Bacaan Dzikir dan Doa setelah Sholat Witir agar Hati Tenang Teks Arab, Latin, Arti dan Fadhilahnya

1 week ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kesibukan duniawi, yang penuh tekanan dan terkadang membuat gelisah, umat Islam dianugerahi ibadah-ibadah sunnah yang menjadi sarana mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa adalah sholat Witir. Untuk itu, umat Islam perlu memahami dzikir dan doa setelah sholat witir agar hati tenang.

Dalam kitab Mughni al-Muhtaj karya Imam al-Khatib al-Syarbini dijelaskan bahwa dzikir dan doa setelah witir adalah amalan yang bersumber dari hadits shahih riwayat Abu Dawud dan An-Nasa'i. Dzikir tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pujian kepada Allah, tetapi juga sebagai terapi spiritual yang menenteramkan jiwa.

Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menegaskan bahwa memperbanyak dzikir setelah sholat merupakan waktu mustajab untuk memohon ketenangan dan ampunan. Dengan istiqamah, seorang hamba akan merasakan kedekatan dengan Allah Yang Maha Pengasih, sehingga segala kegelisahan hati berubah menjadi ketenangan yang hakiki.

Berikut ini adalah bacaan dzikir dan doa setelah sholat witir, lengkap teks Arab, Latin dan artinya.

Dzikir Doa setelah Sholat Witir

Setelah sholat witir, kita dianjurkan untuk membaca dzikir dan doa berikut:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ  

Latin: Subhānal malikil quddūs

Artinya: Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa.

Kalimat dzikir itu dibaca sebanyak 3x, dan pada bacaannya yang ketiga dianjurkan untuk lebih mengeraskan suaranya melebihi bacaan pertama dan kedua, dengan penambahan dzikir berikut ini.

Dzikir Doa setelah Sholat Witir 2

Setelah itu, dilanjut dengan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم (وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ

Latin: Subhānal malikil quddūsi rabbil malā'ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil 'azhamati wal jabarūt, wa ta'azzazta bil qudrati, wa qahhartal 'ibāda bil maut. Allāhumma innī a'ūdzu bi ridhāka min sukhthika wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūdzu bika minka lā uhshī tsanā'an 'alaika anta kamā atsnaita 'alā nafsik. A'ūdzu billāhi minasy syaithānir rajīm. Bismillāhir rahmānir rahīm, wa dzan nūni idz dzahaba mughādhiban fa zhanna an lan naqdira 'alaihi fa nādā fīzh zhulumāti an lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minaz zhālimīn.

Artinya: Mahasuci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dari tiupan dan bisikannya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ‘Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim. 

Dzikir setelah Sholat Witir 3

Umat Islam dapat membaca dzikir setelah sholat witir, dengan urutan sebegai berikut:

1. Syahadat (3x)

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ

Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

2. Istighfar (3x)

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Latin: Astaghfirullāh

Artinya: Aku memohon ampunan Allah.

3. Doa Memohon Ridha dan Surga (3x)

 أَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ

Latin: As'aluka ridhāka wal jannata, wa a'ūdzu bika min sakhathika wan nār

Artinya: Ya Allah, aku memohon ridha-Mu dan surga-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka-Mu.

5. Doa Perlindungan

 اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Latin: Allāhumma innī a'ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika, wa a'ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā'an 'alaika, anta kamā atsnaita 'alā nafsik

Artinya: Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (murka)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Doa Selanjutnya

Setelah membaca doa di atas, kemudian dilanjutkan dengan membaca bacaan berikut, dan paling baik dibaca sampai 40 x yaitu:

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ لَاإِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَــانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Latin: Yā Hayyu yā Qayyūmu lā ilāha illā anta subhānaka innī kuntu minaz zhālimīn

Artinya: Wahai Dzat Yang Mahahidup dan berdiri sendiri, tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.

Setelah itu, kemudian diakhiri dengan membaca ayat berikut:  

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Latin: Fastajabnā lahu wa najjaynāhu minal ghammi wa kadzālika nunjil mu'minīn

Artinya: Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedudukan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman (Habib Zain bin Sumaith, Taqriratus Sadidah, 2003, halaman 287).  

Keutamaan Dzikir dan Doa Setelah Sholat Witir

1. Mendapatkan Ampunan Allah

Membiasakan membaca istighfar setelah sholat sebagai bentuk penghambaan dan keyakinan bahwa manusia tidak luput dari dosa dan kekhilafan.

2. Meraih Perlindungan dari Murka dan Siksa Allah

Doa perlindungan yang diajarkan Nabi mengandung makna yang sangat dalam, yaitu berlindung kepada Allah dari murka-Nya dengan mencari ridha-Nya. 

3. Mensucikan Allah sebagai Raja Yang Mahasuci

Bacaan tasbih mengandung makna pensucian Allah dari segala sifat kekurangan. Dzikir ini mengokohkan keyakinan bahwa hanya Allah Yang Mahasuci dan layak disembah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Thaha: 14.

4. Wasiat Nabi yang Menenteramkan Hati

Rangkaian dzikir setelah witir merupakan amalan yang bersumber dari hadis-hadis shahih. Membacanya secara rutin akan melahirkan ketenangan batin karena hati senantiasa terhubung dengan Allah di penghujung malam.

5. Doa Mustajab di Waktu Sahur

Sholat witir sering dikerjakan menjelang waktu sahur, yang merupakan waktu mustajab untuk berdoa. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran: 17 bahwa salah satu ciri orang bertakwa adalah memohon ampunan di waktu sahur (mustaghfirīna bil as-hār). Dzikir setelah witir menjadi penyempurna ibadah di waktu yang penuh keberkahan ini.

6. Pengakuan atas Kelemahan Diri

Doa mengajarkan bahwa manusia tidak akan mampu menghitung pujian kepada Allah. Sikap ini menumbuhkan kerendahan hati dan menjauhkan dari kesombongan spiritual.

7. Memohon Surga dan Perlindungan dari Neraka

Doa merupakan inti permohonan seorang mukmin, yaitu ridha Allah dan surga-Nya, serta perlindungan dari murka dan neraka.

Waktu Sholat Witir

Merujuk jurnal Pemahaman Hadis Tentang Sholat Witir (Metode Maudhui), Muhammad Hamsa Fauriz dan Wildan Maulana Syahroni, para ulama sepakat (ijma') bahwa waktu pelaksanaan sholat Witir dimulai setelah sholat Isya' hingga terbit fajar shadiq (masuk waktu Subuh). Syekh Wahbah Az-Zuhaili dalam kitab monumental Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu menegaskan bahwa kesepakatan ini sudah sangat jelas, dan tidak dibenarkan melaksanakan witir sebelum waktu Isya' .

Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat Witir adalah pada akhir malam, sebagai penutup sholat malam. Hal ini berdasarkan sabda Nabi, yang artinya: "Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari dengan sholat Witir." (HR. Bukhari dan Muslim) .

Namun, bagi yang khawatir tidak bisa bangun di akhir malam, dianjurkan untuk melakukannya di awal malam setelah tarawih, sebagaimana wasiat Nabi kepada Abu Hurairah.

Berbeda dengan sholat sunnah pada umumnya, sholat Witir memiliki kelonggaran untuk diqadha. Jika seseorang tertidur atau lupa hingga waktu Subuh tiba, ia diperbolehkan menggantinya di waktu Dhuha (siang hari) dengan jumlah rakaat genap. Hal ini berdasarkan praktik Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Aisyah Ra.:

Artinya: "Jika Rasulullah Saw. tidak dapat melakukan sholat malam karena tertidur atau sakit, maka beliau melakukan sholat pada siang hari sebanyak dua belas rakaat." (HR. Muslim) .

Pendapat yang kuat menyatakan bahwa qadha witir dilakukan dengan jumlah rakaat genap (misalnya, jika biasa witir 3 rakaat, maka diqadha 4 rakaat dengan dua salam) untuk membedakannya dengan sholat malam.

Tata Cara dan Bacaan dalam Sholat Witir

Sholat witir dapat dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat. Namun, para ulama menganjurkan tata cara tertentu untuk mendapatkan kesempurnaan.

1. Jumlah Rakaat

Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith dalam kitab Taqrirat as-Sadidah menjelaskan bahwa jumlah rakaat paling sedikit adalah satu, namun makruh jika dilakukan terus-menerus tanpa uzur. Tiga rakaat lebih utama, dan paling sempurna adalah sebelas rakaat .

2. Cara Pelaksanaan

Sholat witir dapat dilakukan dengan dua cara:

  • Fashl (terpisah): Mengerjakan sholat dua rakaat dengan satu salam, lalu ditutup dengan satu rakaat satu salam. Cara ini dinilai lebih utama.
  • Washl (menyambung): Mengerjakan tiga rakaat sekaligus dengan satu salam, namun dengan duduk tasyahud hanya di rakaat terakhir agar tidak menyerupai sholat Maghrib .

3. Bacaan Surat yang Dianjurkan

Dalam Fathul Allam karya Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdani, disebutkan anjuran bacaan surat setelah Al-Fatihah, yaitu:

  • Rakaat pertama (setelah dua rakaat): Surat Al-A'la.
  • Rakaat kedua (setelah dua rakaat): Surat Al-Kafirun.
  • Rakaat ketiga (rakaat witir): Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas .

4. Doa Qunut di Bulan Ramadhan

Terdapat perbedaan praktik qunut dalam witir. Mazhab Syafi'i dan beberapa ulama lainnya menyunnahkan membaca doa qunut pada rakaat terakhir sholat Witir di separuh akhir bulan Ramadhan (mulai malam ke-16). Hal ini berdasarkan atsar dari Ubay bin Ka'ab yang melakukannya atas perintah Umar bin Khattab

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |