Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar komputer pribadi (PC) global pada 2026 diperkirakan memburuk. Lembaga riset teknologi International Data Corporation (IDC) memangkas proyeksi pengiriman PC dunia akibat krisis memori dan gangguan rantai pasok yang belum juga mereda.
Dalam laporan terbaru Worldwide Quarterly Personal Computing Device Tracker, IDC memprediksi pengiriman PC global akan turun 11,3% pada 2026. Angka ini jauh lebih buruk dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya memproyeksikan penurunan 2,4%.
Tidak hanya PC, pasar tablet juga diperkirakan ikut melemah. Pengiriman tablet global diprediksi turun 7,6% sepanjang tahun ini.
IDC menjelaskan, pelemahan tersebut dipicu oleh kombinasi kelangkaan memori, kenaikan harga komponen, serta keterbatasan pasokan yang diperkirakan akan menekan produksi perangkat hingga setidaknya 2027.
Selain itu, situasi geopolitik juga menambah ketidakpastian untuk pasar. Saat proyeksi ini disusun, konflik di Timur Tengah bahkan belum meningkat seperti saat ini. Eskalasi konflik tersebut dinilai berpotensi menambah tekanan baru bagi industri teknologi global.
Group Vice President Devices and Consumer IDC, Ryan Reith, mengatakan berbagai tekanan industri dan geopolitik membuat sektor teknologi menghadapi gangguan besar yang sulit dikendalikan.
"Industri teknologi secara keseluruhan, bersama banyak sektor lain, masih menghadapi tekanan eksternal yang sulit dikendalikan. Jika berbagai faktor ini terjadi secara bersamaan, dampaknya bisa menimbulkan gangguan besar," ujar Reith dalam laporan yang dikutip dari laman resmi IDC, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, bertambahnya daftar krisis industri dan geopolitik membuat pengambilan keputusan bisnis semakin rumit, bahkan mengancam kelangsungan beberapa sektor. Ketidakpastian mengenai kapan tekanan tersebut mereda membuat masalah ini berubah menjadi persoalan bernilai triliunan dolar bagi industri global.
Meski demikian, nilai pasar perangkat komputasi diperkirakan masih meningkat karena kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP).
IDC memproyeksikan nilai pasar PC global tetap tumbuh 1,6% menjadi US$274 miliar pada 2026, sementara pasar tablet diperkirakan naik 3,9% menjadi US$66,8 miliar.
Research Manager IDC untuk Worldwide Mobile Device Trackers, Jitesh Ubrani, menyebut era PC dan tablet murah kemungkinan telah berakhir untuk sementara waktu.
"Era PC dan tablet murah untuk sementara waktu telah berakhir, karena kenaikan ASP dan biaya komponen mengubah keseimbangan pasar," ujarnya.
Ia menilai kelangkaan memori diperkirakan akan berlangsung hingga 2027. Meski harga komponen diprediksi mulai mereda pada 2028, pasar dinilai tidak akan kembali ke level harga murah seperti pada 2025.
Ke depan, produsen perangkat diperkirakan akan lebih fokus memperkuat ketahanan rantai pasok, mencari sumber komponen yang lebih fleksibel, serta menyesuaikan spesifikasi perangkat untuk menekan biaya produksi.
Dinamika ini diperkirakan akan memengaruhi tingkat adopsi perangkat oleh pengguna dalam beberapa tahun ke depan.
(fab/fab)
Addsource on Google

4 hours ago
3














































