Jakarta, CNBC Indonesia - Apple menunjuk John Ternus yang sebagai CEO baru, menggantukan Tim Cook. Ternus akan resmi mengambil alih tampuk kepemimpinan raksasa Cupertino pada September 2026 mendatang.
Dalam laporan kinerja terbaru Apple, Cook masih menjadi sosok yang memaparkan kondisi terkini produsen iPhone, serta apa saja tantangan yang akan dihadapi di masa mendatang. Cook menekankan soal krisis kelangkaan chip memori yang sudah berdampak ke Apple.
Menurut Cook, dampak yang terjadi saat ini baru permulaan. "Kami yakin harga memori akan mendorong dampak lebih besar ke bisnis Apple," kata Cook dalam sesi tanya jawab usai pemaparan kinerja pada pekan lalu.
Cook juga berulang kali mengatakan kepada analis bahwa Apple menghadapi kendala pasokan sepanjang kuartal terakhir di 2026. "Kami akan terus mengevaluasi hal ini," ujarnya.
Laporan kinerja Apple tercatat positif. Hampir dalam semua aspek, Apple berhasil melampaui prediksi analis dan panduan pendapatan sebelumnya. Laporan itu diungkap sehari setelah Meta dan Microsoft mengatakan harga memori yang melonjak akan berkontribusi pada perkiraan belanja modal mereka yang lebih tinggi untuk tahun ini.
Di berbagai lanskap industri teknologi, para pemimpin telah menyuarakan kekhawatiran terkait lonjakan harga memori. Perlu dicatat, krisis chip memori yang berdampak pada kelangkaan dan lonjakan harga, ditengarai peningkatan permintaan chip untuk pengembangan infrastruktur AI.
Alhasil, lebih banyak produsen yang fokus pada pengembangan chip AI dan mengesampingkan chip konvensional untuk peralatan elektronik konsumen seperti laptop dan HP. Chip yang dibutuhkan di pasaran lebih banyak daripada yang ditawarkan, sehingga harga chip melonjak parah, baik untuk AI maupun perangkat elektronik konsumen.
Produsen chip kawakan seperti Micron telah mencatat pertumbuhan meningkat sekitar 570% sepanjang tahun lalu. Micron telah berupaya untuk menambah kapasitas, begitu pula dengan kompetitor lain seperti Samsung dan SK Hynix.
Kembali ke laporan kinerja Apple, Cook mengatakan pendapatan bertumbuh 17% untuk kuartal-II tahun fiskal, melebihi perkiraan perusahaan meskipun ada kendala pasokan.
Cook mengatakan dampak pada kuartal Desember 2025 terhitung minimum. Dampaknya lebih dirasakan pada periode Maret 2026. Pada kuartal yang berakhir Juni 2026 mendatang, Cook mengatakan dampak terbesar akan terlihat pada beberapa model Mac, dikarenakan permintaan yang melonjak.
Para analis ingin tahu bagaimana respons Apple menghadapi krisis ini. Namun, Cook tidak memberikan jawaban yang terperinci. "Kami akan melihat berbagai opsi yang ada," ujarnya.
Sejak Januari 2026, Wall Street sudah menanyakan ke beberapa perusahaan elektronik konsumen seperti Apple dan Dell, terkait strategi menghadapi krisis kelangkaan memori. Namun, para petinggi perusahaan buka-bukaan mengungkap dampaknya, ketimbang penanggulangan situasi ini.
"Apple menunjukkan bahwa perusahaan terbaik juga tak bisa terhindar dari krisis," kata Jake Behan, kepala pasar modal di Direxion.
"Peringatan Tim Cook terkait biaya yang jauh lebih tinggi di kuartal berikutnya, menunjukkan bagaimana lonjakan permintaan [chip memori] untuk AI telah memengaruhi industri secara keseluruhan," ia menambahkan.
Sejauh ini, Apple cenderung menghindari kenaikan harga untuk produk-produknya. Pada Maret lalu, perusahaan tersebut meluncurkan sejumlah produk baru, termasuk iPhone 17e, serta laptop iPad Air yang diperbarui dengan chip M4 dalam ukuran 11 inci dan 13 inci.
Mereka juga memperkenalkan MacBook Neo, laptop berbiaya rendah yang menurut pengakuan Cook memiliki permintaan yang bahkan lebih tinggi dari yang dia perkirakan. Tantangan krisis kelangkaan chip memori selanjutnya akan menjadi 'urusan' Ternus. Tantangan besar menanti Apple.
(fab/fab)
Addsource on Google

3 hours ago
2

















































