Harga Batu Bara Membara Lagi, India Diam-Diam Sudah Timbun Pasokan

5 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara kembali terbang tersengat lonjakan kembali harga minyak.

Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Rabu (11/3/2026) ditutup di posisi US$ 134,9 per ton atau melesat 2,9%.

Kenaikan ini berbanding terbalik dengan kejatuhan 8,83% pada Selasa.

Lonjakan harga batu bara dipicu oleh kenaikan harga minyak.

Harga minyak brent terbang 4,8% sementara WTI melonjak 4,6% pada perdagangan Rabu (11/3/2026). 

Iran bahkan mengatakan dunia harus bersiap menghadapi harga minyak US$200 per barel, setelah pasukannya menyerang kapal-kapal dagang pada Rabu. Pada saat yang sama, International Energy Agency (IEA) merekomendasikan pelepasan besar-besaran cadangan minyak strategis untuk meredam salah satu guncangan harga minyak terburuk sejak 1970-an.

Batu bara dan minyak saling mensubstitusi sehingga harganya saling memengaruhi.

Aktivitas lelang online batu bara kokas di China belakangan ini juga mulai menguat, membantu sejumlah tambang mengurangi stok yang menumpuk. Namun demikian, perdagangan di pasar spot masih berlangsung sangat selektif, karena permintaan dari pengguna akhir belum benar-benar pulih.

Dalam beberapa hari terakhir, lebih banyak tambang di wilayah produksi utama China seperti Shanxi dan Shaanxi menggelar lelang online untuk menjual batu bara kokas. Beberapa transaksi berhasil terjadi dengan harga yang sedikit lebih tinggi dibanding sesi sebelumnya.

Hal ini membantu membersihkan persediaan di tambang, yang sebelumnya meningkat akibat penjualan yang lambat.

Meskipun volume transaksi meningkat melalui platform lelang, aktivitas ini lebih mencerminkan upaya produsen mengurangi stok daripada peningkatan permintaan yang kuat.

Sebaliknya, harga batu bara termal di tingkat tambang (mine-mouth prices) di China cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir, karena permintaan dari pembangkit listrik dan sektor hilir masih relatif lesu. Meskipun demikian, terdapat kenaikan harga terbatas di beberapa tambang tertentu akibat faktor lokal seperti kualitas batu bara atau stok yang lebih ketat.

Dari India dilaporkan, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mengancam pasokan energi global, India pada Rabu menyatakan bahwa mereka sepenuhnya siap menghadapi lonjakan permintaan batu bara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Saat ini, total stok batu bara mencapai sekitar 210 juta ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 88 hari. Persediannya naik 14%.

Stok batu bara di pithead (area tambang) milik Coal India Ltd (CIL) tercatat 106,78 juta ton (MT) pada 1 April 2025, dan meningkat menjadi 121,39 MT per 9 Maret tahun ini.

Selain itu, terdapat sekitar 6,07 juta ton batu bara di tambang Singareni Collieries Company Limited (SCCL), sekitar 15,12 juta ton di tambang captive dan tambang komersial, serta sekitar 14 juta ton dalam proses pengiriman (transit). Totalnya mencapai 156,58 juta ton, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.

Stok ini berada di luar batu bara yang sudah tersedia di pembangkit listrik, yang mencapai sekitar 54,05 juta ton per 9 Maret 2026, cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 24 hari pada tingkat konsumsi saat ini.

"Ketersediaan total stok batu bara di negara ini sekitar 210 juta ton, yang cukup untuk sekitar 88 hari," kata kementerian batu bara dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The India Times.

Produksi batu bara di negara tersebut terus berjalan dengan kecepatan yang sama, sehingga menambah stok di sisi tambang guna menjaga pasokan yang memadai bagi konsumen sesuai kebutuhan mereka, dengan dukungan sistem transportasi kereta api.

Kementerian batu bara tetap fokus menciptakan lingkungan yang stabil dan berbasis kinerja melalui fasilitasi kebijakan yang berkelanjutan, pemantauan kinerja secara ketat, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan. 

Tujuannya adalah memastikan ketersediaan batu bara yang andal, mendukung operasi tanpa gangguan di berbagai sektor penting, serta memenuhi kebutuhan energi negara yang terus meningkat.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |