Geger UEA Keluar dari OPEC, Apa Dampaknya Bagi Dunia?

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah mengejutkan Uni Emirat Arab (UEA) yang memutuskan keluar dari organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) pada pekan ini diprediksi akan melemahkan pengaruh kartel tersebut serta pemimpinnya, Arab Saudi, di pasar minyak global. Mengutip laporan CNBC International, perkembangan ini dapat memberikan tekanan terhadap harga minyak dalam jangka panjang karena UEA merupakan anggota paling berpengaruh kedua setelah Arab Saudi.

Jorge León, Kepala Analisis Geopolitik di Rystad Energy, menjelaskan bahwa UEA adalah salah satu dari sedikit anggota yang memiliki kapasitas produksi cadangan (spare capacity) yang signifikan untuk memengaruhi harga dan merespons guncangan pasokan. Kapasitas cadangan adalah produksi menganggur yang dapat diaktifkan dengan cepat untuk mengatasi krisis besar, di mana Arab Saudi dan UEA secara bersama-sama mengendalikan mayoritas kapasitas cadangan dunia yang mencapai lebih dari 4 juta barel per hari.

"Kepergian UEA menghapus salah satu pilar utama yang mendasari kemampuan OPEC dalam mengelola pasar. Akibatnya, OPEC akan menjadi lebih lemah secara struktural," kata León dalam sebuah catatan dikutip Rabu (29/4/2026).

Mantan utusan khusus Departemen Luar Negeri AS untuk urusan energi internasional periode 2009-2011, David Goldwyn, menilai hal ini sebagai pukulan telak bagi Saudi karena merusak kemampuan mereka dalam mengelola OPEC sebagai sebuah organisasi. Goldwyn menyebutkan bahwa meskipun Riyadh masih memiliki kemampuan signifikan untuk mendisiplinkan pasar dengan kapasitas cadangannya sendiri, posisi mereka akan jauh lebih lemah tanpa kehadiran UEA.

"Riyadh masih akan memiliki kemampuan signifikan untuk mendisiplinkan pasar dengan kapasitas cadangannya sendiri, namun posisinya akan lebih lemah sekarang setelah UEA tidak lagi menjadi anggota," ujar Goldwyn.

Keputusan UEA untuk hengkang dari OPEC secara resmi pada Jumat mendatang ini muncul setelah berminggu-minggu serangan rudal dan drone oleh sesama anggota, Iran, yang menghambat ekspor minyak UEA melalui Selat Hormuz. Meski demikian, Menteri Energi UEA, Suhail Al Mazrouei, menegaskan dalam wawancaranya bahwa waktu pengumuman keluar ini dipilih untuk membatasi gangguan bagi sesama produsen di dalam kelompok tersebut.

"Pengunduran diri UEA telah diatur waktunya untuk membatasi gangguan terhadap sesama produsen di dalam grup. Kami menginginkan kebebasan lebih dalam mengambil keputusan produksi tanpa hambatan dari OPEC guna mencapai target kapasitas 5 juta barel per hari pada tahun 2027," kata Al Mazrouei.

Pendiri Again Capital, John Kilduff, menambahkan bahwa kepergian UEA bisa berdampak negatif (bearish) pada harga di masa depan karena merusak kohesi yang dibutuhkan di antara produsen untuk menjaga agar harga tidak jatuh terlalu dalam saat terjadi kelebihan pasokan. Sementara itu, Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, menyoroti rasa frustrasi UEA terhadap pemotongan produksi yang dipimpin Saudi selama bertahun-tahun, sementara anggota lain seperti Irak dan Rusia sering kali melanggar kuota mereka.

"Ketika konflik antara AS dan Iran berakhir serta Selat Hormuz dibuka kembali, saya memperkirakan UEA akan memproduksi minyak sebanyak mungkin dengan memanfaatkan kapasitas cadangan yang mereka simpan selama ini," tutur Lipow.

Meskipun harga kontrak berjangka minyak belum bereaksi tajam terhadap pengumuman ini pada hari Selasa, Goldwyn memperingatkan adanya risiko volatilitas harga minyak yang lebih tinggi di masa depan. Ia menekankan bahwa pasar mungkin akan kehilangan kemampuan Saudi dalam menetapkan batas bawah harga jika permintaan minyak melemah dan terjadi surplus besar nantinya.

"Ada risiko signifikan terjadinya volatilitas harga minyak yang lebih tinggi sebagai akibat dari keputusan ini. Namun pada akhirnya, ketika kondisi pasar membutuhkan kerja sama, keluarnya UEA dari OPEC tidak menghalangi mereka untuk tetap bekerja sama dengan organisasi tersebut," pungkas Goldwyn.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |