Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan perilaku konsumen Indonesia ke arah digitalisasi mendorong pemain industri asuransi untuk menyesuaikan produknya ke segmen digital. Salah satunya dilaksanakan melalui produk insurtech.
Direktur Operasional BRI Life Andrew Bain, mengatakan, konsumen di Indonesia semakin mengutamakan kemudahan dan kecepatan layanan digital. termasuk dalam memenuhi kebutuhan perlindungan untuk berbagai aktivitas spesifik seperti olahraga, perjalanan, kegiatan religi, maupun event tertentu.
Merespon hal tersebut, pihaknya meresmikan Asuransi Digital atau Mobile Digital Insurance (MODI) yang menghadirkan solusi perlindungan yang fleksibel, relevan dengan aktivitas masyarakat modern, serta dapat diakses secara end-to-end melalui platform resmi
"Seluruh proses, mulai dari pemilihan paket, pembelian polis, hingga pemantauan polis, dilakukan secara daring sehingga memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memperoleh perlindungan kapan saja dan di mana saja," ujar Andrew dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, (5/3/2025).
Adapun paket perlindungan insurtech ini memiliki pilihan masa asuransi mulai harian hingga tahunan dan uang pertanggungan mencapai Rp100 juta. Selain itu, nasabah juga diberikan kemudahan dalam hal pendaftaran serta akses layanan online 24 jam setiap hari.
Dengan digitalisasi, BRI Life berharap hal ini dapat memperluas jangkauan distribusi. Insiatif ini juga sejalan dengan Roadmap OJK 2023-2027 dalam hal peningkatan inklusi keuangan.
Diketahui, OJK menargetkan pertumbuhan aset asuransi di angka 5%-7%. Di sisi lain, OJK mencatat realisasi premi asuransi komersial di Indonesia sebesar Rp331 triliun hingga akhir 2025 atau turun 1,46% dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, realisasi klaim asuransi nasional tercatat sebesar Rp216 triliun pada 2025 atau turun sekitar 4,85% dibandingkan tahun sebelumnya.
(ayh/ayh)
Addsource on Google

2 hours ago
1
















































