Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia-Pasifik bergerak variatif pada perdagangan Jumat, menyusul pelemahan saham-saham Wall Street semalam setelah saham raksasa chip Nvidia anjlok meski mencatatkan kinerja kuartalan di atas ekspektasi.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,6%, sementara Topix bergerak relatif datar. Sehari sebelumnya, Nikkei sempat menembus level 59.000 untuk pertama kalinya sebelum memangkas penguatan.
Di Korea Selatan, Kospi melemah 1,1%, sedangkan indeks saham lapis kecil Kosdaq turun 0,35%.
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong cenderung stabil. Kontrak berjangka Hang Seng terakhir diperdagangkan di 26.391, sedikit di atas posisi penutupan sebelumnya di 26.381,02.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak datar pada awal perdagangan.
Tekanan terutama terlihat pada saham-saham teknologi Asia. SK Hynix, pemasok utama high-bandwidth memory untuk Nvidia, turun lebih dari 2%. Samsung Electronics, mitra lama Nvidia, melemah 0,69%. SoftBank Group, investor besar di sektor kecerdasan buatan (AI), juga terkoreksi lebih dari 3%.
Sentimen negatif datang dari Wall Street. Indeks S&P 500 turun 0,54% ke 6.908,86, sementara Nasdaq Composite melemah 1,18% ke 22.878,38. Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 0,03% ke 49.499,20.
Saham Nvidia anjlok lebih dari 5% meski perusahaan melaporkan laba dan pendapatan kuartal IV yang melampaui ekspektasi pasar. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam sejak April. Saham chip lainnya seperti Broadcom, Lam Research, Western Digital, dan Applied Materials juga ikut terkoreksi.
Pelaku pasar mencermati apakah pelemahan saham teknologi global ini akan berlanjut dan menekan sentimen di kawasan Asia dalam beberapa sesi ke depan.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

5 hours ago
2
















































