Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, aliran modal asing tercatat keluar Indonesia sepanjang kuartal I-2026, akibat makin memburuknya ketidakpastian ekonomi global.
Ia mengatakan, total aliran modal asing yang keluar atau outflow mencapai US$ 800 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.
"Perkembangan ini perlu direspons pengutaan sinergi sehingga kinerja neraca pembayaran mendukung stabilitas," kata Perry saat konferensi pers, Rabu (20/5/2026).
Perry mengatakan, perkembangan kondisi global yang makin memburuk ini juga terlihat makin tingginya imbal hasil surat utang negara-negara maju, untuk menyerap aliran modal asing. Akibatnya outflow terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Imbal hasil US treasury 4,66% untuk tenor 10 tahun dan 4,11% tenor 2 tahun pada 19 Mei 2026. Diperkirakan akan anik tinggi didorong defisit fiskal," tegas Perry.
(arj/arj)
Addsource on Google

3 months ago
24









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7233750/original/063355400_1780018368-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600625/original/041656800_1779437299-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6919264/original/006846600_1779689758-1.jpg)