Keutamaan 10 Hari Pertama, Kedua dan Ketiga di Bulan Ramadhan, Simak Amalannya

16 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Keutamaan 10 hari pertama, kedua, dan ketiga di bulan Ramadhan menunjukkan bahwa bulan suci adalah waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Keistimewaan Ramadhan ini tidak hanya terletak pada kewajiban berpuasa, tetapi juga pada pembagian fase-fase yang penuh keberkahan.

Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW, bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga bagian yang masing-masing memiliki keutamaan yang luar biasa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi, Rasulullah SAW bersabda:

"Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari api neraka." (HR. Al-Baihaqi)

Hadits ini menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk memahami dan mengoptimalkan ibadah di setiap fase Ramadhan. Pembagian ini menjadi momentum bagi setiap muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah secara bertahap namun progresif, meraih setiap keberkahan yang Allah curahkan di setiap fasenya.

Artikel ini akan membahas tuntas keistimewaan Ramadhan per fase 10 harian, merujuk ebook Oase Ramadhan, Bunga Rampai Materi Kultum Ramadan 1445 H, karya Prof Dr. H.A. Rusdiana dan Pernak-pernik Ramadhan, karya Anggrayu Kurnia, dkk. Simak pula amalan yang dianjurkan.

Keutamaan 10 Hari Pertama Ramadhan, Rahmat

Fase pertama Ramadhan, yaitu sepuluh hari awal, adalah masa di mana Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Kata "rahmat" berasal dari bahasa Arab yang berarti kasih sayang, nikmat, dan karunia.

Dalam konteks ini, rahmat Allah dilimpahkan secara khusus kepada mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Ayat ini menjadi dasar bahwa puasa Ramadhan bertujuan untuk mencapai ketakwaan. Pada 10 hari pertama, rahmat Allah menjadi pintu awal untuk memasuki proses pendidikan menuju ketakwaan tersebut.

Di sisi lain, Rasulullah SAW bersabda: "Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)." (HR. Al-Baihaqi, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 31)

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa di seluruh bulan Ramadhan, termasuk 10 hari pertama, Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya bagi hamba-Nya.

Rahmat 10 Hari Pertama Ramadhan

1. Terbukanya Pintu Rahmat

Pada 10 hari pertama bulan Ramadhan, pintu rahmat Allah terbuka selebar-lebarnya. Umat Islam dapat berlomba-lomba mengumpulkan pahala dan ibadah sebanyak-banyaknya. Setiap kebaikan yang dilakukan di bulan Ramadhan pahalanya akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. (Oase Ramadhan, hlm. 19)

2. Waktu Paling Tepat untuk Berdoa

Terdapat waktu-waktu utama yang bisa digunakan untuk melantunkan doa, yaitu saat azan berkumandang, waktu berpuasa, saat sahur, dan malam Lailatul Qadar. Disebutkan bahwa 10 hari pertama bulan Ramadhan merupakan waktu yang paling tepat untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. (Oase Ramadhan, hlm. 19-20)

3. Dibukanya Pintu Ampunan Allah SWT

Keistimewaan 10 hari pertama bulan Ramadhan adalah dibukanya pintu ampunan Allah SWT. Umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan saleh dengan niat memperoleh pahala dan ampunan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 20)

4. Penuh Berkah dan Keberuntungan

Orang yang menjalankan puasa di 10 hari pertama bulan Ramadhan akan mendapatkan berkah dan keberuntungan. Ia juga akan selalu dalam lindungan Allah SWT selama bulan Ramadhan serta selalu berada dalam petunjuk-Nya. (Oase Ramadhan, hlm. 20).

Amalan-Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Pertama Ramadhan

1. Memperbanyak Doa dan Syukur

Pada fase ini, seorang muslim hendaknya menanamkan rasa syukur yang mendalam karena telah dipertemukan dengan Ramadhan. Para ulama terdahulu biasa berdoa selama enam bulan agar dipertemukan dengan Ramadhan. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali:

"Dahulu mereka (para salaf) berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka dipertemukan lagi dengan Ramadhan." (Oase Ramadhan, hlm. 14)

2. Melatih Kesabaran dan Kedisiplinan

Puasa di awal Ramadhan menjadi masa adaptasi bagi tubuh dan jiwa. Dalam buku Pernak-pernik Ramadhan (hlm. 67), dijelaskan bahwa pada masa ini, selain menahan lapar dan dahaga, yang terpenting adalah melatih diri untuk menahan hawa nafsu. Ini menjadi fondasi untuk membangun karakter sabar dan disiplin.

3. Persiapan Fisik dan Spiritual

Pada fase ini, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan spiritual. Beberapa persiapan yang dianjurkan adalah persiapan nafsiyah (jiwa), tsaqafiyah (ilmu), jasadiyah (fisik), dan maliyah (keuangan). (Oase Ramadhan, hlm. 15-16).

Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadhan, Maghfirah

Fase kedua Ramadhan, yaitu sepuluh hari pertengahan, adalah masa di mana Allah SWT membukakan pintu ampunan (maghfirah) seluas-luasnya. Kata "maghfirah" berasal dari kata ghafara yang berarti menutup, mengampuni, dan memaafkan.

Pada fase ini, Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang sungguh-sungguh memohon ampunan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 199: "Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ayat ini, meskipun dalam konteks haji, menunjukkan betapa Allah membuka pintu ampunan bagi hamba-Nya yang memohon dengan sungguh-sungguh.

Rasulullah SAW bersabda: "Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)." (HR. Al-Baihaqi, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 31)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maghfirah di 10 Hari Kedua Ramadhan

1. Dibukanya Pintu Ampunan Allah SWT

Pada fase kedua ini, Allah membukakan pintu maghfirah atau ampunan yang seluas-luasnya. Karenanya, jangan sampai kita melewatkan hari-hari penuh ampunan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dengan sia-sia. Pada waktu-waktu inilah saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu. (Oase Ramadhan, hlm. 43)

2. Dikabulkannya Doa-Doa

Allah SWT menyediakan keistimewaan 10 hari kedua bulan Ramadhan, salah satunya adalah doa dikabulkan oleh Allah SWT. (Oase Ramadhan, hlm. 51)

3. Waktu untuk Introspeksi Diri

Fase ini menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas segala kekurangan dan kesalahan yang telah dilakukan, baik dosa kepada Allah maupun dosa kepada sesama manusia.

Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Kedua Ramadhan

1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Pada fase ini, amalan yang paling utama adalah memperbanyak istighfar dan taubat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya). Allah SWT berfirman dalam QS. Hud ayat 3:

"Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih."

2. Memperbanyak Shalat Malam (Tahajud dan Qiyamul Lail)

Salah satu amalan yang bisa kita perbanyak di bulan penuh berkah ini adalah salat Tahajud. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

"Allah Subhanahu wa Ta'ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan lainnya, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 43)

3. Tilawah Al-Qur'an dengan Penghayatan

Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang berlipat ganda. Di fase maghfirah ini, kita dianjurkan tidak hanya membaca, tetapi juga merenungkan makna dan memohon ampunan saat membaca ayat-ayat yang berbicara tentang rahmat dan azab. Sebagaimana hadits riwayat Hudzaifah:

"Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bahwa dia melakukan shalat malam di samping Rasulullah SAW. Beliau membaca surat, ketika sampai pada ayat yang menerangkan azab, beliau berhenti dan meminta perlindungan. Ketika sampai pada ayat yang menerangkan rahmat, beliau berhenti dan berdoa memohon rahmat." (HR. an-Nasa'i, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 44)

4. Menghindari Godaan Duniawi

Pada 10 hari kedua, seorang muslim harus mampu menahan dan menjauhkan diri dari godaan duniawi yang berlebihan, seperti mementingkan urusan dunia dibandingkan ibadah, misalnya mengobrol dengan teman dengan alasan buka puasa bersama atau sibuk menyiapkan keperluan Lebaran hingga meninggalkan salat tarawih. (Oase Ramadhan, hlm. 51).

Keutamaan 10 Hari Ketiga Ramadhan, Itqun Minan Nar

Fase ketiga Ramadhan, yaitu sepuluh hari terakhir, adalah masa puncak di mana Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya yang beriman dari siksa api neraka. Kata "itqun" berarti pembebasan atau kemerdekaan, sedangkan "minan nar" berarti dari api neraka.

Pada fase inilah orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh akan dibebaskan dari siksa neraka.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1-5: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."

Malam Lailatul Qadar yang terdapat di sepuluh hari terakhir ini menjadi puncak keutamaan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: "Awal bulan Ramadan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya 'Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)." (HR. Al-Baihaqi)

Dari Aisyah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut." (HR. Muslim, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 57)

Dalam riwayat lain, Aisyah RA juga berkata: "Rasulullah SAW biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau kencangkan ikat pinggang (bersungguh-sungguh dalam ibadah), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 57)

Keistimewaan 10 Hari Terakhir Ramadhan

1. Adanya Malam Lailatul Qadar

Keistimewaan terbesar di sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah adanya malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam ini merupakan malam diturunkannya Al-Qur'an, dan pada malam itu turun para malaikat membawa kesejahteraan hingga terbit fajar. (Oase Ramadhan, hlm. 45)

2. Pembebasan dari Api Neraka

Pada fase inilah Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya yang beriman dari siksa api neraka. Ini adalah puncak dari seluruh rangkaian ibadah Ramadhan.

3. Kesempatan Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Ibadah yang dilakukan pada sepuluh hari terakhir, terutama pada malam Lailatul Qadar, pahalanya dilipatgandakan melebihi ibadah selama seribu bulan atau setara dengan 83 tahun 4 bulan. (Oase Ramadhan, hlm. 46)

4. Meningkatkan Kekhusyukan Beribadah

Selama i'tikaf di sepuluh hari terakhir, seorang muslim akan banyak berdiam diri di masjid dan dikelilingi oleh orang-orang yang juga khusyuk dalam beribadah, sehingga membantu untuk bisa melaksanakan shalat, puasa, dan tadabur Al-Qur'an dengan tetap khusyuk dan tumaninah. (Oase Ramadhan, hlm. 50)

5. Ajang untuk Mengevaluasi Diri

I'tikaf di sepuluh hari terakhir membantu seorang muslim untuk mengevaluasi diri, berfokus pada diri sendiri, dan menjauhi sifat sombong yang dapat merusak akhlak. (Oase Ramadhan, hlm. 50)

Amalan yang Dianjutkan di 10 Hari Ketiga Ramadhan

1. I'tikaf di Masjid

I'tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. I'tikaf merupakan sunnah Nabi yang sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dalam hadits riwayat Aisyah RA:

"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa beritikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beritikaf setelah beliau wafat." (Muttafaqun 'alaih, dikutip dalam Oase Ramadhan, hlm. 49)

Hukum i'tikaf adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Para ulama dari berbagai mazhab sepakat tentang keutamaan i'tikaf di sepuluh hari terakhir ini. (Oase Ramadhan, hlm. 47-48)

2. Memperbanyak Shalat Malam

Pada sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW tidak tidur, lambung beliau dan para sahabat amat jauh dari tempat tidur. Beliau menghidupkan malam-malam tersebut untuk beribadah, shalat, zikir, dan lain-lain hingga waktu fajar. Kebiasaan ini juga ditularkan kepada seluruh anggota keluarga beliau. (Oase Ramadhan, hlm. 57)

3. Memperbanyak Doa

Doa yang sangat dianjurkan pada malam-malam Lailatul Qadar adalah:

"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku). (HR. Tirmidzi)

4. Memperbanyak Sedekah

Sedekah di sepuluh hari terakhir menjadi salah satu amalan utama sebagai ungkapan syukur atas nikmat dipertemukan dengan Ramadhan, serta sebagai penyempurna ibadah puasa. Bersedekah tidak hanya dalam bentuk zakat fitrah, tetapi juga memperbanyak sedekah sunnah dalam rangka berbagi kebahagiaan dan memberikan bekal makanan di hari raya Idul Fitri bagi dhuafa. (Oase Ramadhan, hlm. 57-58)

5. Tilawah Al-Qur'an

Tradisi mengejar khataman Al-Qur'an di akhir Ramadhan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pribadi muslim. Tilawah Al-Qur'an harus lebih digiatkan di 10 hari terakhir Ramadhan. (Oase Ramadhan, hlm. 58)

People also Ask:

Apa keutamaan 10 hari kedua bulan Ramadhan?

Ramadhan terbagi menjadi tiga fase, dan 10 hari kedua merupakan fase maghfirah (pengampunan). Pada tahap ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang memohon maaf atas dosa-dosa yang telah lalu.

Apa saja 10 keutamaan bulan Ramadhan?

10 Keutamaan Bulan RamadanBulan Penuh Ampunan dan Pengampunan Dosa. ...Waktu Dikabulkannya Setiap Doa. ...Bulan Diwajibkannya Berpuasa. ...Kesempatan Emas untuk Meraih Pahala Berlimpah. ...Momen yang Tepat untuk Bersedekah.

10 hari pertama Ramadhan dapat apa?

Salah satu keutamaan 10 hari pertama puasa Ramadhan adalah Allah Swt. tidak memberikan azab kepada umat Rasulullah saw. yang dilihat-Nya.

Apa keutamaan pada fase kedua yang berada pada bulan Ramadhan?

Kesimpulan. Sepuluh hari kedua Ramadhan 1447 H merupakan fase magfirah, yaitu masa penuh ampunan dari Allah SWT. Pada periode ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur'an, berdzikir, serta memohon ampun dengan sungguh-sungguh.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |