Jakarta, CNBC Indonsia - Gaya hidup hemat atau frugal living menjadi salah satu cara yang semakin populer untuk mengelola keuangan pribadi. Dalam sebuah video di YouTube, seorang kreator konten membagikan sejumlah kebiasaan sederhana yang umum dilakukan di rumah tangga Jepang untuk menghemat uang tanpa harus hidup pelit.
Dalam video tersebut, kreator konten Mako menjelaskan, hidup hemat bukan berarti tidak mengeluarkan uang sama sekali. Sebaliknya, frugal berarti menggunakan uang secara sadar dan terencana agar tidak terbuang untuk hal yang tidak penting.
Meski menerapkan berbagai kebiasaan hemat, bukan berarti seseorang tidak boleh menikmati hidup. Mako bilang, inti dari frugal living adalah menggunakan uang untuk hal yang benar-benar penting, seperti makanan berkualitas atau pengalaman bersama orang terdekat.
Dengan kata lain, hidup hemat bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tetapi memastikan uang digunakan untuk hal yang memberikan nilai lebih dalam kehidupan.
Menurutnya, banyak kebiasaan hemat yang ia pelajari dari ibunya di Jepang. Kebiasaan tersebut terlihat sederhana, tetapi terbukti membantu mengontrol pengeluaran sehari-hari.
Berikut beberapa kebiasaan hemat ala rumah tangga Jepang yang dibahas mengutip YouTube @mylifeasmako, Selasa (10/3/2026).
1. Mencatat semua pengeluaran
Salah satu kebiasaan penting adalah membuat pengeluaran menjadi "terlihat". Banyak keluarga di Jepang masih mencatat belanja secara manual menggunakan pulpen atau pensil dan buku keuangan rumah tangga yang dikenal sebagai kakeibo.
Dengan cara ini, seseorang dapat memahami ke mana saja uang mereka digunakan setiap bulan.
2. Menyusun anggaran bulanan
Setelah mengetahui pola pengeluaran, langkah berikutnya adalah membuat anggaran bulanan. Cara ini membantu mengontrol pengeluaran agar tidak melebihi pendapatan.
3. Memisahkan kategori pengeluaran
Pada tahap lebih lanjut, pengeluaran biasanya dibagi ke beberapa kategori seperti kebutuhan rumah tangga, transportasi, makanan, hingga hiburan. Metode ini memudahkan seseorang melihat pos mana yang paling banyak menghabiskan uang.
4. Menentukan tabungan di awal
Dalam metode ini, tabungan tidak dilakukan dari sisa uang. Sebaliknya, tabungan ditentukan sejak awal. Rumus yang digunakan adalah: Pendapatan - biaya tetap - tabungan = pengeluaran variabel.
Dengan cara ini, tabungan menjadi prioritas sebelum uang digunakan untuk belanja lainnya.
5. Mengurangi barang yang tidak diperlukan
Kebiasaan lain yang dianggap penting adalah decluttering atau menyingkirkan barang yang tidak lagi digunakan. Langkah ini membantu seseorang menyadari barang apa saja yang sebenarnya sudah dimiliki sehingga mengurangi pembelian yang tidak perlu.
6. Membeli barang berkualitas
Alih-alih membeli barang murah yang cepat rusak, banyak keluarga Jepang memilih membeli produk berkualitas yang bisa dipakai dalam jangka panjang. Menurut Mako, cara ini justru lebih hemat karena tidak perlu sering mengganti barang.
Kebiasaan lain yang cukup sederhana adalah menunda membeli barang selama beberapa hari. Jika setelah beberapa hari barang tersebut masih benar-benar dibutuhkan, barulah pembelian dilakukan. Metode ini membantu menghindari belanja impulsif.
8. Membawa minuman dan makanan sendiri
Membawa air minum atau camilan dari rumah juga menjadi kebiasaan hemat yang umum dilakukan. Cara ini tidak hanya mengurangi pengeluaran kecil seperti membeli minuman di kafe atau toko serba ada, tetapi juga membantu mengurangi sampah plastik.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

8 hours ago
1
















































