, risiko overweight hingga obesitas makin besar. Dan kalau sudah obesitas, penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung bisa mengintai," ujarnya.
Untuk mencegah hal ini, Lailatul menyarankan masyarakat agar tetap memperhatikan pola makan saat Lebaran. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain mengatur porsi makanan manis, cukup tidur, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, rutin bergerak, serta menghindari kebiasaan merokok.
"Lebaran bukan alasan untuk melupakan gaya hidup sehat. Justru harus lebih waspada karena risiko kenaikan berat badan dan penyakit degeneratif bisa meningkat tajam jika pola makan tak terkendali," tegasnya.
(ayh/ayh)
Addsource on Google

6 hours ago
4
















































