IMA Buka Suara Soal Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel 2026

9 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesian Mining Association (IMA) menyampaikan bahwa saat ini industri pertambangan dalam negeri menghadapi berbagai tantangan yang cukup beragam. Mulai dari persoalan produksi hingga dinamika kebijakan pemerintah.

Wakil Ketua Indonesian Mining Association (IMA) Ezra Sibarani menilai sektor tambang beberapa waktu belakangan ini dihadapkan pada situasi yang sangat menantang. Salah satunya seperti pembatasan produksi, khususnya pada komoditas nikel dan batu bara.

"Kita lihat tantangan di tambang beberapa masalah yang kita hadapi nikel produksi pembatasan dan ada resources yang ada masalah hukum. Banyak dan kompleks masalahnya. Tapi yang paling besar saat ini RKAB batu bara dan nikel," ujar Ezra dalam Mining Forum CNBC Indonesia, "Apa kabar Industri Tambang RI?", Jumat (6/3/2026).

Ia mengakui, sejumlah perusahaan cukup terkejut dengan kebijakan tersebut karena kriteria penetapan kuota produksi belum jelas. Sementara, setiap perusahaan memiliki kondisi yang berbeda beda.

"Misal di level berapa akan utuh, jadi kalau di cut 50% pasti sih rugi, kami juga ada komit dengan pembeli. Kami paham pemerintah punya pertimbangan khusus tapi kami berharap pemerintah fleksibel," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil memberikan respons terkait permintaan berbagai pihak. Khususnya untuk meninjau ulang pemangkasan kuota produksi nikel dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Menurut Bahlil, keputusan tersebut sudah final. Mengingat, pemangkasan produksi dilakukan guna menjaga keseimbangan supply and demand agar harga komoditas tambang tetap terjaga di pasar global.

"Kita kan sudah memutuskan. Tim kan sudah, saya kan katakan supply and demand. Gimana kalau kita melakukan produksi yang banyak dengan harga yang jatuh," kata Bahlil usai acara Indonesia Economic Outlook di Gedung Danantara, Jakarta, dikutip Rabu (18/2/2026).

Ia lantas mengingatkan agar sumber daya alam milik negara tidak diobral begitu saja. Mengingat, pengelolaan tambang harus terukur dan berkesinambungan.

"Jangan harta negara kita dijual murah dong. Pengelolaan tambang ini kan harus berkesinambungan. Ada anak cucu kita juga yang harus melanjutkan bangsa ini ya," kata Bahlil.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |