Jakarta, CNBC Indonesia- serta rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC).
Merujuk Refinitiv, harga emas ada di posisi US$4702,50 per troy ons pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). Harganya melesat 1,2%.
Kenaikan ini memutus tren negatifnya yang ambruk 2,3% dalam dua hari sebelumnya.
Harga emas langsung terbang pada hari ini. Pada Rabu (8/4/2026) pukul 06.26 WIB,harga emas melesat 2,3% dan menyentuh US$ 4809,65 per troy ons. Emas akhirnya bisa balik ke level US$ 4800 per troy ons untuk pertama kalinya sejak 18 Maret 2026.
Melemahnya dolar AS menjadi salah satu penopang emas. Indeks dolar akhirnya melemah ke 99,86 setelah bertengger di level 99,9 pada sebelumnya,
"Pasar emas saat ini cenderung stagnan menjelang tenggat waktu pukul 20.00 waktu Timur AS yang ditetapkan oleh pemerintah AS. Pasar seperti 'menunggu' karena para trader ingin melihat apa yang akan terjadi, mengingat peristiwa ini bisa berdampak besar," ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, kepada Reuters.
Serangan terhadap Iran meningkat sepanjang hari, namun Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan menerima ultimatum Trump untuk membuka Selat Hormuz sebelum akhir Selasa. Presiden AS bahkan menyatakan bahwa "satu peradaban akan mati malam ini" jika Teheran tidak mencapai kesepakatan di menit terakhir.
"Para trader emas kini lebih fokus pada kebijakan suku bunga bank sentral dibandingkan geopolitik. Jika ekonomi besar menunda penurunan suku bunga, itu berarti permintaan terhadap emas bisa berkurang," tambah Wyckoff.
Harga emas spot telah turun sekitar 11% sejak perang Iran dimulai.
Harga minyak melonjak sejak konflik Iran memperburuk kekhawatiran pasokan. Kenaikan biaya energi mendorong inflasi, sehingga bank sentral memiliki ruang terbatas untuk menurunkan suku bunga.
Meskipun emas dikenal sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi, daya tariknya berkurang dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil (yield).
Pelaku pasar juga menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Maret yang dirilis pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS (Kamis) dan inflasi Consumer Price Index (CPI) AS (Jumat)
Data-data ini akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga dan pergerakan emas selanjutnya.

6 hours ago
1
















































