Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan ada 143,9 juta yang akan melakukan aktivitas mudik lebaran. Puncak arus mobilisasi itu akan berada pada pertengahan dan akhir bulan Maret ini.
"Sesuai dengan yang telah disimulasikan oleh Kementerian Perhubungan dihadapkan pada statistik lebaran sebelumnya, diperkirakan puncak arus mudik jatuh di tanggal 14 dan 15 Maret. Kemudian puncak mudik kedua di tanggal 18 dan 19 Maret," kata AHY di Kantor Staf Presiden, Rabu (11/3/2026).
Daerah tujuan mudik terbanyak menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Kemudian terkait dengan arus balik Lebaran, diperkirakan puncaknya jatuh pada tanggal 24 - 25 Maret, dan puncak arus kepulangan kedua pada 28 - 29 Maret.
Sehingga menurut AHY, pemerintah memberlakukan program work from anywhere (WFA) untuk mengurai kemacetan. Supaya masyarakat bisa mengalihkan tanggal kepulangannya di saat puncak arus mudik.
"Nanti dijelaskan lebih rinci oleh bapak Menko PMK. Intinya kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem," kata AHY.
Foto: Puncak arus mudik masih berlangsung pada H-2 Lebaran 2025. Situasi lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di KM 41 arah Cikarang Barat, terpantau padat merayap pada siang hari, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Puncak arus mudik masih berlangsung pada H-2 Lebaran 2025. Situasi lalu lintas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, khususnya di KM 41 arah Cikarang Barat, terpantau padat merayap pada siang hari, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Kebijakan WFA
Dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, menjelaskan bahwa pemerintah memutuskan kebijakan flexible working arrangement untuk mendistribusikan pergerakan pemudik. Melihat saat puncak arus mudik itu di 14 - 15 Maret itu berdekatan dengan akhir pekan.
Untuk itu pemerintah memutuskan flexible working arrangement pada 16 - 17 Maret, dan setelah lebaran pada 25, 26, 27 Maret.
"Jadi 14 mulai week end, Minggu tanggal 15 week end. Kemudian pemerintah memutuskan flexible working arrangement itu di tanggal 16, 17. Sedangkan tanggal 18 adalah cuti bersama," kata Pratikno.
"Kemudian ini berbarengan juga dengan libur nasional Hari Suci Nyepi. Jadi itu jatuh pada tanggal 19, kemudian Idul Fitri adalah 20,21,22 begitu ya. Kemudian nanti disambung cuti bersama lagi pekan depannya yaitu pada 23, 24 (Maret). Setelah flexible working arrangement kembali dilakukan setelah Idul Fitri tanggal 25 hari Rabu, 26 hari Kamis, 27 hari Jumat," tambahnya.
Pratikno mengatakan flexible working arrangement itu diharapkan mampu mengurai pemudik agar tidak menumpuk di satu waktu.
(emy/wur)
Addsource on Google

3 hours ago
2
















































