Iran Makin Dikeroyok, Ukraina "Ikut" Perang AS-Israel di Timur Tengah

4 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Ukraina akan membantu Amerika Serikat (AS) dan Israel dalam serangan ke Iran. Sebelumnya Washington dan Tel Aviv menyerang Teheran sejak 28 Februari, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei.

Hal ini menimbulkan pembalasan Iran ke pangkalan militer Amerika ke Teluk, hingga penutupan Selat Hormuz. Per Senin (9/3/2026) pagi harga minyak menyentuh US$ 113 per barel baik Brent atau WTI.

Mengutip CNBC International, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan kepada The New York Times bahwa Kyiv telah menyetujui permintaan AS untuk mengirim drone pencegat dan tim ahli drone. Ini khususnya untuk melindungi pangkalan militer Amerika di Yordania

Ia mengaku antusias menawarkan keahlian dan teknologi canggihnya yang diperoleh dengan susah payah untuk melawan drone Iran, Shahed. Drone tersebut sebelumnya Rusia menyerang Kyiv dalam perang dengan Ukraina.

"Saat perang di Iran meluas melampaui perbatasannya, Ukraina telah mengirimkan drone pencegat dan tim pakar drone untuk melindungi pangkalan militer AS di Yordania," ujar Zelensky.

Dijelaskannya, awalnya AS mengajukan permintaan bantuan pada hari Kamis, dan tim Ukraina berangkat keesokan harinya. Teknologi Ukraina diperkirakan akan segera tiba di Timur Tengah.

"Kami bereaksi segera," jawab Zelensky lagi.

"Saya berkata, ya, tentu saja, kami akan mengirimkan para ahli kami."

Saat Ukraina bekerja sama dengan Amerika di Timur Tengah, Kyiv berharap dapat menunjukkan perbedaan dengan Rusia. Sebelumnya, pejabat AS mengatakan bahwa Rusia telah memberikan intelijen kepada Iran selama perang, termasuk citra satelit yang menunjukkan lokasi kapal perang dan personel militer Amerika.

Zelensky mengatakan dia juga telah melihat intelijen yang menunjukkan bahwa drone yang sekarang berkerumun dari Iran memiliki "komponen Rusia".

Pemimpin Ukraina itu mengatakan ia ingin membantu negara-negara Timur Tengah tetapi juga perlu menyeimbangkan permintaan tersebut dengan kebutuhan Ukraina di dalam negeri, karena perang di sana telah berlangsung selama lima tahun.

Sementara itu, perang di Iran dapat memutus aliran senjata pertahanan yang sangat dibutuhkan Ukraina. Kyiv telah menawarkan untuk menukar drone pencegatnya dengan negara-negara Timur Tengah untuk sistem yang lebih kuat yang dibutuhkan Ukraina untuk menghadapi rudal balistik Rusia.

Ukraina juga mengatakan akan membantu negara-negara Timur Tengah sebagai imbalan atas bantuan diplomatik dalam mendorong Rusia menuju gencatan senjata. Zelensky mencatat bahwa beberapa negara Timur Tengah memiliki "hubungan yang sangat kuat dengan Rusia".

"Itulah mengapa saya berkata, Lihat, jadi mungkin mereka dapat berbicara dengan Rusia dan Rusia akan berhenti sejenak," katanya.

"Dalam hal ini, tentu saja, kita dapat membantu Timur Tengah untuk membela mereka," ujarnya lagi.

Diketahui selain Ukraina, beberapa negara juga telah mempertimbangkan permintaan dari negara-negara Teluk untuk membantu menahan serangan Iran. Australia mengatakan sedang meninjau permintaan sambil menegaskan kembali bahwa mereka akan menahan diri dari berpartisipasi dalam aksi ofensif terhadap Iran.

China mengirim utusan khusus ke Timur Tengah pekan lalu untuk menengahi gencatan senjata. Diplomat utamanya, Wang Yi, mengulangi seruan Beijing untuk mengakhiri aksi militer selama konferensi pers pada hari Minggu, menyesalkan konflik tersebut sebagai perang yang "seharusnya tidak pernah terjadi".

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |