Amerika Siapkan Proyek Rp 337 Triliun, Takut Kalah Lawan China

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - NASA mengubah arah eksplorasi luar angkasa mereka. Badan antariksa Amerika Serikat itu membatalkan proyek stasiun luar angkasa di orbit Bulan dan mengalihkannya menjadi pembangunan pangkalan permanen di permukaan Bulan senilai US$20 miliar atau sekitar Rp337 triliun.

Kepala NASA, Jared Isaacman, menyebut langkah ini sebagai strategi baru untuk mempercepat dominasi AS di Bulan, sekaligus menyalip ambisi China yang menargetkan pendaratan astronaut pada 2030.

"Pendekatan bertahap yang direvisi ini adalah persis bagaimana NASA mencapai hal yang hampir mustahil pada tahun 1960-an," ujarnya dikutip dari Reuters, Rabu (25/3/2026).

Tak hanya itu, NASA juga menyiapkan langkah lainnya, yakni mengirim pesawat luar angkasa bertenaga nuklir ke Mars sebelum 2028 melalui misi Space Reactor 1 Freedom.

Ini menandai loncatan teknologi besar, dari sekadar eksperimen laboratorium menuju implementasi nyata tenaga nuklir di luar angkasa.

Namun keputusan NASA menimbulkan konsekuensi. Proyek Lunar Gateway yang sudah digarap bersama mitra internasional kini praktis dihentikan. Akibatnya, peran negara seperti Jepang, Kanada, hingga European Space Agency menjadi tidak jelas.

"Meski ada tantangan nyata terkait perangkat keras dan jadwal, kami dapat mengalihkan penggunaan peralatan dan komitmen mitra internasional untuk mendukung operasi di permukaan dan tujuan program lainnya," kata Isaacman.

Kepala ESA, Josef Aschbacher, mengatakan akan mempelajari rencana baru tersebut dan melanjutkan diskusi dengan NASA.

Lunar Gateway awalnya dirancang sebagai platform penelitian sekaligus stasiun transit bagi astronot sebelum turun ke permukaan Bulan. Rencana saat ini menargetkan pendaratan astronot pada 2028.

Perubahan yang dilakukan Isaacman dalam beberapa minggu terakhir mengubah kontrak bernilai miliaran dolar dalam program Artemis, memaksa perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan percepatan AS di tengah kemajuan China menuju target pendaratan Bulan pada 2030.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |