loading...
Setelah serangan Amerika Serikat atau AS-Israel terhadap Iran, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah antisipatif demi menjaga ketahanan energi nasional. Foto/Dok
JAKARTA - Seiring eskalasi konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat atau AS-Israel terhadap Iran, PT Pertamina (Persero) mengambil langkah antisipatif demi menjaga ketahanan energi nasional. Sebagai langkah prioritas, Pertamina bakal memastikan keselamatan pekerja dan keberlangsungan operasional melalui penguatan mitigasi risiko maupun pemantauan intensif di seluruh lini terdampak.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyatakan, seluruh pekerja, operasional dan armada yang berada di area Timur Tengah termonitor secara intensif. Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel, Ini Imbasnya ke Kantong Warga RI
"Pertamina juga telah menyiapkan langkah mitigasi risiko serta memperkuat komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, KJRI dan otoritas setempat guna menjaga kelancaran operasional dan keamanan kru,” kata Baron dalam keterangan resmi, dikutip Senin (2/3/2026).
Sebagai penopang utama kebutuhan energi Indonesia, Pertamina memastikan seluruh rantai bisnis, mulai dari penyediaan minyak mentah hingga distribusi BBM dan LPG dalam negeri, tetap berjalan optimal dan dalam kondisi terkendali. Komitmen ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan energi tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Baron menyampaikan bahwa korporasi juga memetakan tiga unit usaha strategis yang memiliki keterkaitan langsung dengan dinamika kawasan tersebut. Ketiganya meliputi PT Pertamina International Shipping (PIS) Non Captive yang bergerak di bidang pengangkutan energi global, Pertamina Internasional EP (PIEP) dengan kegiatan hulu di Basra, Irak, serta Pertamina Patra Niaga yang berperan dalam pengadaan minyak mentah dan produk energi dari sumber di kawasan Timur Tengah.

















































