IHSG Dibuka Naik 0,43% Pagi Ini, Tiga Saham Diserbu

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka kuat pada awal pekan ini, Senin (12/1/2025).

Indeks naik 0,43% atau 38,81 poin ke level 8.975,56. Sebanyak 346 saham naik, 147 turun, dan 465 belum bergerak. 

Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 1,34 triliun, melibatkan 1,77 miliar saham dalam 181.600 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun bergerak naik menjadi Rp 16.345 triliun.

Sejumlah saham yang menjadi sasaran investor adalah Bumi Resources (BUMI), Antam (ANTM), dan Pakuwon Jati (PWON). Total nilai transaksi ketiganya mencapai lebih dari Rp 900 miliar. 

Sebagai informasi, pasar keuangan Indonesia hanya akan dibuka selama empat hari pada pekan ini. Pasalnya ada libur Isra Mi'raj pada Jumat sehingga pasar tutup.

Mengingat perdagangan yang relatif pendek, pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen pasar hari ini dan sepekan ke depan.

Pelaku pasar kini beralih fokus ke penantian inflasi AS yang akan rilis pekan depan sampai memantau sejumlah harga komoditas yang terus bergerak naik.

Saat ini, pasar berangkat dari perkiraan sementara bahwa inflasi AS berada di kisaran 2,7% secara tahunan di penghujung 2025, lebih rendah dibandingkan ekspektasi sebelumnya di atas 3%.

Angka tersebut bukan merupakan rilis resmi CPI Desember, melainkan estimasi berbasis data terakhir yang tersedia, mengingat Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) tidak mengumpulkan data pada Oktober 2025 akibat government shutdown dan tidak merilis data bulanan November.

Dari kawasan regional, pelaku pasar juga masih memantau bagaimana dinamika di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, serta sentimen pasar yang dipengaruhi rilis inflasi China.

China mengalami inflasi 0,8% secara tahunan (yoy), ini merupakan yang tertinggi selama hampir tiga tahun, meskipun belum sepenuhnya meredakan tekanan deflasi.

Dan saat ini, pelaku pasar berharap surplus neraca dagang akan bertambah lebih banyak untuk periode Desember 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara dari dalam negeri, ada sejumlah data yang potensi masih direspon pasar pekan depan seperti defisit APBN yang melebar sampai penantian data penjualan ritel yang akan rilis hari ini. 

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mencatat untuk penjualan ritel yang dicerminkan dengan Indeks Penjualan Riil (IPR) berada di 219,7 pada Oktober. Tumbuh 4,3% yoy, lebih tinggi dibandingkan September yang naik 3,7% yoy, capaian ini merupakan yang terkuat sejak Juli 2025.

Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh penjualan makanan, minuman, dan tembakau naik 6,4% (vs 5,4% pada September), sementara barang budaya dan rekreasi melonjak 6,7% (vs 2,6%), keduanya mencatatkan laju pertumbuhan tercepat dalam tujuh bulan terakhir.

Sementara itu, penjualan suku cadang dan aksesori otomotif sedikit melambat menjadi 12,0% dari 12,4%. Sebaliknya, penjualan mengalami penurunan pada bahan bakar (-1,0% vs 10,6%), peralatan rumah tangga (-2,3% vs -2,6%), perangkat informasi dan komunikasi (-28,3% vs -27,6%), serta pakaian (-5,8% vs -7,1%).

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |