FTSE Tetap Pertahankan Status RI, Sinyal Positif Buat Investor

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga indeks global FTSE Russell kembali memberikan angin segar bagi pasar keuangan Indonesia. Dalam pengumuman hasil evaluasi sementara periode Maret 2026, Indonesia dipastikan masih bertahan dalam kategori pasar negara berkembang sekunder.

Keputusan ini menunjukkan bahwa posisi Indonesia belum mengalami perubahan dalam klasifikasi global tersebut. Dengan demikian, Indonesia juga belum masuk ke dalam daftar pemantauan untuk potensi perubahan status dalam waktu dekat.

Langkah ini sekaligus memberi sinyal bahwa FTSE Russell masih melihat stabilitas tertentu di pasar modal domestik, meskipun tetap mencermati sejumlah aspek yang perlu diperkuat. Evaluasi lanjutan akan terus dilakukan seiring perkembangan reformasi yang berjalan.

Di sisi lain, pelaku pasar tetap diminta mencermati dinamika ke depan, terutama terkait implementasi kebijakan yang berpengaruh terhadap transparansi dan kepercayaan investor.

"Pada tahap ini, status Pasar Berkembang Sekunder Indonesia tetap tidak berubah," tulisnya dalam sebuah keterangan.

Artinya, FTSE Russell tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Daftar Pantauan dan akan terus memantau kemajuan reformasi serta berinteraksi dengan para pelaku pasar.

Dalam keterangannya, FTSE Russell terus memantau dengan cermat reformasi integritas pasar modal di Indonesia.

Disebutkan bahwa, dalam peninjauan indeks untuk Indonesia pada Maret 2026, FTSE Russell terus meninjau kemajuan langkah-langkah reformasi yang dirancang untuk memperkuat transparansi, integritas, dan tata kelola pasar secara keseluruhan.

"Sebagaimana diuraikan dalam FAQ FTSE Russell mengenai perlakuan terhadap Sekuritas Indonesia," sebutnya.

Menurutnya, Indonesia telah memperkenalkan serangkaian inisiatif yang luas, termasuk pengungkapan pemegang saham yang ditingkatkan, perluasan kategori klasifikasi investor, persyaratan free float minimum, dan alat pengawasan pasar yang ditingkatkan.

"Langkah-langkah ini ditujukan untuk mengatasi kekhawatiran yang sebelumnya diidentifikasi terkait transparansi dan keandalan data," ungkapnya.

FTSE Russell akan terus memantau perkembangan implementasi dan berinteraksi dengan peserta pasar untuk mengumpulkan masukan.

Selain itu, FTSE Russell akan mengonfirmasi perlakuan terhadap sekuritas Indonesia menjelang tinjauan indeks pada Juni 2026 mendatang, dengan mempertimbangkan kemajuan reformasi dan masukan pemangku kepentingan.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |