Liputan6.com, Jakarta - Dzikir setelah sholat tarawih merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan hati kepada Allah SWT. Sebab, pada dasarnya dzikir adalah media sahih yang diperintahkan Allah agar hamba senantiasa mengingat-Nya.
Meskipun terdapat variasi dalam bacaan dan tata cara, esensi dari dzikir tersebut tetap sama, yaitu mengagungkan Allah, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Jurnal Melintasi Perbedaan: Analisis Terhadap Variasi Rakaat Salat Tarawih di Antara Pengikut NU dan Muhammadiyah, oleh Ahmad Didi Riyadi dan Noor Hasanah mengungkapkan, variasi dalam praktik ibadah mencerminkan kekayaan khazanah Islam dan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan konsistensi dalam beribadah.
Berikut ini adalah bacaan dzikir setelah sholat tarawih dalam dua versi yang umum dipraktikkan di Indonesia.
Dzikir setelah Sholat Tarawih dan Witir versi 1
Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) tentang Salat Tathawwu’ dijelaskan bahwa setelah selesai salat witir, dianjurkan untuk membaca dzikir dengan suara nyaring sebagai berikut:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Latin: Subhānal malikil quddūs
Artinya: “Maha suci Allah yang Maha Merajai dan yang Maha Bersih” (dibaca tiga kali)
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Latin: Rabbil malā'ikati war rūh
Artinya: “Yang menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril” (dibaca satu kali)
Tuntunan ini didasarkan pada beberapa riwayat hadis, di antaranya:
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ. [رواه النسائى]
Artinya: “Diriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab Adalah Rasulullah saw ketika salat witir membaca surat“Sabbihisma rabbikal a’la” (al-A’la), dan surat “Qul ya ayyuhal kafirun” (al-Kafirun) dan surat “Qul huwallahu ahad” (al-Ikhlas). Kemudian apabila telah selesai mengucapkan salam, beliau membaca“Subhanal malikil quddus” tiga kali.” [H.R. an-Nasa’i].
عَنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ، وَقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ، وَيَقُولُ بَعْدَ مَا يُسَلِّمُ: سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَرْفَعُ بِهَا صَوْتَهُ. [رواه النسائى]
Artinya: “Diriwayatkan dari Abdirrahman bin Abzari dari Nabi saw, sesungguhnya beliau melakukan salat witir dengan membaca surat “Sabbihisma rabbikal a’la” (al-A’la), dan surat “Qul ya ayyuhal kafirun” (al-Kafirun) dan surat “Qul huwallahu ahad” (al-Ikhlas). Apabila telah selesai salam, Beliau membaca “Subhanal malikil quddus” tiga kali dengan meninggikan suaranya. [H.R. an-Nasa’i].
Bacaan Dzikir setelah Sholat Tarawih versi 2
Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, setelah shalat tarawih (biasanya 20 rakaat) dan sebelum witir, atau setelah witir, terdapat rangkaian dzikir yang biasa diamalkan. Berikut adalah bacaannya :
1. Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ
Latin: Astaghfirullāhal 'adhīm
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." (Dibaca 3 kali)
2. Tasbih, Tahmid, dan Takbir
سُبْحَانَ اللهِ (33×)
Latin: Subhānallāh
Artinya: "Maha Suci Allah"
الْحَمْدُ لِلَّهِ (33×)
Latin: Alhamdulillāh
Artinya: "Segala puji bagi Allah"
اللهُ أَكْبَرُ (33×)
Latin: Allāhu Akbar
Artinya: "Allah Maha Besar"
3. Tahlil dan Doa
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu wa huwa 'alā kulli syai'in qadīr
Artinya: "Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Doa Kamilin
Doa yang sangat masyhur dibaca setelah shalat tarawih di kalangan NU adalah Doa Kamilin. Berikut teks lengkapnya:
اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ، وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ، وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ، وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِي الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِي الْآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ، وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَاءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ، وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْن، وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَبِحُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ، وَمِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِنْ مَعِيْنٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا، ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا، اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا فِي هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Latin: Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. Wa bil-qadlâ'I râdlîn. Wa lin na'mâ'I syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ'irîna wa alal haudli wâridîn. Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ'i wash shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qadha-Mu, yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
Penjelasan Ulama
Imam Al-Baghawi dalam kitabnya Syarh As-Sunnah menjelaskan bahwa bacaan dalam versi 1 ini merupakan bentuk pengagungan kepada Allah sebagai Raja dan Yang Maha Suci dari segala kekurangan. Adapun tambahan "Rabbil malaikati war ruh" menunjukkan keesaan Allah dalam menguasai seluruh makhluk-Nya, termasuk para malaikat dan Jibril
Syaikh Ismail az-Zain dalam kitab Irsyadul Mu'minin ila Fadha'ilidz Dzikr menjelaskan bahwa dzikir berjamaah dengan suara keras setelah shalat diperbolehkan dan memiliki keutamaan tersendiri, karena dapat membangkitkan semangat kebersamaan dalam beribadah.
Dzikir setelah shalat tarawih merupakan amalan yang sangat dianjurkan untuk mendekatkan hati kepada Allah SWT. Meskipun terdapat variasi dalam bacaan dan tata cara antara pengikut NU dan Muhammadiyah, esensi dari dzikir tersebut tetap sama: mengagungkan Allah, memohon ampunan, dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Sebagaimana ditegaskan dalam jurnal "Melintasi Perbedaan", variasi dalam praktik ibadah mencerminkan kekayaan khazanah Islam dan tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan konsistensi dalam beribadah .
Rasulullah SAW bersabda:
أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Artinya: "Sebaik-baik dzikir adalah 'La ilaha illallah'." (HR. Tirmidzi)
Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Tarawih
1. Mendekatkan Diri kepada Allah
Dzikir adalah sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya: "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)
2. Menenangkan Hati
Dzikir memiliki kekuatan untuk menenangkan hati yang gelisah. Allah berfirman:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)
3. Mendapatkan Ampunan Dosa
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَالَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ: سُبْحَانَ اللهِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَاللهُ أَكْبَرُ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
Artinya: "Barangsiapa setelah selesai shalat membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali, kemudian membaca 'Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir', maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR. Muslim)
People also Ask:
Adakah doa khusus setelah sholat witir?
Ya, ada doa dan wirid khusus setelah sholat witir yang dianjurkan, seperti membaca "Subhanal malikul quddus" tiga kali dengan suara dikeraskan pada yang ketiga, dilanjutkan "Subbuhun quddusun rabbuna," dan doa memohon ampunan serta ridha Allah SWT seperti "Allahumma innaka afwun tuhibbul afwa fa'fu anni". Doa-doa ini bertujuan untuk menyempurnakan ibadah penutup malam, seperti yang diriwayatkan dalam berbagai hadis.
Dzikir yang mana yang dibaca 1000 kali?
Astaghfirullah 1000 Kali | Zikir | Dzikir | Dengarkan Setiap Hari | Seri Zikr Utama.
Zikir apa yang bagus dibaca setelah sholat tahajud?
Setelah sholat tahajud, dzikir yang dianjurkan meliputi Istighfar (memohon ampun), Sayyidul Istighfar, Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil, membaca Shalawat, dan doa-doa khusus seperti doa memohon perlindungan dan kebaikan dunia akhirat, dengan tujuan membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Urutan yang bisa diikuti adalah memulai dengan istighfar, dilanjutkan dengan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan diakhiri dengan doa-doa yang diajarkan, seperti Sayyidul Istighfar (Allahumma Anta Robbi...) dan doa memohon kebaikan.
Apa yang harus dilakukan setelah salat witir?
Artinya: Seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, subhānal malikil quddūs, kemudian membaca, Allāhumma inī a'ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu'āfātika min 'uqūbatika.

1 week ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)




























