Harga Minyak Tembus US$113/Barel, Purbaya Buka Opsi Revisi APBN

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi melakukan revisi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Opsi ini terbuka mengingat adanya lonjakan harga minyak dunia di tengah perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, perubahan postur APBN akan dilakukan setelah melihat perkembangan harga minyak dalam kurun waktu satu bulan ke depan. Seperti diketahui, rata-rata harga minyak telah melebihi US$113,68 per barel. Sementara itu, batas aman harga minyak mencapai US$92 per barel.

"Kita lihat sebulan ini, kita lihat gimana sih keadaannya. Nanti kalau satu bulan semuanya berubah, kita akan evaluasi secara menyeluruh, yang jelas kita akan pastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu," kata Purbaya usai meninjau Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).

Ia juga menuturkan, Kementerian Keuangan telah melakukan uji risiko atau stress test dari harga minyak terhdap beban defisit APBN. Yang digunakan dalam stress test itu kata dia adalah rata-rata minyak per tahun, bukan harian seperti saat ini.

Dalam stress test Purbaya, bila rata-rata setahun harga minyak mentah dunia tembus level US$ 92 per barel maka defisit APBN akan melampaui batas aman di level 3%, yakni bergerak ke level 3,6% PDB.

"Jadi, masih di bawah itu. Jadi, masih tenang-tenang dulu. Yang jelas, kita monitor dari waktu ke waktu dan saya tidak akan terlambat mengambil keputusan kalau diperlukan," kata Purbaya.

Sejauh ini, Purbaya melihat belum ada gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri imbas kenaikan harga minyak yang terjadi. Kendati demikian, dia berjanji akan terus memonitor situasi terkini. Dia juga memastikan tidak akan terlambat mengambil keputusan atau kebijakan jika diperlukan.

"Saya belum melihat gangguan dari aktivitas ekonomi dalam negeri gara-gara harga yang naik tinggi. Tapi kan baru sebentar," kata Purbaya.

Purbaya pun menegaskan, seluruh pihak tak perlu terburu-buru menilai pergerakan harga minyak mentah dunia saat ini akan terus melambung tinggi dalam jangka waktu panjang, hingga mempengaruhi tingkat harga di dalam negeri.

Apalagi ia menekankan, harga minyak mentah dunia yang bergerak harian juga tidak langsung seketika mengganggu kondisi fiskal pemerintah, karena efeknya baru terlihat dalam rentang waktu bulanan.

"Jadi, teman-teman yang lain, jangan cepat-cepat memastikan atau menyimpulkan harga akan US$ 100 terus. Bahkan, Anda bilang US$ 150 dan kita anggarannya akan tidak kuat. Kita akan assess terus dari waktu ke waktu," ungkap Purbaya.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |