Liputan6.com, Jakarta - Bacaan Sholawat Burdah makin dikenal masyarakat seturut menanjaknya popularitas setelah diaransmen dan dibawakan oleh sejumah seniman muslim. Di luar popularitasnya, sholat burdah memiliki keutamaan yang dahsyat.
Merujuk jurnal Tradisi Baca Burdah Sebagai Penguat Kesehatan Mental Santri di Tengah Pandemi Covid-19, oleh Emna Laisa dan Nurul Qomariyah Burdah, atau yang dikenal dengan Qasidah Al-Burdah, adalah karya monumental Imam Syarafuddin Muhammad bin Sa'id bin Hammad bin Abdillah bin Shanhajy, atau yang lebih dikenal dengan Imam Al-Bushiri. Ulama sufi asal Mesir ini menggubah 161 bait syair yang seluruhnya berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, pengakuan dosa, dan permohonan ampunan.
Nama "Burdah" sendiri berasal dari kisah spiritual yang melatarbelakangi penciptaannya. Imam Al-Bushiri dalam kondisi lumpuh separuh badan (stroke) bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Dalam mimpinya, beliau membaca syair-syair pujian yang telah digubahnya, dan Nabi Muhammad SAW melemparkan burdah (selendang atau mantel) kepadanya.
Seketika itu juga, Imam Al-Bushiri sembuh dari penyakitnya. Sejak saat itu, Burdah diyakini memiliki keberkahan sebagai penyembuh penyakit dan penolak bala'. Berikut ini adalah ulasan mendalam mengenai bacaan sholawat burdah, pengamalan hingga keutamaannya.
Burdah Lengkap: Teks Arab, Latin dan Artinya
Berikut adalah bagian awal dari bacaan burdah lengkap yang sering dilantunkan dalam qasidahan, disajikan dalam teks Arab, transliterasi Latin, dan terjemahannya mengutip Qashidah Burdah Imam Bushiri:
1. Arab: مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَآئِــمًا أَبَـدًا ۞ عَلَى حَبِيْبِـكَ خَيْــرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ
Latin: Maulâya shalli wa sallim dâ'iman abadan ۞ ‘alâ ḫabîbika khairil-khalqi kullihimi
Artinya: Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat takzim dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk.
2. Arab: أَمِنْ تَذَكُّــرِ جــــيْرَانٍ بِذِيْ ســــلَمِ ۞ مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِـــدَمِ
Latin: amin tadzakkuri jîrânin bidzî salami ۞ mazajta dam‘an jarâ min muqlatin bidami
Artinya: Apakah karena mengingat para kekasih di Dzi Salam sana, Engkau deraikan air mata dengan darah duka.
3. Arab: أَمْ هَبَّتِ الرِّيْحُ مِنْ تِلْقَـاءِ كَاظِمَـةٍ ۞ وَأَوْمَضَ الْبَرْقُ فِيْ الْظَلْمَآءِ مِنْ إِضَـمِ
Latin: Am habbatir-rîḫu min tilqâ'i kâdzimatin ۞ wa aumadlal-barqu fidl-dhalmâ'i min idlami
Artinya: Ataukah karena embusan angin terarah lurus berjumpa di Kadhimah. Dan kilatan cahaya gulita malam dari kedalaman jurang idham.
4. Arab: فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَا ۞ وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِـــمِ
Latin: Fa mâ li ‘ainaika in qultak-fufâ hamatâ ۞ wa mâ liqalbika in qultas-tafiq yahimi
Artinya: Mengapa kedua air matamu tetap meneteskan air mata? Padahal engkau telah berusaha membendungnya. Apa yang terjadi dengan hatimu? Padahal engkau telah berusaha menghiburnya.
5. Arab: أَيَحْسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الْحُبَّ مُنْكَتِمٌ ۞ مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمُضْطَـــرِمِ
Latin: Ayaḫsabush-shabbu annal-ḫubbu munkatimun ۞ mâ baina mun sajimin minhu wa mudltharimi
Artinya: Apakah diri yang dirundung nestapa karena cinta mengira bahwa api cinta dapat disembunyikan darinya. Di antara tetesan air mata dan hati yang terbakar membara.
6. Arab: وْلَا الْهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعًــا عَلَى طَلَلٍ ۞ وَلَا أَرِقْتَ لِذِكْرِ الْبَـــانِ وَالْعَلَـــمِ
Latin: Lau lâl-hawâ lam turiq dam‘an ‘alâ thalalin ۞ wa lâ ariqta lidzikril-bâni wal-‘alami
Artinya: Andaikan tak ada cinta yang menggores kalbu, tak mungkin engkau mencucurkan air matamu. Meratapi puing-puing kenangan masa lalu berjaga mengenang pohon al-ban dan gunung yang kau rindu.
7. Arab: فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُبًّا بَعْدَ مَا شَهِدَتْ ۞ بِهِ عَلَيْكَ عُدُوْلُ الدَّمْعِ وَالسَّـــقَمِ
Latin: Fakaifa tunkiru ḫubban ba‘da mâ syahidat ۞ bihi ‘alaika ‘udûlud-dam‘i was-saqami
Artinya: Bagaimana kaudapat mengingkari cinta sedangkan saksi adil telah menyaksikannya. Berupa deraian air mata dan jatuh sakit amat sengsara.
8. Arab: وَأَثْبَتَ الْوَجْــدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَّضَـنًى ۞ مِثْلَ الْبَهَارِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالْعَنَـــمِ
Latin: Wa atsbatal-wajdu khaththai ‘abratin wa dlanan ۞ mitslal-bahâri ‘alâ khaddaika wal-anami
Artinya: Duka nestapa telah membentuk dua garisnya isak tangis dan sakit lemah tak berdaya. Bagai mawar kuning dan merah yang melekat pada dua pipi.
9. Arab: نَعَــمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرَّقَنِيْ ۞ وَالْحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتِ بِالْأَلَــمِ
Latin: Na‘am sarâ thaifu man ahwâ fa arraqanî ۞ wal-ḫubbu ya‘taridlul-ladzdzâti bil-alami
Artinya: Memang benar bayangan orang yang kucinta selalu hadir membangunkan tidurku untuk terjaga. Dan memang cinta sebagai penghalang bagi siempunya antara dirinya dan kelezatan cinta yang berakhir derita.
10. Arab: يَا لَائِمِيْ فِي الْهَوَى الْعُذْرِيِّ مَعْذِرَةً ۞ مِنِّيْ إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَـــمْ تَلُـــمِ
Latin: Yâ lâ'imî fil-hawâl-‘udzriyyi ma‘dziratan ۞ minnî ilaika wa lau anshafta lam talumi
Terjemah: Wahai pencaci derita cinta kata maaf kusampaikan padamu. Aku yakin andai kaurasakan derita cinta ini, tak mungkin engkau mencaci maki.
11. Arab: عَدَتْـــكَ حَـــــالِيَ لَاسِـــــرِّيْ بِمُسْتَـــتِرٍ ۞ عَنِ الْوُشَاةِ وَلَا دَائِيْ بِمُنْحَسِــمِ
Latin: ‘adatka ḫâliya lâ sirrî bimustatirin ۞ ‘anil-wusyâti wa lâ dâ'î bimunḫasimi
Artinya: Kini kautahu keadaanku, tiada lagi rahasiaku yang tersimpan darimu. Dari orang yang suka mengadu domba dan derita cintaku tiada kunjung sirna.
12. Arab: مَحَّضْتَنِي النُّصْحَ لَكِنْ لَّسْتُ أَسْمَعُهُ ۞ إِنَّ الْمُحِبَّ عَنِ الْعُـــذَّالِ فِيْ صَمَـــمِ
Latin: Maḫḫadltanî-nushḫa lakin lastu asma‘uhu ۞ innal-muḫibba ‘anil-‘udzdzâli fî shamami
Terjemah: Begitu tulus nasihatmu, tapi aku tak mampu mendengar semua itu. Karena sesungguhnya orang yang dimabuk cinta tuli dan tak menggubris cacian pencela.
13. Arab: إِنِّيْ اتَّهَـــمْتُ نَصِيْحَ الشَّيْبِ فِي عَذَلٍ ۞ وَالشَّيْبُ أَبْعَدُ فِيْ نُصْـــحٍ عَنِ التُّهَمِ
Latin: Innît tahamtu nashîḫasy-syaibi fî ‘adzalin ۞ wasy-syaibu ab‘adu fî nushḫin ‘anit-tuhami
Artinya: Aku curiga ubanku pun turut mencelaku. Padahal ubanku pastilah tulus memperingatkanku.
Struktur dan Kandungan Qasidah Burdah
Perlu dipahami, sholawat burdah yang populer tersebut adalah bagian dari Qasidah Burdah. Merujuk studi Emna Laisa dan Nurul Qomariyah, untuk memahami kedalaman makna Burdah, perlu diketahui bahwa 161 bait syair tersebut terbagi dalam sepuluh babak (pasal) yang masing-masing memiliki tema dan pesan spiritual tersendiri:
1. Pasal Pertama: Mau'idhah (Nasihat)
Terdiri dari 17 bait (1-17), pasal ini berisi tentang kerinduan dan cinta kepada Rasulullah. Imam Al-Bushiri mengawali syairnya dengan ungkapan kerinduan yang mendalam, sekaligus nasihat bagi pembaca untuk menahan hawa nafsu.
2. Pasal Kedua: Tahdzir min Hawa an-Nafs (Bahaya Hawa Nafsu)
Sebanyak 16 bait (18-33) menguraikan tentang bahaya mengikuti hawa nafsu yang dapat menjerumuskan manusia pada kehancuran.
3. Pasal Ketiga: Madaih (Pujian)
Berisi 27 bait (34-60) tentang pujian kepada Nabi Muhammad SAW, akhlak mulia, dan kemuliaan pribadi Rasulullah.
4. Pasal Keempat: Maulid (Kelahiran Nabi)
Terdiri dari 11 bait (61-71) yang menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan masa kecilnya.
5. Pasal Kelima: Mu'jizat (Mukjizat)
Sebanyak 16 bait (72-87) berisi tentang mukjizat-mukjizat lahiriah yang dianugerahkan Allah kepada Rasulullah.
6. Pasal Keenam: Keistimewaan Al-Qur'an
Tujuh belas bait (88-104) menguraikan tentang kemuliaan dan keistimewaan Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar.
7. Pasal Ketujuh: Isra' Mi'raj
Tiga belas bait (105-117) menceritakan perjalanan suci Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha.
8. Pasal Kedelapan: Perjuangan Nabi dalam Peperangan
Dua puluh dua bait (118-139) menggambarkan keperkasaan Nabi Muhammad dan para sahabat dalam membela Islam.
9. Pasal Kesembilan: Penyesalan dan Taubat
Dua belas bait (140-151) berisi ungkapan penyesalan Imam Al-Bushiri atas perilakunya yang mengharapkan imbalan duniawi, sekaligus permohonan ampun.
10. Pasal Kesepuluh: Doa
Sepuluh bait penutup (152-161) berisi doa-doa permohonan ampunan dan rahmat Allah.
Tata Cara Pelaksanaan Pembacaan Sholawat Burdah
Berdasarkan penelitian Emna Laisa dan Nurul Qomariyah dari IAIN Madura, Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan Pamekasan menerapkan sistem pengamalan Burdah yang terstruktur dan sistematis. Berikut adalah tahapan lengkapnya:
1. Pembentukan Jadwal yang Sistematis
Tradisi baca Burdah tidak dilakukan secara serampangan. Sistem jadwal ini bukan sekadar pembagian tugas, melainkan strategi edukasi pengurus untuk menanamkan nilai istiqamah (konsistensi) dalam beribadah. Para santri diajarkan bahwa kontinuitas lebih utama daripada kuantitas.
2. Waktu Pelaksanaan, Malam Hari yang Khusyuk
Suasana malam yang sunyi dipandang lebih kondusif untuk menghayati makna syair dan merasakan kehadiran spiritual. Dalam kondisi pandemi, waktu malam menjadi momentum "mengimuni imun" dengan lantunan doa dan pujian.
3. Tempat yang Disucikan: Masjid sebagai Pusat Spiritual
Pemilihan masjid sebagai pusat kegiatan bukan sekadar soal kapasitas ruang. Masjid memiliki nilai spiritual yang mampu membawa ketenangan tersendiri bagi jiwa-jiwa yang gelisah di tengah pandemi.
Urutan Bacaan yang Tertib
Dalam pembacaan Burdah terdapat tata terbit mengikuti adab dalam Islam, sebagaimana dipraktikkan di pesantren tersebut.
1. Pembacaan Al-Fatihah (Empat Kali Kirim)
- Al-Fatihah pertama dihadiahkan kepada Rasulullah SAW dan Imam Al-Bushiri
- Al-Fatihah kedua untuk para sesepuh kiai dan pengasuh pondok
- Al-Fatihah ketiga untuk kedua orang tua masing-masing
- Al-Fatihah keempat untuk kebaikan dan keselamatan seluruh umat
2. Ayat tentang Sholawat
Pembacaan ayat Al-Qur'an Surah Al-Ahzab ayat 56:
"Innallaha wa mala'ikatahu yushalluna 'alan nabiyy, ya ayyuhalladzina amanu shallu 'alaihi wa sallimu taslima"
(Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya)
3. Pembacaan Qasidah Burdah
Dimulai dengan bait-bait pilihan, diawali bacaan sholawat:
"Ya Rabbi shalli 'ala habibika Muhammadin, ashrafil khalqi kullihim"
(Wahai Tuhanku, limpahkanlah rahmat penghormatan dan keselamatan atas kekasih-Mu Nabi Muhammad SAW, makhluk terbaik di antara seluruh makhluk)
4. Istighasah dan Istighfar
Pembacaan istighasah (permohonan pertolongan) dan istighfar (permohonan ampun) sebagai penutup rangkaian.
Keutamaan Membaca Sholawat Burdah
Membaca doa Burdah lengkap memiliki berbagai keutamaan dan manfaat spiritual bagi umat Islam. Berikut adalah beberapa keutamaan membaca Qasidah Burdah:
Mendatangkan Keberkahan dan Kesembuhan.
Berdasarkan kisah Imam Al-Bushiri yang sembuh dari penyakit lumpuh setelah membaca qasidah ini, banyak umat Islam yang meyakini bahwa membaca Qasidah Burdah dapat mendatangkan kesembuhan dari berbagai penyakit. Keberkahan ini datang dari ridha Allah SWT atas bentuk kecintaan kepada Rasul-Nya.
Menambah Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Setiap bait dalam Qasidah Burdah berisi pujian dan sanjungan yang tinggi terhadap Nabi Muhammad SAW. Dengan membaca dan merenungkan maknanya, hati pembaca akan semakin dipenuhi dengan rasa cinta dan rindu kepada Rasulullah SAW.
Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat.
Ulama meyakini bahwa orang yang mencintai dan memuji Rasulullah SAW akan mendapat syafaatnya di hari akhir. Qasidah Burdah merupakan salah satu bentuk pengungkapan cinta dan penghormatan tertinggi kepada Nabi, sehingga diharapkan dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan syafaat beliau.
Perlindungan dari Kejahatan dan Marabahaya.
Banyak ulama dan kaum sufi yang mengamalkan bacaan Qasidah Burdah sebagai wirid untuk perlindungan. Mereka meyakini bahwa keberkahan dari pujian kepada Rasulullah dapat menjadi benteng spiritual dari berbagai gangguan dan marabahaya.
Meningkatkan Ketaqwaan dan Spiritualitas.
Isi Qasidah Burdah tidak hanya berupa pujian, tetapi juga nasihat moral tentang pentingnya menjauhi hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Allah. Membaca dan memahami maknanya akan meningkatkan kesadaran spiritual dan mendorong untuk beramal lebih baik.
Menenangkan Hati dan Jiwa.
Lantunan Qasidah Burdah memiliki keindahan bahasa dan irama yang khas. Ketika dibaca atau didengarkan, qasidah ini dapat memberikan ketenangan jiwa dan menghilangkan kegelisahan hati.
Menambah Ilmu dan Pemahaman Agama.
Qasidah Burdah mengandung banyak hikmah, kisah kehidupan Nabi, dan ajaran Islam yang mendalam. Dengan mempelajari dan menghafalnya, umat Islam dapat menambah pengetahuan agama dan pemahaman tentang akhlak mulia Rasulullah SAW.
Burdah dalam Perspektif Kesehatan Mental Modern
Menariknya, praktik pembacaan Burdah di pesantren ini selaras dengan teori kesehatan mental kontemporer. Marie Johada merumuskan enam ciri utama kesehatan mental:
1. Self-ing: Kemampuan mengenal dan memahami diri sendiri
2. Growth: Tumbuh dan berkembang secara optimal
3. Integrasi: Penyatuan keseimbangan mental dan ketahanan terhadap tekanan
4. Otonomi: Pengaturan tindakan secara bebas dan bertanggung jawab
5. Empati: Kepekaan sosial terhadap sesama
6. Adaptasi: Kemampuan berinteraksi dengan lingkungan
Syamsu Yusuf dalam bukunya Mental Hygiene menegaskan bahwa kesehatan mental berkaitan erat dengan tiga aspek: cara seseorang memikirkan dan menjalani keseharian, cara memandang diri dan orang sekitar, serta kemampuan mengevaluasi dan mengambil keputusan.
Burdah menjadi medium yang merangkai ketiga aspek tersebut dalam satu harmoni spiritual.
People Also Ask:
Apa bacaan sholawat Burdah?
Qasidah Burdah: Keutamaan, dan Cara mengamalkan nya Qasidah ...Sholawat Burdah: مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا عَلٰى حـَبِيْبِكَ خـَيْرِ الْخَلْقِ كًلِّهِمِ Mawlaaya şalli wa sallim daa-iman abadan 'Alaa Ĥabiibika Khayril khalqi kullihimi (Ya Tuhanku, limpahkanlah selalu rahmat dan keselamatan atas kekasih-Mu yang terbaik di antara seluruh makhluk) أَمِنْ تَذَكُّرِ ...
Shalawat Burdah untuk apa?
Shalawat Burdah adalah bacaan Sholawat yang berisi syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung nilai spiritual, pesan moral dan semangat perjuangan Nabi Muhammad SAW.
Kapan waktu baca Burdah?
Cara Mengamalkan Sholawat Burdah, Amalan Pujian dan ...Sholawat Burdah bisa dibaca kapan saja, tetapi sering dibaca rutin di pesantren dan majelis taklim pada malam Jumat atau Senin, saat Maulid Nabi, acara besar (hajatan, peringatan), atau situasi darurat untuk memohon perlindungan dan keberkahan, serta dapat dibaca sebagai wirid harian karena mengandung pujian mendalam kepada Nabi Muhammad SAW. Waktunya fleksibel tergantung kebiasaan lokal, ada yang membacanya setiap hari Rabu (seperti di Mekkah) atau Senin (Hadramaut).
Berapa bait Burdah?
SEJARAH PENGULANGAN BAIT: – SyaichonaQasidah Burdah terdiri dari 160 bait, dibagi menjadi sepuluh bab yang memuji Nabi Muhammad SAW dan berisi renungan spiritual, ditulis oleh Imam al-Bushiri. Bait-baitnya memiliki nilai sastra tinggi dan sering dibaca dalam majelis taklim di seluruh dunia karena maknanya yang mendalam dan puitis.

1 week ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429232/original/047319400_1618459145-pexels-mentatdgt-1071979.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2248311/original/090358200_1528800308-20180612-Berkah-Ramadan-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5248818/original/094430800_1749619731-505853558_122128429886803027_8080818045513362808_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516428/original/088542600_1772291520-nussa1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392495/original/027892700_1761464864-1000686326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5516293/original/057322900_1772274881-ChatGPT_Ramadan_2026_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2220482/original/035724700_1526813013-The_Blue_Mosque_at_night.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516159/original/013522500_1772262056-Gemini_Generated_Image_sdo55ysdo55ysdo5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492008/original/084844100_1770114331-gng_1288879_hires.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515420/original/095320400_1772173991-SAVE_20260227_095307.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515924/original/093945900_1772230926-IMG_2876.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515280/original/088205300_1772168824-lavicky.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509541/original/095353100_1771729587-Nasi_kuning_rice_cooker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5515510/original/030308800_1772178655-IMG_8372.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448555/original/069804000_1620195399-20210505-Ramadhan-Bekasi-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1606355/original/da4eee4c0f11eaa06447a469562bbdd4ommons.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5412025/original/035143700_1763029989-d913a63a-d220-4d22-85ec-545e67ee7246.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5515498/original/093226700_1772178025-010411500_1540352808-pf-ake3273-num.jpg)




























