Begini Modus Operasi Senyap Mossad di Perang Iran, Menyusup dari Sini

7 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik antara Israel dan Iran masih memanas. Perkembangan terbaru, badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan meningkatkan upaya rahasia untuk menjangkau langsung masyarakat Iran. Langkah tersebut sebagai strategi untuk mencari dukungan internal dalam upaya melemahkan pemerintahan Republik Islam.

Seperti diketahui, perang antara Israel dan Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas setelah serangan besar-besaran ke Teheran pada 28 Februari 2026 lalu yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa tersebut memicu eskalasi konflik kawasan, ditandai dengan serangan balasan Iran menggunakan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Teluk dan Israel.

Kemampuan intelijen Israel cukup berperan penting dalam konflik ini. Mereka dengan pasukan militernya memburu tokoh-tokoh kunci lainnya dalam kepemimpinan Iran selama beberapa hari terakhir.

Di balik operasi militer terbuka, Mossad menjalankan strategi yang lebih halus melalui dunia digital. Pada 24 Desember 2025, beberapa minggu sebelum perang dimulai, sebuah kanal berbahasa Persia di aplikasi Telegram muncul beberapa pekan sebelum perang pecah.

Kanal tersebut berisi ajakan kepada warga Iran untuk menjalin komunikasi langsung dengan badan intelijen tersebut. "Selamat datang! Jika Anda sampai di sini, kemungkinan besar Anda ingin menghubungi kami. Kami senang mendengarnya. Ada peluang bagus bagi kita untuk bekerja sama dan mencapai tujuan bersama kita," tulis pesan yang disematkan berbunyi dalam bahasa Persia, mengutip AFP, Kamis (19/3/2026).

Tautan ke saluran tersebut tercantum di situs web resmi badan intelijen tersebut, yang menegaskan keasliannya, bersama dengan tautan ke akun perekrutan di Instagram, Facebook, dan LinkedIn dalam bahasa Ibrani, Inggris, dan Arab. Pesan yang disematkan dalam kanal itu menyiratkan ajakan kerja sama, lengkap dengan panduan teknis agar komunikasi dapat dilakukan secara aman.

Kanal tersebut kini telah menarik puluhan ribu pengikut. Bahkan, secara aktif mendorong masyarakat Iran untuk mengirimkan informasi dari dalam negeri.

Selain Telegram, jejak kampanye digital ini juga terlihat di berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan LinkedIn. Ini menunjukkan pendekatan multi-platform untuk memperluas jangkauan.

Selain itu, Israel juga mencari aset di tempat lain, dengan pesawat-pesawat yang menjatuhkan selebaran propaganda di atas Lebanon selama perang dengan Hizbullah, yang didukung oleh Iran. Penjatuhan selebaran untuk perekrutan aset dan perang propaganda juga telah digunakan di Gaza.

Secara rinci, saluran Mossad, yang memiliki sekitar 48.000 pengikut, memposting pesan pada 6 Maret 2026 yang mendorong warga Iran untuk mengirimkan informasi intelijen dari dalam negeri. "Terus kirimkan laporan lapangan kalian. Kalian adalah pencerita kebenaran. Kami akan terus berjuang hingga kemenangan!" demikian bunyi pesan tersebut.

Menurut para ahli, upaya jangkauan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang badan intelijen tersebut. "Mereka telah melakukan pekerjaan semacam itu selama puluhan tahun, sesuai dengan alat dan teknologi yang tersedia," kata Yossi Melman, seorang komentator Israel mengenai urusan intelijen.

Dia mengatakan bahwa dalam beberapa dekade terakhir, badan tersebut diduga mendanai penerbitan dan stasiun radio di negara-negara musuh sama seperti badan intelijen di tempat lain. Menurutnya, pendekatan serupa telah digunakan selama puluhan tahun- hanya saja kini memanfaatkan teknologi digital-, menyinggung bahwa praktik tersebut lazim dilakukan oleh berbagai badan intelijen dunia, termasuk CIA.

Akum Mossad Farsi?

Sekitar enam bulan sebelum peluncuran saluran Telegram resmi, sebuah akun bernama "Mossad Farsi" muncul di X, meskipun akun tersebut tidak memiliki ciri-ciri khas akun asli. Akun tersebut mulai memposting pada 25 Juni, segera setelah perang Iran-Israel tahun lalu berakhir.

Akun dengan 60.000 pengikut tersebut kerap memuat pesan bernada kritik hingga sindiran terhadap pemimpin Iran, serta konten yang mencoba menarik simpati publik, termasuk tawaran konsultasi medis bagi warga Iran. Postingan awal menampilkan serangkaian video oleh Menashe Amir, seorang penyiar radio Israel terkemuka yang lahir di Teheran, yang telah menghabiskan lebih dari enam dekade menyiarkan dalam bahasa Persia kepada pendengar di Iran sebagai bagian dari upaya penjangkauan Israel.

Dalam video-video awal tersebut, Amir berjanji bahwa Mossad akan memberikan "segala bentuk bantuan yang mungkin" kepada warga Iran. Amir mengonfirmasi AFP, bahwa badan intelijen tersebut mengelola akun tersebut.

"Pesan (video) pertama yang mereka publikasikan bersama saya mendapat 2,2 juta penayangan," katanya.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mengawasi Mossad, tidak menanggapi pertanyaan dari AFP mengenai apakah badan intelijen tersebut benar-benar ada di balik akun tersebut. Meskipun, media Israel secara rutin menyebutnya sebagai akun resmi.

Sejak dibuat, akun tersebut telah melontarkan sindiran tajam kepada para pemimpin Iran, namun juga memposting beragam konten lainnya. Di antaranya adalah tawaran bagi warga Iran yang sakit untuk berkonsultasi secara daring dengan spesialis medis Israel hingga jajak pendapat yang menanyakan siapa yang seharusnya memimpin Iran untuk mengatasi krisis air kronisnya.

Akun tersebut menggunakan nada yang lebih mendesak ketika protes massal meletus di seluruh Iran pada akhir Desember. "Ayo turun ke jalan bersama-sama. Waktunya telah tiba. Kami bersama kalian," demikian bunyi pesan dari akun tersebut pada 29 Desember, lalu "bukan hanya dari kejauhan atau lewat kata-kata. Kami juga berada di lapangan bersama kalian".

Beberapa hari setelah Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Khamenei, putranya, Mojtaba, ditunjuk sebagai penggantinya, dan akun Mossad Farsi langsung memberikan komentar. "Rezim ulama telah runtuh, dan sang pangeran berubah menjadi raja tanpa kerajaan maupun masa depan," sindirnya.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |