Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) memberi respons atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran dan kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei. Serangan dilancarkan dua negara sekutu itu Sabtu, sementara pengumuman kematian Khamenei diberikan Minggu.
Korut mengutuk serangan itu sebagai "tindakan agresi ilegal". Pemerintahan Presiden Kim Jong Un mengklaim bahwa hal itu telah menunjukkan sifat "seperti gangster" Washington.
"Kampanye militer terhadap Iran oleh kedua negara tersebut merupakan tindakan agresi yang sepenuhnya ilegal dan bentuk pelanggaran kedaulatan yang paling keji", kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi, dikutip AFP, Senin (2/3/2026).
"Tindakan militer tersebut menunjukkan perilaku tak tahu malu dan seperti gangster... menyalahgunakan kekuatan militer untuk memenuhi ambisi egois dan hegemonik mereka," tambahnya.
Korut dan Amerika adalah musuh bebuyutan sejak lama, tetapi Washington telah meningkatkan upaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan tingkat tinggi dengan Pyongyang dalam beberapa bulan terakhir. AS terus mengincar potensi pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Kim Jong Un.
Sebenarnya, Kim Jong Un sempat mengabaikan tawaran tersebut selama berbulan-bulan. Namun, minggu ini ia mengatakan bahwa kedua negara dapat "bergaul" jika Washington menerima status nuklir Pyongyang.
(sef/sef)
Addsource on Google

1 hour ago
1
















































