Para peserta tidur siang selama kontes Power Nap 2026 di taman Sungai Han, Seoul, Korea Selatan, Sabtu (2/5/2026). Pemerintah Metropolitan Seoul menyelenggarakan acara musim semi tahunan ketiga mereka, yang disebut 'Kontes Tidur Siang'. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Calon peserta diwajibkan mengenakan pakaian yang cocok untuk putri tidur atau pangeran, datang dalam keadaan lelah, dengan perut kenyang. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Yoo Mi-yeon, 24 tahun, seorang guru bahasa Inggris dari Ilsan di utara Seoul, tampak nampak terlelap dibawah matahari musim semi saat mengikuti kompetsisi tersebut. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
"Saya biasanya tidak tidur nyenyak. Saya kesulitan untuk tertidur, dan mudah terbangun," katanya. "Koala terkenal dengan tidur nyenyaknya. Saya datang dengan berpakaian seperti koala, berharap bisa meminjam sedikit keajaiban mereka." (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Saat jam menunjukkan pukul tiga dan penutup mata berjatuhan di seluruh taman, para petugas berkeliling untuk mengukur detak jantung peserta guna memastikan mereka memiliki detak jantung yang stabil dengan indikator tidur nyenyak dan damai. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Pemenang kontes adalah seorang pria berusia 80-an. Hwang Du-seong, seorang pekerja kantoran berusia 37 tahun, menjadi juara kedua. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
"Saya benar-benar kelelahan. Jadi ketika saya melihat kontes ini, saya bertekad untuk tidur agar dapat mengisi kembali energi di tengah semilir angin Sungai Han, dan saya sangat senang bisa meraih juara kedua, untungnya," kata Hwang. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)
Kompetisi tidur ini menggarisbawahi masalah kronis bagi warga Korea Selatan. Data menunjukkan Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling banyak bekerja dan kurang tidur di antara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dan sebagai konsekuensinya, orang-orang memiliki jam tidur yang paling sedikit. (REUTERS/Kim Soo-hyeon)

22 hours ago
10
















































