Dapat Pengakuan WLA, BPOM Sebut Bisa Perkuat Diplomasi RI

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia Taruna Ikrar mengatakan pengakuan WHO Listed Authority (WLA) menjadi capaian yang akan membuka peluang besar. Indonesia pun memiliki nilai lebih dibandingkan negara lain yang tidak memiliki WLA, sehingga bisa ekspansi lebih luas.

"Membuka peluang besar, mulai dari ekspor produk farmasi hingga penguatan diplomasi kesehatan Indonesia ataupun nasional," ungkap dia dalam Health Forum CNBC Indonesia, Jumat (27/2/2026).

Secara rinci, Taruna mengatakan secara bisnis WLA akan membuka pasar yang lebih luas dan dampak yang lebih dahsyat. Selain itu masih ada dampak referensi, reliance bahkan menjadi posisi tawar untuk diplomasi kesehatan secara global.

"Jadi kita menjadi pemain global, bukan lagi pemain jago kandang. Ke depan kita juga bisa memastikan penyebaran dari obat dan vaksin bahkan di saat-saat darurat," jelas Taruna.

Untuk diketahui, WLA merupakan prestasi tertinggi bagi para regulator yang berhubungan dengan pengawasan obat dan makanan. Dengan penetapan tersebut, Indonesia menjadi otoritas regulatori pertama dari negara berkembang pertama di dunia yang sistem regulasinya diakui memenuhi standar global tertinggi.

Setidaknya ada sembilan kriteria penilaian dalam penetapan status tersebut. Pertama adalah regulatory system atau tata kelola. Kedua sangat dievaluasi yang kita sebut dengan marketing authorization. Ketiga vigilance, yakni sejauh mana obat atau vaksin yang beredar di Indonesia memberikan perlindungan terhadap masyarakat. Keempat surveillance, kelima clinical trial oversight, keenam adalah kualitas laboratorium-laboratorium pengawasan obat dan vaksin tersebut.

"Ketujuh, yang dinilai secara sangat ketat yang berhubungan yang kita sebut dengan licensing. Licensing artinya, setiap surat, setiap izin, setiap apapun yang kita keluarkan ke masyarakat itu punya dampak pengawasan dan kualitas pengawasan, kualitas pengamanan terhadap kesehatan masyarakat," ungkap Taruna.

Lalu kriteria yang berhubungan dengan inspeksi. Dalam hal ini bagaimana BPOM menjalankan tugas sesuai dengan standar untuk sampai kepada inspection dalam pembuatan obat atau vaksin.

"Kita menginspeksi pabrik itu termasuk dalam hal marketing,termasuk dalam hal yang disebut dengan good manufacturing practice, sejauh mana standar alat-alat yang digunakan untuk terjadinya untuk memproduksi obat.Itu dinilai dengan ketat dan yang terakhir yang berhubungan dengan lot vaksin," papar Taruna.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |