Diinvasi Amerika, Saham Venezuela Malah Terbang 300%

2 hours ago 2

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

12 January 2026 10:30

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah invasi oleh Amerika Serikat (AS), bursa saham Venezuela malah menunjukkan geliat atraktif, gerakannya sangat parabolik, terbang ke atas 300% hanya dalam beberapa hari.

Melansir laman tradingeconomics, pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu (9/1/2026), pasar saham Venezuela yang ditunjukkan Indeks utama Bursa Efek Caracas, Índice Bursátil Caracas (IBC), tercatat menembus 6.010 poin.

Dalam hitungan sebulan, IBC sudah terbang sekitar 300,84%, sementara jika dibandingkan tanggal yang sama pada tahun lalu kenaikan lebih dari 4000%. Sebagai catatan, pada 16 Desember 2025 IBC masih berada di 1.454,66.

bursa venezuelaFoto: bursa venezuela

Lonjakan pasar saham Venezuela ini terjadi bersamaan dengan perkembangan politik dan militer paling dramatis di negara itu sejak bertahun-tahun. Pada 3 Januari 2026, pasukan Amerika Serikat melakukan operasi besar yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, serta penetapan pemerintahan sementara di bawah arahan Mahkamah Agung Venezuela.

Berita penangkapan Maduro memicu optimisme besar di pasar keuangan, karena dianggap sebagai potensi awal perubahan rezim dan reformasi ekonomi di Venezuela. Sebagai dampaknya, pada sesi perdagangan tertentu, indeks IBC mampu melonjak hingga sekitar 50 persen dalam satu hari setelah pengumuman tersebut.

Kenaikan seperti ini jarang terjadi di bursa besar dunia, tetapi di pasar yang relatif kecil dan kurang likuid seperti Caracas, sentimen kuat bisa memperbesar pergerakan harga dengan cepat.

Katalis lain yang membuat pasar semakin bergairah datang dari fokus baru pemerintah AS pada hubungan energi dengan Venezuela. Presiden Donald Trump bahkan menandatangani kebijakan eksekutif terbaru yang bertujuan melindungi penerimaan dari minyak Venezuela yang disimpan di rekening AS.

Kenaikan ekstrem di bursa Caracas sebagian besar merupakan reaksi terhadap ekspektasi pasar tentang masa depan Venezuela, bukan perubahan fundamental langsung dalam ekonomi negara yang sebenarnya.

Investor melihat potensi pelonggaran sanksi, pembukaan kembali sektor minyak, dan datangnya modal asing sebagai skenario yang akan membalikkan perlambatan ekonomi yang telah berlangsung lama.

Logikanya begini, kalau investor percaya arah kebijakan negara bisa berubah (lebih pro pasar, lebih terbuka ke investor asing, atau ada peluang pemulihan sektor migas), mereka akan buru-buru "ambil posisi" duluan.

Melansir laporan Reuters, ekspektasi seperti ini juga kelihatan di instrumen lain. Obligasi pemerintah Venezuela dan PDVSA yang sudah lama default, misalnya, sempat melonjak dan diperdagangkan di kisaran 35 sampai mendekati 40 sen per dolar untuk beberapa seri. Artinya, bukan cuma saham yang kebagian sentimen, aset Venezuela secara umum sedang "re-rating" karena harapan skenario baru.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |