Jakarta, CNBC Indonesia — Kinerja penggalangan dana pihak ketiga (DPK) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menunjukkan pertumbuhan yang solid. Bank dengan kode emiten BMRI tersebut mencatat lonjakan DPK sebesar 21,1% secara tahunan (yoy).
Direktur Utama Bank Mandiri Riduan mengatakan hal tersebut menjadi indikasi bahwa perusahaan mampu menjaga kepercayaan nasabah dengan baik. "Menghasilkan pengelolaan likuiditas stabil dan berkelanjutan," katanya dalam paparan kinerja kuartal 1-2026, Selasa (21/4/2026).
Adapun pertumbuhan DPK Bank Mandiri didukung oleh dana murah atau current account savings account (CASA) yang naik 12,7% yoy menjadi Rp 1.201 triliun.
Sementara itu, pada kuartal pertama tahun ini kredit Bank Mandiri tumbuh 17,4% yoy. Torehan tersebut nyaris dua kali lipat relatif terhadap pertumbuhan secara industri yang lebih luas.
"(Kredit Bank Mandiri) kami fokuskan untuk dapat mendorong aktivitas ekonomi riil, khususnya yang produktif dan padat karya," ujar Riduan.
Lebih lanjut, BMRI mampu membukukan pertumbuhan kredit UMKM secara sehat. Tercatat kredit UMKM BMRI naik 5,27% yoy dan jauh lebih baik dibandingkan kredit UMKM industri perbankan secara luas yang masih mengalami kontraksi.
Hal itu kemudian membawa BMRI mengantongi laba senilai Rp 15,4 triliun sepanjang tiga bulan pertama 2026, naik 16,6% yoy.
Bank Mandiri mencatat pendapatan bunga tumbuh 11,1% yoy menjadi Rp 21,2 triliun. Kemudian pendapatan bunga naik 4,1% yoy menjadi Rp 8,24 triliun.
Secara keseluruhan total pendapatan tumbuh sebesar 9,15% yoy pada penghujung kuartal 1-2026.
Riduan juga mengatakan bahwa capaian laba tersebut membawa tingkat pengembalian aset (ROE) yang baik, yakni 22,1%. Pun dari sisi permodalan bank menjaga di level 19,7%.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































