Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah mampu menguat di tengah tekanan besar yang tengah menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini, Rabu (28/1/2026).
Merujuk data Refinitiv, pada pembukaan perdagangan rupiah terapresiasi 0,30% ke level Rp16.710/US$, sementara IHSG dibuka anjlok 6,8% ke posisi 8.369,48.
Namun, hingga pukul 09.20 WIB, rupiah masih bertahan di zona penguatan, meski melandai menjadi naik 0,12% di level Rp16.740/US$.
Kenapa Rupiah Bisa Menguat?
Pergerakan rupiah yang berlawanan arah dengan IHSG terjadi saat pasar saham domestik tertekan setelah penyedia indeks global MSCI mengeluarkan peringatan keras terhadap pasar modal Indonesia. Dalam pengumuman terbarunya, MSCI memutuskan membekukan sementara perlakuan indeks untuk saham-saham Indonesia, menyusul kekhawatiran terkait free float dan aksesibilitas pasar.
Di sisi lain, penguatan rupiah mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,16% ke level 96,066. Pelemahan ini melanjutkan tekanan tajam pada sesi sebelumnya, saat DXY ditutup turun 0,85% ke level 96,217 dan tercatat sebagai level terendah dalam empat tahun terakhir.
Koreksi DXY yang dalam mengindikasikan investor mulai melepas aset berdenominasi dolar, sehingga arus dana berpotensi bergeser ke aset berisiko dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pelemahan dolar turut dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut dirinya tidak terlalu khawatir dengan penurunan dolar belakangan ini dan menilai pelemahannya belum terlalu besar. Pernyataan tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa pemerintah AS relatif nyaman dengan dolar yang lebih lemah karena dapat meningkatkan daya saing ekspor.
Tekanan terhadap greenback juga diperbesar oleh ketidakpastian kebijakan di Washington, termasuk kembali mencuatnya wacana Trump terkait Greenland serta kritik terhadap independensi The Federal Reserve. Selain itu, spekulasi mengenai potensi koordinasi intervensi valuta asing AS dan Jepang untuk menopang yen turut menjadi pemberat bagi dolar.
(evw/evw)

2 hours ago
1
















































