- Apa bacaan dzikir setelah shalat tarawih menurut Muhammadiyah?
- Apa bacaan dzikir setelah shalat tarawih menurut NU?
- Apa landasan anjuran dzikir setelah shalat?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Terdapat sedikit perbadaan dalam praktik shalat tarawih di kalangan umat Islam Indonesia. Ini termasuk dalam menginterpretasikan bacaan dzikir setelah shalat tarawih yang dianjurkan dalam Islam.
Jurnal Melintasi Perbedaan: Analisis Terhadap Variasi Rakaat Salat Tarawih di Antara Pengikut NU dan Muhammadiyah karya Ahmad Didi Riyadi dan Noor Hasanah membahas perbedaan jumlah rakaat antara pengikut Nahdlatul Ulama (NU) yang umumnya melaksanakan 20 rakaat dan Muhammadiyah yang melaksanakan 8 rakaat, serta faktor-faktor teologis dan sosiologis yang melatarbelakanginya. Amalan dzikir setelah sholat tarawih juga menjadi pembahasan yang penting.
Melalui studi mendalam, kita dapat memahami bahwa praktik keagamaan yang beragam dalam bingkai ikhtilaf (perbedaan pendapat) dan kerangka toleransi, dapat menjadi landasan bagi kita untuk mengkaji aspek lain dari ibadah tarawih, termasuk dzikir setelahnya.
Berikut ini adalah bacaan dzikir setelah sholat tarawih yang dianjurkan, lengkap rangkaiannya.
Bacaan Dzikir Setelah Shalat Tarawih yang Dianjurkan
Merujuk Himpunan Putusan Tarjih (HPT) dan buku "Tuntunan Ramadlan" yang disusun oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, setelah selesai shalat witir (yang biasanya dilaksanakan setelah tarawih) disunnahkan berdzikir dengan suara nyaring sebagai berikut:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Latin: Subhānal malikil quddūs
Artinya: "Maha Suci Allah Yang Maha Merajai dan Yang Maha Bersih." (Dibaca 3 kali)
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Latin: Rabbil malā'ikati war rūh
Artinya: "Yang menguasai para Malaikat dan Ruh (Jibril)." (Dibaca 1 kali)
Bacaan ini didasarkan pada beberapa hadits shahih, di antaranya:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ
Artinya: "Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab, bahwa Rasulullah SAW ketika shalat witir membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Kemudian apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca 'Subhanal malikil quddus' tiga kali." (HR. An-Nasa'i no. 1729, Kitab Qiyamu al-Lail)
Dalam riwayat lain disebutkan:
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَيَقُولُ بَعْدَ مَا يُسَلِّمُ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَرْفَعُ بِهَا صَوْتَهُ
Latin: 'An Abdirrahmāni bin Abzā 'an nabiyyi shallallāhu 'alaihi wa sallam annahū kāna yūtiru bi sabbiḥisma rabbikal a'lā, wa qul yā ayyuhal kāfirūn, wa qul huwallāhu aḥad, wa yaqūlu ba'da mā yusallimu: subhānal malikil quddūsi tsalātsa marrātin yarfa'u bihā shautah
Artinya: "Diriwayatkan dari Abdurrahman bin Abza dari Nabi SAW, sesungguhnya beliau melakukan shalat witir dengan membaca surat Al-A'la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas. Apabila telah selesai salam, beliau membaca 'Subhanal malikil quddus' tiga kali dengan meninggikan suaranya." (HR. An-Nasa'i no. 1750).
Imam Al-Baghawi dalam kitabnya Syarh As-Sunnah menjelaskan bahwa bacaan ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah sebagai Raja dan Yang Maha Suci dari segala kekurangan. Adapun tambahan "Rabbil malaikati war ruh" menunjukkan keesaan Allah dalam menguasai seluruh makhluk-Nya, termasuk para malaikat dan Jibril.
Dzikir setelah Shalat Tarawih Khas NU
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama (NU), terdapat perbedaan mengenai bacaan dzikir setelah shalat tarawih yang dianjurkan. Bacaan dzikir ini lazimnya diamalkan setelah shalat tarawih sebelum witir, dan atau setelah witir. Berikut adalah bacaannya:
1. Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Latin: Astaghfirullāhal 'adhīm.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." (Dibaca 3 kali).
2. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
سُبْحَانَ اللهِ (33×)
Latin: Subhānallāh
Artinya: "Maha Suci Allah".
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)
Latin: Alhamdulillāh
Artinya: "Segala puji bagi Allah".
اللهُ أَكْبَرُ (33×)
Latin: Allāhu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar".
3. Tahlil dan Doa
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa setelah Shalat Tarawih
Doa yang sangat masyhur dibaca setelah shalat tarawih di kalangan NU adalah Doa Kamilin. Berikut teks lengkapnya:
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin: Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ'I râdlîn. Wa lin na'mâ'I syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ'irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ'i wash shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Landasan Dzikir setelah Shalat Tarawih
Meski terdapat perbedaan dalam bacaan dzikir dan doa setelah tarawih, semua madzhab mengacu pada dalil anjuran dzikir setelah sholat yang sama. Berikut ini landasannya dalam Al-Qur'an dan hadis.
Al-Qur'an Surah An-Nisa Ayat 103:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُمْ
Latin: Fa idza qadhaîtumush shalâta fadzkurullâha qiyâman wa qu'ûdan wa 'alâ junubikum.
Artinya: "Apabila kamu telah menyelesaikan shalat, berdzikirlah kepada Allah (dengan mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring." (QS. An-Nisa: 103).
Ayat ini menjadi landasan utama tentang pentingnya berdzikir setelah menunaikan shalat, termasuk shalat tarawih.
Dalil Hadits
Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
Latin: Matsalul ladzî yadzkuru rabbahu walladzî lâ yadzkuru rabbahu matsâlul hayyi wal mayyiti.
Artinya: "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan orang yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati." (HR. Bukhari no. 6407).
Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar pada bab Al-Adzkar ba'dash Shalah menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat mengenai kesunnahan berdzikir setelah melaksanakan shalat.
Keutamaan Dzikir Setelah Sholat Tarawih
Dzikir setelah sholat tarawih memiliki sejumlah keutamaan yang sangat agung. Berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Hadits, berikut adalah keutamaan-keutamaan tersebut:
1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Dzikir merupakan sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Setelah seharian berpuasa dan melaksanakan sholat tarawih, dzikir menjadi penyempurna ibadah yang mengokohkan hubungan seorang hamba dengan Tuhannya.
2. Menenangkan Hati
Dzikir memiliki kekuatan untuk menenangkan hati yang gelisah. Di tengah kesibukan duniawi, dzikir setelah tarawih menjadi momen untuk menenangkan jiwa dan meraih ketenteraman batin.
3. Mendapatkan Ampunan Dosa
Salah satu keutamaan besar berdzikir setelah sholat adalah diampuninya dosa-dosa, meskipun sebanyak buih di lautan.
4. Menghidupkan Hati
Rasulullah SAW mengilustrasikan bahwa orang yang berdzikir bagaikan orang hidup, sementara yang tidak berdzikir bagaikan orang mati.
5. Memperoleh Keberkahan Malam Ramadhan
Dzikir setelah tarawih dilaksanakan di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Malam harinya memiliki keistimewaan, apalagi jika bertepatan dengan Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan. Dzikir setelahnya menjadi penyempurna dari ibadah tersebut.
6. Menjaga Konsistensi Ibadah (Istiqamah)
Membiasakan dzikir setelah tarawih melatih seorang muslim untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap kesempatan. Ini menjadi benteng dari kelalaian dan godaan setan.
7. Dikabulkannya Doa
Waktu setelah sholat, termasuk tarawih, merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Memadukan dzikir dengan doa setelahnya akan menambah peluang dikabulkannya permohonan.
People also Ask:
Apa bacaan dzikir setelah sholat tarawih?
Setelah menyelesaikan sholat Tarawih, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa berikut: اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِيْهِ مِنَ المُتَّقِيْنَ وَاجْعَلْنَا فِيْهِ مِنَ السُّعَدَاءِ وَاجْعَلْنَا فِيْهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ المُقَرَّبِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.28 Feb 2025
Apa amalan yang dianjurkan setelah sholat tarawih?
Setelah melaksanakan shalat Tarawih sebanyak 20 rakaat atau 8 rakaat, umat Islam dianjurkan untuk berdoa dan memohon kepada Allah agar senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya.
Habis Tarawih membaca apa?
"Diriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab Adalah Rasulullah saw ketika salat witir membaca surat“Sabbihisma rabbikal a'la” (al-A'la), dan surat “Qul ya ayyuhal kafirun” (al-Kafirun) dan surat “Qul huwallahu ahad” (al-Ikhlas).
Zikir apa yang dibaca setelah shalat?
Subhanallah (33x), Alhamdulillah (33x), Allahu akbar (33 x), Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah.
Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar
Nanik Ratnawati, Fadila AdelinTim Redaksi
Share

4 hours ago
1
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5067115/original/068159000_1735273362-1735270416030_kata-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516466/original/077001300_1772301611-Leeds_United_and_Manchester_City.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4382809/original/074926600_1680593144-top-view-hand-holding-silver-coins.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5168524/original/033224600_1742449887-Depositphotos_365597030_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2800821/original/002869500_1557387809-IMG_20190509_113107.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3110450/original/059507500_1587634731-Praying_Hands_With_Faith_In_Religion_And_Belief_In_God__Power_Of_Hope_And_Devotion___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460744/original/090622000_1767280272-fabio_lefundes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2820929/original/054084500_1559368646-Tol-Palimanan-Padat-Merayap6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501163/original/064338700_1770888533-Media_Gathering_-_Cerita_Ramadan_Masa_Kini_bersama_Shopee_Big_Ramadan_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514269/original/070613600_1772085444-Tato.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515455/original/038121200_1772175725-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517161/original/038718300_1772418235-sule.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4367999/original/062206100_1679493665-Sholat-Tarawih-Pertama-Ramadhan-2023-di-Musala-Nurul-Fajri-Depok-merdeka-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5066926/original/050970300_1735272788-1735270009668_100-kata-mutiara-islami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3490889/original/048747700_1624437205-000_1D01N7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517650/original/034626900_1772435467-Foto_3_Lazada_3.3_Ramadan_Mega_Sale.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5482844/original/056409400_1769260756-Persija_Jakarta_vs_Madura_United-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517016/original/058518300_1772377575-Nathalie.jpg)




























