Pemerintah Korea Selatan menetapkan batas harga grosir bensin sebesar 1.724 won atau sekitar 1,15 dolar AS per liter atau sekitar Rp 16,814. per liter pada Jumat (13/3/2026). Kebijakan ini diambil untuk menekan lonjakan biaya energi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Kenaikan harga bahan bakar tersebut turut dikeluhkan para pengemudi truk yang mengaku pendapatan mereka tergerus. Park Jong-se (68), yang telah menjadi pengemudi truk kargo selama lebih dari 30 tahun, mengatakan para sopir berharap harga bahan bakar dapat turun lebih jauh. Menurutnya, kenaikan harga sangat membebani pekerja di sektor transportasi. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Sebagai langkah tambahan, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan pada Rabu mengumumkan perpanjangan subsidi terkait harga solar selama dua bulan. Pemerintah juga meningkatkan rasio dukungan dari sebelumnya 50 persen menjadi 70 persen guna meringankan beban biaya bagi perusahaan transportasi dan logistik. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Namun, sejumlah pengemudi masih merasa cemas terhadap ketidakpastian situasi global. Heo Nan-haeng, pengemudi kargo dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, mengatakan konflik di Timur Tengah membuatnya khawatir tentang masa depan pekerjaannya. Ia bahkan mengaku tidak bisa bekerja pada hari itu karena situasi yang tidak menentu. (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Park juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa harga solar yang terus tinggi bisa memaksanya berhenti bekerja. Pemerintah Korea Selatan menyatakan akan terus memantau perkembangan harga energi dan mempertimbangkan langkah dukungan tambahan apabila volatilitas harga bahan bakar berlanjut, sementara konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung hampir dua pekan terus memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi global. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

5 hours ago
3
















































