Kecam Keras Intervensi AS ke Venezuela, Megawati: Wujud Neokolonialisme dan Imperalisme Modern

17 hours ago 12

loading...

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam keras aksi intervensi militer AS di Venezuela saat peringatan HUT ke-53 PDIP sekaligus pembukaan rangkaian Rakernas I di BCIS, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). Foto: PDIP

JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengecam keras aksi intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela. Megawati menyebut langkah itu sebagai ancaman serius bagi kedaulatan bangsa-bangsa berdaulat.

Pernyataan Megawati disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai digelarnya peringatan HUT ke-53 PDIP sekaligus pembukaan rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).

Baca juga: Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat

Dalam forum ini, Megawati memberikan pidato politik secara tertutup. "Beliau menyampaikan sikap tegas PDIP terhadap bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya melalui operasi Militer yang telah memicu kecaman internasional sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional," ujar Hasto mengutip pernyataan Megawati.

Dalam pidatonya, Megawati menilai tindakan agresi sepihak tersebut sangat mencederai semangat perdamaian dunia yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Tindakan tersebut merupakan wujud neokolonialisme dan imperalisme modern yang mengingkari piagam PBB dan prinsip dasar hubungan antarbangsa," katanya.

Presiden Ke-5 RI itu juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sejarah panjang dalam melawan segala bentuk penjajahan sejak Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955.

"Jadi pada kesempatan tersebut Ibu ketua umum juga mengingatkan bagaimana Indonesia pada tahun 1955 telah menjadi pelopor suatu gerakan dekolonialisasi yang pertama melalui KAA di Bandung," ujar Hasto.

(jon)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |