Liputan6.com, Jakarta - Perubahan pola makan, hidrasi dan jam tidur selama puasa Ramadan, ternyata dapat memengaruhi kondisi kulit. Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika YPK Mandiri Maria Clarissa Wiraputranto menuturkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kulit agar tetap sehat selama puasa Ramadan.
Pertama adalah tetap memenuhi kebutuhan cairan antara waktu berbuka hingga sahur. Kedua mengonsumsi makanan bergizi seperti yang kaya antioksidan dan protein. Ketiga, menjaga rutinitas perawatan kulit yang sederhana namun konsisten.
Selanjutnya kualitas tidur dan pengelolaan stres juga perlu diperhatikan karena berperan penting dalam proses regenerasi sel kulit.
“Dengan menjaga hidrasi, nutrisi dan pola hidup yang seimbang, kesehatan kulit tetap dapat terjaga selama menjalani puasa,” kata Maria dalam pembukaan aesthetic gynecology center hasil kolaborasi Health360 Indonesia dengan YPK Mandiri di Jakarta. Dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Maria juga menyoroti hubungan erat antara kesehatan kulit dan perubahan hormonal pada perempuan.
“Kulit merupakan organ terbesar tubuh yang sangat responsif terhadap perubahan fisiologis dan hormonal sepanjang kehidupan perempuan. Kulit memiliki banyak reseptor hormon seperti estrogen, progesteron dan androgen, sehingga fluktuasi hormon dapat langsung memengaruhi kondisi kulit, rambut, serta jaringan di sekitarnya. Karena itu, kondisi kulit sering kali menjadi cerminan dari keadaan internal tubuh, termasuk kesehatan hormonal dan reproduksi perempuan,” jelasnya.
Menurut Maria, perubahan hormonal yang terjadi pada berbagai fase kehidupan perempuan dapat memunculkan berbagai kondisi kulit yang khas. Menjelang menstruasi, misalnya, peningkatan hormon progesteron dan androgen dapat memicu produksi minyak berlebih sehingga kulit menjadi lebih berminyak atau muncul jerawat. Selama kehamilan, peningkatan hormon dapat menyebabkan hiperpigmentasi seperti melasma atau garis gelap pada perut (linea nigra).
Sementara pada kondisi seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), kadar androgen yang lebih tinggi dapat memicu jerawat persisten, kulit berminyak, hingga pertumbuhan rambut berlebih.
“Perubahan juga terjadi setelah persalinan maupun saat perempuan memasuki fase penuaan dan menopause. Setelah melahirkan, penurunan hormon dapat menyebabkan rambut rontok sementara, kulit lebih sensitif, atau munculnya jerawat hormonal. Sementara menjelang menopause, berkurangnya hormon estrogen dapat menurunkan produksi kolagen sehingga kulit menjadi lebih kering, tipis, dan lebih mudah muncul kerutan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan pada kulit tidak selalu disebabkan oleh faktor eksternal seperti skincare atau lingkungan, tetapi juga oleh kondisi hormonal di dalam tubuh,” beber Maria.
Ia menekankan pentingnya pendekatan perawatan yang mengintegrasikan dermatologi dengan layanan kesehatan perempuan lainnya, termasuk ginekologi, sehingga perempuan tidak hanya berfokus pada perawatan kulit dari luar, tetapi juga memahami kondisi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Di tempat sama, founder Health360 Indonesia x YPK Mandiri aesthetic gynecology center sekaligus dokter obstetri dan ginekologi (Obgyn) utama Ni Komang Yeni Dhana Sari menuturan, permasalahan kesehatan yang dialami perempuan sering kali bersifat kompleks dan multidimensional, tidak hanya berkaitan dengan fungsi organ reproduksi, tetapi juga menyentuh aspek fisik, psikologis, hingga kualitas hidup secara keseluruhan. Sepanjang siklus kehidupannya, banyak perempuan mengalami berbagai perubahan tubuh, mulai dari pascapersalinan, gangguan fungsi intim, nyeri kronis pada area panggul, hingga perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kesehatan mental serta kepercayaan diri.
Menurutnya, berangkat dari hal tersebut, aesthetic gynecology center ditujukan sebagai tonggak baru dalam layanan kesehatan perempuan di Indonesia. Center ini menjadi pusat layanan pertama di Indonesia yang secara khusus mengintegrasikan estetika ginekologi dengan berbagai disiplin kesehatan lainnya.
“Kami dengan bangga memperkenalkan klinik estetika ginekologi pertama di Indonesia yang mengusung konsep integrasi menyeluruh. Pendirian center ini dilatarbelakangi oleh visi untuk menghadirkan paradigma baru dalam layanan kesehatan perempuan di Indonesia. Kesehatan perempuan tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara aspek medis, estetika, maupun psikologis. Karena itu, pusat layanan ini dibangun untuk menghadirkan standar baru pelayanan yang lebih komprehensif, personal, dan berfokus pada kebutuhan perempuan sepanjang fase kehidupannya,” kata Yeni.
Guna mewujudkan visi tersebut, pihknya mengusung konsep kesehatan dan kecantikan holistik dengan menghadirkan ekosistem wellness yang terintegrasi. Layanan yang tersedia tidak hanya mencakup estetika ginekologi sebagai layanan utama, tetapi juga perawatan skin care dan plastic surgery yang mendukung kepercayaan diri secara visual.
“Selain itu, kami juga memiliki layanan di bidang urology, pain management untuk membantu pasien mengatasi keluhan nyeri kronis, serta rehabilitasi medis guna menunjang pemulihan fungsi tubuh. Sebagai pelengkap, layanan brain wellness juga dihadirkan untuk mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif, sehingga perempuan dapat merasakan manfaat kesehatan secara menyeluruh,” pungkas Yeni.

10 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5519665/original/044511200_1772592972-unnamed__44_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5013589/original/069991600_1732075246-tips-sembuh-dari-gerd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4480176/original/048250400_1687657872-graveyard-background-concept_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4799287/original/094690000_1712716612-20240410-Salat_Idul_Fitri_di_Jatinegara-ANG_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5416875/original/004239400_1763473471-InShot_20251118_201720793.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5507791/original/035055900_1771551684-Vivo_V70_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5150457/original/066731100_1741074836-1741072426148_asal-usul-tradisi-mudik-lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211716/original/096234700_1597721039-PERSIB.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527166/original/042081600_1773187084-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530858/original/024083900_1773495896-WhatsApp_Image_2026-03-14_at_07.01.28__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516545/original/078504600_1772327457-persik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1632606/original/020661900_1498205818-20170622-Pemudik-Sepeda-Motor-Ramaikan-Jalur-Kalimalang-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5234409/original/088857400_1748347350-Gambar_WhatsApp_2025-05-27_pukul_16.39.24_8bcd49b7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524851/original/086106700_1773022243-unnamed_-_2026-03-09T090726.688.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529706/original/043051100_1773377172-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_14.24.24.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528074/original/023473200_1773231468-Oppo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523786/original/041686300_1772861449-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528197/original/080113600_1773249538-Booyah_Ramadan_2026.jpeg)




























