IHSG Pangkas Koreksi, Melemah 0,31% ke Level 8.209

3 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles pada perdagangan hari ini, Jumat (27/2/2026), melanjutkan tekanan aksi jual investor di pasar modal.

IHSG yang sempat tercatat turun 1,47% mampu memangkas koreksi secara signifikan, namun masih tetap berada di zona merah. Pada akhir perdagangan sesi pertama IHSG melemah 0,31% atau turun 25,93 poin ke level 8.209,33.

Dari sisi likuiditas, nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,26 triliun dengan volume 26,49 miliar saham dalam 1,51 juta kali transaksi. Sebanyak 420 saham melemah, hanya 239 saham menguat, sementara 156 stagnan-mencerminkan tekanan jual yang dominan di pasar.

Mengutip data Refinitiv, pelemahan IHSG hari ini terutama disebabkan oleh koreksi saham-saham berkapitalisasi jumbo (big caps) yang memiliki bobot besar terhadap indeks.

Deretan saham konglomerat seperti Barito Renewables Energy (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA), ikut menjadi beban kinerja indeks hari ini.

Berikut 10 emiten yang menjadi penekan utama berdasarkan kontribusi penurunan indeks (index points) antara lain:

  1. Bank Central Asia (BBCA): -9,48 poin
  2. Bank Rakyat Indonesia (BBRI): -7,86 poin
  3. Telkom Indonesia (TLKM): -6,31 poin
  4. Dian Swastatika Sentosa (DSSA): -5,22 poin
  5. Astra International (ASII): -5,12 poin
  6. United Tractors (UNTR): -4,13 poin
  7. Barito Renewables Energy (BREN): -1,85 poin
  8. Indofood Sukses Makmur (INDF): -1,67 poin
  9. Chandra Asri Pacific (TPIA): -1,56 poin
  10. Bank Mega (MEGA): -1,55 poin

Terlihat bahwa tekanan terbesar berasal dari kelompok saham energi dan konglomerasi (BREN, DSSA, TPIA), serta perbankan besar (BBCA dan BBRI) yang memiliki bobot signifikan dalam struktur indeks.

Adapun pada perdagangan Jumat ini pergerakan pasar saham berpotensi bergerak cenderung sideways dengan potensi melemah. Ruang koreksi terbuka setelah pada perdagangan Kamis kemarin pelaku pasar mulai melakukan aksi ambil untung atau taking profit.

Dari sisi teknikal, pelemahan IHSG pada Kamis kemarin juga membuat sinyal koreksi lanjutan kian terlihat. Indikasinya muncul lewat terbentuknya pola Bearish Rising Wedge, yakni pola kenaikan harga yang terjadi dalam rentang pergerakan yang makin menyempit. Kondisi ini kerap dibaca sebagai tanda penguatan yang mulai kehilangan tenaga dan rawan berbalik arah.

Pola tersebut muncul setelah IHSG sempat anjlok pada akhir Januari kemarin, lalu perlahan menanjak. Namun, indeks beberapa kali gagal menembus level psikologis 8.400. Gagalnya penguatan di area itu kemudian diikuti pembentukan wedge, yang secara teori sering berakhir dengan penembusan ke bawah dan memicu koreksi lanjutan.

Jika skenario Bearish Rising Wedge ini terkonfirmasi, IHSG setidaknya berpotensi menguji area support di kisaran 7.900 hingga 7.800, atau membuka ruang penurunan sekitar 4%.

(fsd/fsd)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |