Dzikir Tasbih Tahmid Takbir di Bulan Suci Ramadhan: Lafal, Waktu Terbaik dan Keutamaannya

5 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan adalah madrasah ruhaniyah yang mengajarkan umat Islam untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di antara amalan yang dianjurkan adalah dzikir tasbih tahmid takbir di bulan suci Ramadhan.

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr dalam Buku Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik menjelaskan bahwa dzikir merupakan amalan termulia karena ia menghubungkan hati seorang hamba dengan Rabbnya. Bahkan, dzikir yang ringan di lisan ini akan menjadi berat timbangannya di akhirat kelak.

Bulan Ramadhan memiliki keistimewaan tersendiri dalam berdzikir. Allah SAW berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185 bahwa Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’ân, yang merupakan sebaik-baik dzikir.

Prof. HM Hasballah Thaib, MA, Ph.D dan Dr. H. Zamakhsyari Hasballah, Lc., MA dalam buku Amaliyah Ramadhan dalam Pembahasan Al-Qur’an dan Sunnah menegaskan bahwa pada bulan ini, Rasulullah SAW senantiasa meningkatkan amaliah ibadahnya, terutama di sepuluh malam terakhir. Para ulama sepakat bahwa dzikir di bulan yang penuh berkah ini akan dilipatgandakan pahalanya.

Berikut bacaan dzikir tasbih tahmid takbir di bulan suci Ramadhan, lengkap dengan penjelasan dan keutamaannya.

1. Dzikir Tasbih

سُبْحَانَ اللَّهِ

Latin: Subhaanallah

Artinya: Maha Suci Allah

Tasbih adalah penyucian Allah dari segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Dalam kitab Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq Al-Badr menjelaskan bahwa tasbih merupakan bentuk pengakuan hamba akan kesempurnaan Allah dan kebesaran-Nya. Tasbih juga termasuk dzikir yang paling ringan di lisan namun berat di timbangan amal.

Rasulullah SAW bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu: Subhaanallah wa bihamdihi, Subhaanallahil 'adziim" (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Dzikir Tahmid

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillah

Artinya: Segala puji bagi Allah

Tahmid adalah ungkapan syukur atas segala nikmat Allah. Dalam Amaliyah Ramadhan, dijelaskan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan (syahrut-tarbiyah) di mana umat Islam dilatih untuk bersyukur atas nikmat Allah, termasuk nikmat makanan dan minuman yang baru dirasakan saat berbuka puasa .

Rasulullah SAW bersabda: "Kesucian (tahmid) itu adalah separuh dari shalat, Alhamdulillah memenuhi timbangan, dan Subhaanallah walhamdulillah memenuhi antara langit dan bumi" (HR. Muslim).

3. Dzikir Takbir

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Allahu Akbar

Artinya: Allah Maha Besar

Takbir adalah pengagungan kepada Allah bahwa Dia lebih besar dari segala sesuatu. Dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Al-Badr menjelaskan bahwa takbir mengandung makna pengagungan dan pembesaran Allah, yang merupakan inti dari ibadah.

Di bulan Ramadhan, takbir semakin bermakna karena umat Islam meninggalkan hal-hal yang diperbolehkan (makan dan minum) semata-mata karena mengagungkan perintah Allah.

4. Dzikir Gabungan Tasbih, Tahmid, Takbir, dan Tahlil

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Latin: Subhaanallah, wal hamdu lillaah, wa laa ilaaha illa Allah, wallaahu akbar

Artinya: Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar

Dzikir gabungan ini menghimpun empat kalimat utama dalam Islam. Dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, disebutkan bahwa kalimat-kalimat ini termasuk jawami'ul kalim (kalimat yang singkat namun mencakup banyak makna). Rasulullah SAW bersabda bahwa kalimat-kalimat ini lebih dicintai Allah daripada segala sesuatu yang disinari matahari .

5. Dzikir Tasbih dengan Tahmid

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaanallah wa bihamdihi

Artinya: Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya

Dalam kitab Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq Al-Badr menjelaskan bahwa dzikir ini mengandung pengakuan akan kesucian Allah sekaligus pujian kepada-Nya. Huruf ba pada bihamdihi menunjukkan bahwa tasbih dilakukan dengan memuji Allah, sebagai pengakuan bahwa taufik untuk bertasbih berasal dari Allah.

6. Dzikir Lengkap

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ

Latin: Subhaanallah wa bihamdihi, subhaanallaahil 'adzhiim

Artinya: Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung

7. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ الله

Latin: Astaghfirullah

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah

Istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah. Dalam Amaliyah Ramadhan, disebutkan bahwa bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga fase: rahmat, ampunan, dan pembebasan dari neraka. Istighfar menjadi kunci untuk meraih ampunan Allah di bulan yang mulia ini.

8. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِن شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta khalaqtani wa anaa 'abduka wa anaa 'ala 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'udzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya wa abuu-u laka bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku, aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjian-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau."

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di siang hari dengan penuh keyakinan lalu mati pada hari itu sebelum petang, maka dia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di malam hari dengan penuh keyakinan lalu mati sebelum pagi, maka dia termasuk penghuni surga." (HR. Bukhari).

Keutamaan Dzikir di Bulan Ramadhan

1. Amalan yang Paling Dicintai Allah

Dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, Abdurrazzaq Al-Badr menjelaskan bahwa dzikir adalah ibadah yang paling utama dan paling dicintai Allah. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-Ahzab: 41-42:

"Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan dzikir sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang."

Syaikh Al-Badr menegaskan bahwa ayat ini mensyariatkan manusia untuk memperbanyak dzikir kepada Allah dalam keadaan apa pun, baik berdiri, duduk, berbaring, di siang atau malam, saat kaya atau miskin, hingga kala sehat maupun sakit .

2. Pahala Berlipat Ganda di Bulan Ramadhan

Amaliyah Ramadhan menjelaskan bahwa setiap amalan sunnah di bulan Ramadhan diganjar seperti amalan wajib di bulan lain, dan amalan wajib diganjar 70 kali lipat . Hadits dari Salman Al-Farisi RA menyebutkan:

"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Allah mewajibkan puasa di dalamnya. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan." (HR. Ahmad)

3. Dzikir sebagai Sebab Diingat oleh Allah

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 152:

"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."

Dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik, dijelaskan bahwa dzikir akan melahirkan kedekatan dengan Allah, dan balasan dari kebaikan adalah kebaikan yang serupa. Barangsiapa mengingat Allah, maka Allah akan mengingatnya dalam kebaikan dan rahmat .

4. Dzikir Memberikan Ketenangan Hati

Allah SWT berfirman dalam QS. Ar-Ra'd: 28:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

5. Dzikir sebagai Penghapus Dosa

Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi). Dalam konteks Ramadhan, dzikir dan istighfar menjadi sarana utama untuk meraih ampunan Allah di bulan yang penuh maghfirah ini.

Waktu Terbaik Mengamalkan Dzikir di Bulan Ramadhan

1. Waktu Sahur (Sepertiga Malam Terakhir)

Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr dalam Syarah Doa-Doa Pilihan Terbaik menyebutkan bahwa waktu sahur adalah waktu terbaik untuk berdoa dan berdzikir. Beliau mengutip firman Allah:

"Dan di waktu-waktu sahur (akhir malam) mereka memohon ampun (kepada Allah)." (QS. Adz-Dzariyat: 18).

Dalam hadits qudsi disebutkan: "Rabb kita Tabaraka wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam di sepertiga malam terakhir, lalu berfirman: 'Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya? Siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya? Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya?'" (HR. Bukhari no. 1145, Muslim no. 758).

2. Saat Berbuka Puasa

Waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa dan berdzikir. Rasulullah SAW bersabda:

"Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi." (HR. At-Tirmidzi no. 2526, Ibnu Majah no. 1752, disahihkan Al-Albani).

3. Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan

Amaliyah Ramadhan secara khusus membahas keutamaan sepuluh malam terakhir. Aisyah RA meriwayatkan:

"Rasulullah SAW apabila memasuki 10 malam terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan ikat pinggangnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan keluarganya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Pada malam-malam ini, terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

4. Malam Lailatul Qadar

Di malam ini, doa dan dzikir memiliki keutamaan yang luar biasa. Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku beramal pada malam Lailatul Qadar, apa yang aku ucapkan padanya?" Beliau SAW bersabda, "Ucapkanlah; 'Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni' (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku)." (HR. Tirmidzi & Ibnu Majah).

5. Saat Sujud dalam Shalat

Rasulullah SAW bersabda: "Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah saat ia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim no. 482).

6. Setiap Waktu Sepanjang Ramadhan

Syaikh Al-Badr menegaskan bahwa dzikir dapat dilakukan kapan saja, baik di siang maupun malam hari Ramadhan, karena keutamaan bulan ini meliputi seluruh waktunya.

People also Ask:

Apa bacaan tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir?

Bacaan Tasbih, Tahmid, Takbir, Tahlil, & Istighfar, Lafal ...Kalimat Tasbih (Subhanallah), Tahmid (Alhamdulillah), Takbir (Allahu Akbar), dan Tahlil (Laa ilaaha illallah) adalah bacaan dzikir utama yang memuji keesaan Allah, dengan makna "Maha Suci Allah", "Segala puji bagi Allah", "Allah Maha Besar", dan "Tiada Tuhan selain Allah", yang sering diucapkan bersamaan setelah sholat atau dalam zikir harian untuk membersihkan diri dari sifat yang tidak layak dan menyematkan kesempurnaan kepada Allah SWT.

Berapa kali kita disunahkan membaca istighfar, tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil?

“Kita boleh berdzikir dengan tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali dengan ditambah tahlil satu kali atau masing-masing 10 kali, yang penting konsisten, jika memilih yang 10 kali maka dalam satu hari kita memakai dzikir yang 10 kali tersebut.

Bagaimana bunyi kalimat dzikir tahmid?

Bacaan yang biasa dilakukan oleh umat muslim dan memiliki banyak manfaat adalah bacaan tahmid. Bacaan ini diucapkan dengan lafal “Alhamdulillah” ( اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) yang memiliki arti “Segala Puji Bagi Allah SWT”.

Dzikir apa saja yang dibaca 33 kali?

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu sesuai Ajaran Rasulullah SAWDzikir 33x yang paling umum adalah Tasbih (Subhanallah) 33x, Tahmid (Alhamdulillah) 33x, Allahu Akbar 33x, lalu ditutup dengan satu kali kalimat Tahlil (Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir) untuk menyempurnakan menjadi 100, yang sangat dianjurkan setelah salat fardhu karena keutamaannya. Dzikir ini bertujuan untuk memuji Allah SWT secara berurutan dan menutup kesempurnaan ibadah salat.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |