Harga Pangan Jelang Lebaran
Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
06 March 2026 15:13
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah memastikan kondisi harga pangan menjelang Idulfitri masih terkendali. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut sebagian besar komoditas relatif stabil, bahkan beberapa di antaranya justru mengalami penurunan harga.
Amran mengatakan, pemerintah terus memantau perkembangan pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Dari hasil pemantauan tersebut, ketersediaan stok dinilai mencukupi sehingga mampu menahan tekanan harga.
"Stok tinggi. Jadi ketemu stok tinggi, permintaan tinggi. Sehingga aku sudah cek tadi relatif stabil (harga pangan). Ada yang naik sedikit, ayam ras itu naik 0,68 persen rata-rata seluruh Indonesia, relatif aman," kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).
Ia menilai kenaikan harga daging ayam ras masih sangat tipis dan tetap berada dalam batas yang wajar. Bahkan menurutnya, kenaikan tersebut bisa memberi ruang bagi peternak untuk memperoleh tambahan pendapatan menjelang Hari Raya.
"Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak sedikit-sedikit supaya dia dapat baju Lebaran," ujarnya.
Selain ayam ras yang mengalami kenaikan tipis, Amran menyebut beberapa komoditas justru mencatat penurunan harga, terutama komoditas hortikultura.
"Ada turun. Hati-hati. Yang turun kemarin minus tuh ada cabai rawit turun. Cabai merah turun. Bawang merah sama bawang putih juga turun," ucap dia.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan hingga pekan keempat Februari 2026, harga cabai rawit memang sempat berfluktuasi. Secara nasional, rata-rata harga komoditas ini berada di kisaran Rp70.036 per kilogram (kg).
Harga tersebut tercatat meningkat sekitar 21,82% dibandingkan Januari. Meski demikian, dalam beberapa pekan terakhir harga mulai mengalami koreksi di sejumlah daerah.
Data yang sama menunjukkan kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit terjadi di sekitar 61,39% wilayah kabupaten/kota di Indonesia.
Sementara itu, cabai merah tercatat memiliki harga rata-rata sekitar Rp43.746 per kg pada periode yang sama. Kenaikan harga komoditas ini relatif terbatas, yakni sekitar 2,81% dibandingkan Januari 2026, dan masih berada dalam kisaran Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.
Cabai merah juga mencatat kenaikan IPH di sekitar 59,72% wilayah Indonesia, yang menunjukkan adanya tekanan harga di sebagian daerah meskipun secara nasional masih terkendali.
Di sisi lain, harga bawang putih tercatat mengalami penurunan tipis. Rata-rata harga nasional berada di sekitar Rp39.811 per kg pada akhir Februari 2026, atau turun sekitar 0,01% dibandingkan Januari. Meski begitu, harga tersebut masih berada di atas HAP yang berlaku.
Penurunan harga bawang putih tercatat terjadi di sekitar 40,83% wilayah kabupaten/kota di Indonesia, sementara wilayah lainnya menunjukkan pergerakan harga yang relatif stabil.
Adapun untuk daging ayam ras, harga rata-rata nasional tercatat sekitar Rp41.013 per kg pada akhir Februari 2026. Angka tersebut sedikit melampaui HAP konsumen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp40.000 per kg.
Secara bulanan, harga daging ayam ras naik sekitar 2,21% dibandingkan Januari 2026. Kenaikan tersebut tercermin dari peningkatan IPH yang terjadi di sekitar 58,06% wilayah Indonesia.
(dce)
Addsource on Google

23 hours ago
1















































